Mengenal Lianhua Qingwen, Obat Herbal China untuk Pasien Covid-19 di Maluku

Pembuatan obat herbal Lianhua Qingwen yang diproduksi oleh Yiling Pharmaceutical dan anak usahanya Beijing Yiling Pharmaceutical
Pembuatan obat herbal Lianhua Qingwen yang diproduksi oleh Yiling Pharmaceutical dan anak usahanya Beijing Yiling Pharmaceutical

BERITABETA.COM – Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19, Provinsi Maluku baru saja mendapat bantuan ribuan dus obat Covid-19 asal China untuk mengobati pasien Covid-19 di Maluku.

Sumbangan salah satu yayasan di Jakarta itu, diketahui berupa obat herbal yang bernama Lianhua Qingwen. Seperti apa obat herbal penangkal Covid-19 berbentuk kapsul dan pil ini?

Dihimpun beritabeta.com dari sejumlah seumber menyebutkan, kapsul atau pil Lianhua Qingwen, ini diproduksi oleh Yiling Pharmaceutical dan anak usahanya Beijing Yiling Pharmaceutical.

Perusahaan ini telah meraih izin sebagai suplemen obat untuk indikasi baru Covid-19. Izin ini diberikan Badan Pengawasan Obat-Obatan Tiongkok atas kapsul dan pil Lianhua Qingwen.

Obat-obatan tersebut memperoleh izin penggunaan “indikasi fungsional” yang melengkapi sejumlah indikasi sebelumnya. Dalam metode pengobatan konvensional pneumonia akibat virus korona baru, obat Lianhua Qingwen bisa dikonsumsi untuk gejala demam, batuk, dan kelelahan yang lazim ditemui.

Penambahan “Konsumsi dan dosis” dalam “Covid-19 dengan gejala ringan, pengobatan normal selama 7-10 hari”, dan lain sebagainya.  Di tengah epidemi domestik, Lianhua Qingwen menjadi obat paten yang paling sering dianjurkan untuk Covid-19.

Komisi Kesehatan Tiongkok  dan Instansi Obat-Obatan Tradisional Tiongkok menerbitkan skema diagnosis serta pengobatan pneumonia baru versi ke-4 dan ke-7 bagi para pasien yang terinfeksi virus korona baru.

Dalam skema ini, pasien dianjurkan untuk mengonsumsi obat paten khas Tiongkok Lianhua Qingwen guna mencegah dan mengobati kelelahan serta demam saat menjalani masa observasi medis.

Obat herbal Lianhua Qingwen.

Khasiat Lianhua Qingwen

Khasiat obat Lianhua Qingwen untuk Covid-19 telah terbukti lewat pengujian dasar dan studi klinis. Tim Zhong Nanshan baru menerbitkan sebuah makalah berjudul “Efek antivirus dan antiperadangan dalam wabah antipiretik virus korona baru”.

BACA JUGA:  Maluku Dapat Bantuan Obat Covid-19 Asal China, Apa Saja Keunggulannya?

Makalah ini diterbitkan dalam jurnal internasional Pharmacology Research, dan menjadi karya ilmiah pertama yang mengulas obat paten tradisional Tiongkok untuk SARS-Cov-2.

Menurut makalah tersebut, Lianhua Qingwen dapat menghambat replikasi virus corona baru di dalam sel manusia. Lebih lagi, ciri khas partikel virus di dalam sel berkurang drastis setelah obat-obatan tersebut dikonsumsi.

Selain dapat memulihkan pasien dengan gejala ringan, seperti demam, batuk, dan kelelahan, obat herbal China tersebut dapat mengurangi perburukan kondisi pasien.

Dalam jurnal Evidence-Based Complementary and Alternative Medicine, melaporkan potensi efektivitas Lianhua Qingwen untuk menangani penyakit paru obstruktif kronis eksaserbasi akut.

Studi ini melibatkan 100 responden yang dibagi menjadi dua kelompok. Pertama, kelompok tersebut mengonsumsi kapsul Lianhua Qingwen dan kelompok kedua lainnya mengonsumsi kombinasi obat konvensional dengan Lianhua Qingwen, atau hanya obat konvensional saja.

Penelitian tersebut menemukan kelompok pasien risiko berat yang mengonsumsi Lianhua Qingwen, kondisinya meningkat pada hari kelima. Sedangkan, kelompok lain baru menunjukkan peningkatan kondisi pasca perawatan selesai.

Dikutip dari China News Service, Lianhua Qingwen menjadi jenis obat baru pertama yang disetujui oleh China’s National Drug Administration’s selama wabah SARS.

Seperti yang dilaporkan, izin tersebut mencakup indikasi awal berdasarkan COVID-19 dengan “gejala ringan dan tipe biasa”. Di saat bersamaan, ketentuan obat resep tahap pertama tidak menyangkal kasus keracunan obat tanpa resep.

Hingga kini, kapsul Lianhua Qingwen telah terdaftar di Hong Kong (Wilayah Administratif Khusus Tiongkok), Makau (Wilayah Administratif Khusus Tiongkok), Brazil, Indonesia, Kanada, Mozambik, Rumania, dan negara-negara lain sebagai “obat paten khas Tiongkok”, “obat-obatan”, “obat herbal”, dan “produk kesehatan natural”, serta memperoleh izin pemasaran (BB-DIP)

Mitra Kami

Asosiasi Media Siber Indonesia

PR Newswire