Kenali Sejumlah Gejala Diabetes Melitus Ini

BERITABETA.COM – Diabetes melitus adalah suatu penyakit metabolik yang diakibatkan oleh meningkatnya kadar glukosa atau gula darah. Gula darah sangat vital bagi kesehatan karena merupakan sumber energi yang penting bagi sel-sel dan jaringan.

Banyak orang menyebut penyakit ini sebagai silent killer. Istilah ini dipakai, karena gejala diabetes  sering tak disadari tapi bisa begitu mematikan.

Data dari Riset Kesehatan Dasar (Riskesdas) Kementerian Kesehatan Republik Indonesia menunjukkan bahwa pada tahun 2013, sekitar 6,9% penduduk Indonesia dianggap mengalami diabetes.

Jika tidak dikelola dengan baik, diabetes dapat menyebabkan terjadinya berbagai komplikasi, seperti penyakit jantung koroner, stroke, obesitas, serta gangguan pada mata, ginjal, dan saraf.

Hingga saat ini, cara terbaik untuk mengetahui adanya penyakit ini dengan melakukan tes gula darah di fasilitas kesehatan.  Selain tes gula darah, ternyata ada beberapa cara untuk mendeteksi secara mandiri gejala diabetes yang mungkin sudah terjadi.

Apa saja gejala –gejala itu? Berikut beberapa gejala dari penyakit diabetes ini :

1. Sering Buang Air Kecil

Melansir Buku 100 Questions & Answers Diabetes (2009) oleh Srikandi Waluyo, sering buang air kecil (BAK) bisa menjadi tanda kadar gula darah tinggi atau hiperglikemia. Hal ini bisa terjadi karena ginjal tidak bisa menyerap glukosa, sehingga produksi urine menjadi meningkat.

Jika pada kondisi normal orang dewasa rata-rata hanya buang air kecil sebanyak 4-7 kali per hari atau 24 jam, penderita diabetes bisa kencing lebih dari jumlah itu dalam sehari.

2. Pandangan Mata Terganggu atau Terasa Kabur

Kadar gula darah yang tinggi dapat membuat lensa mata seseorang membengkak sehingga mengganggu kemampuan mata untuk melihat.

3. Berat Badan Turun Drastis

BACA JUGA:  Kalung dan Inhaler Kayu Putih Buatan Kementan Bisa Bunuh Covid-19

Saat terkena diabetes, berat badan seseorang bisa turun drastis. Hal itu disebabkan karena adanya gangguan insulin. Jadi, jangan terlalu gembira jika Anda yang mengalami obesitas mendapati berat badan turun secara tiba-tiba karena bisa jadi gejala diabetes.

4. Sering Haus

Sering haus juga bisa menjadi tanda kadar gula darah tinggi. Hal itu terjadi sebagai pengaruh akibat penderita diabetes terlalu banyak kencing dan membutuhkan asupan cairan lebih banyak.

5. Sering Mengalami Gatal-Gatal

Rasa gatal dikaitkan dengan respons tubuh terhadap kadar gula dalam darah yang melonjak. Ketika frekuensi buang air kecil meningkat, tubuh cenderung akan kehilangan banyak cairan. Kondisi inilah yang menjadi pemicu kulit kering, sehingga muncul rasa gatal-gatal.

6. Kurang Bertenaga dan Sering Merasa Lapar

Sering merasa lapar dapat menjadi tanda hipoglikemia atau kadar gula darah terlalu rendah. Kondisi ini juga patut diwaspadai karea bisa berbahaya. Melansir Buku Diabetes? Siapa Takut (2009) oleh Dr. Sri Hartini KS Kariadi, pada penderita diabetes, karea insulin bermasalah, pemasukan gula ke dalam sel-sel tubuh kurang, sehingga energi yang dibentuk pun kurang.

Inilah sebabnya orang yang merasa kurang bertenaga bisa mengalami diabetes. Sementara, otak akan berpikir bahwa kurang energi itu disebabkan oleh kurang makan, maka tubuh berusaha meningkatkan asupan makanan dengan menimbulkan sering rasa lapar.

7. Keluar Keringat Berlebih

Kadar gula darah terlalu rendah (hipoglikemia) dapat memicu kejadian hyperhidrosis, yakni penderita diabetes menghasilkan keringan berlebih yang bukan karena pengaruh suhu panas maupun olahraga.

8. Kesadaran Menurun

Kondisi hipoglikemia bisa pula mengakibatkan penurunan kesadaran hingga kejang. Jika tak ditangani, hipoglikemia bahkan bisa menyebabkan kerusakan permanen pada otak.

9. Urine Keruh dan Berbau

BACA JUGA:  Obat Remdesivir Ampuh Sembuhkan Ratusan Pasien Covid-19 di AS  

Melansir Health Line, penderita diabetes memiliki kadar gula yang sangat tinggi di dalam darahnya. Kondisi itu membuat ginjal harus bekerja lembur untuk menyaring gula. Gula ini pun sering diekskresikan ke dalam urine. Diabetes memberi tekanan pada ginjal dan dapat menyebabkan penyakit ginjal. Penyakit ginjal sering didiagnosis dengan mengukur keberadaan protein tertentu dalam urine.

Protein inilah yang dapat mengubah penampilan atau bau urine. Jika mengalami tanda-tanda di atas, Anda sebaiknya waspada dan harap memeriksakan diri ke dokter. Gejala diabetes tersebut merupakan keluhan yang sifatnya biasa, tidak istimewa atau khusus, sehingga sering terabaikan.

Bahkan belakangan dilaporkan dari berbagai studi, bahwa banyak penderita diabetes yang tidak memperlihatkan gejala sama sekali (BB-DIP)

Mitra Kami

Asosiasi Media Siber Indonesia

PR Newswire