Peneliti Sebut Ubi Ungu Ampuh Tangkal Virus Corona

Ubi Ungu (Ipomoea batatas L)

BERITABETA.COM – Upaya menemukan sumber-sumber alami seperti tanaman rempah dan sejenisnya untuk menangkal wabah virus Corona (COVID-19) terus menjadi perdebatan menarik dan dilakukan sejumlah peneliti.

Setelah jahe disebut-sebut ampuh menangkal infeksi virus Corona, kali ini peneliti mengklaim telah menemukan ubi yang juga disebut bisa menangkal COVID -19 jika dikonsumsi. Ubi dimaksud adalah ubi ungu (Ipomoea batatas L).

Hal ini diungkapkan Kepala Balai Penelitian Tanaman Aneka Kacang dan Umbi (Balitkabi) Kementerian Pertanian (Kementan), Yuliantoro Baliadi seperti dikutip dari TribunKaltim.co.

Ubi ungu disebut bisa menangkal wabah virus corona. Dengan  mengkonsumsi ubi ungu sebagai asupan, akan meningkatkan imunitas dalam menghadapi wabah COVID – 19.

Untuk itu, Yuliantoro Baliadi mengajak masyarakat untuk mulai mengkonsumsi ubi ungu,  karena mengandung antosianin pemecahan senyawa beracun yang dapat menambah kekebalan dan kebugaran tubuh.

“Kunci utama dalam memberikan perlindungan daya tahan tubuh terhadap virus adalah mengkonsumsi makanan yang mengandung antosianin. Salah satunya lewat ubi ungu,” ujar Yuliantoro.

Ia menjelaskan, sejak 2014, Badan Penelitian dan Pengembangan Pertanian melalui Balitkabi telah melepas ubi ungu unggulan dengan nama varietas Antin 3. Varietas tersebut memiliki kadar antosianin tinggi yaitu 150,7 mg atau 100 g (bb).

“Ubi ungu varietas Antin 3 adalah varietas unggulan yang mengandung kadar antosianinnya tinggi, bahkan lebih tinggi dari varietas yang berasal dari Jepang yaitu varietas Ayamurasaki,” katanya.

Sementara itu, Kepala Pusat Penelitian dan Pengembangan Tanaman Pangan (Puslitbangtan) Kementan, Haris Syahbuddin menjelaskan bahwa ubi ungu adalah panganan fungsional yang kelebihannya sangat bermanfaat untuk kesehatan.

“Berdasarkan deskripsinya, selain ubi ini memiliki kadar antosianinya tinggi, juga memiliki potensi hasil yang tinggi yaitu 30,6 t/ha dan umur panennya 4 – 4,5 bulan. Varietas ini juga agak tahan penyakit kudis, tahan hama boleng, toleran kekeringan dan cocok ditanam pada lahan tegalan atau sawah sesudah tanaman padi,” katanya.

Sebagai informasi, virus corona adalah jenis virus mematikan karena mampu menular secara cepat dari manusia ke manusia lainya. Virus ini menular melalui batuk atau bersin orang yang terpapar.

Sampai saat ini belum ada vaksin maupun obat yang biasa mengobati penyakit ini. Namun demikian, banyak juga yang telah pulih karena sistem kekebalan tubuhnya dapat melawan virus corona.

“Virus corona adalah virus yang menguji daya tahan tubuh, jadi untuk meningkatkan daya tahan tubuh di saat merebaknya virus corona harus mengkonsumsi makanan yang mengandung antosianin,” tutupnya.

Seperti diketahui, Ubi ungu  juga dikenal dengan nama purple sweet potato, purple yam, atau Okinawa sweet potato karena Jepanglah yang menyebarkan. Nama potato dikenakan karena bentuknya yang mirip kentang.

Dibandingkan ubi jalar biasa, ubi ungu memang banyak perbedaannya. Selain warnanya, aroma ubi ungu lebih khas. Begitu juga rasanya yang bervariasi dari manis, agak manis, pahit, dan agak pahit. Yang membuat unik ubi ini adalah warna ungunya yang disebabkan kandungan antosianin dan antioksidannya. Kandungan ini pula yang sangat berkhasiat bagi kesehatan dan menyembuhkan penyakit.

Kandungan Ubi Ungu

Selain antosianin dan antioksidan yang menyebabkan umbi ini berwarna ungu, ternyata banyak juga kandungan nutrisi lainnya. Karena itulah banyak manfaat ubi ungu untuk kesehatan.

Ubi ungi diketahui kaya dengan zat gizi makro seperti karbohidrat kompleksdan protein. Umbi ini juga kaya vitamin, seperti vitamin A, vitamin B1, B2, B3, B6, B9 (folat), E, dan vitamin K. Begitu pula kandungan mineralnya juga beragam, dari kalsium, kalium, magnesium, fosfor, zat besi, sodium, dan potasium. Kadar mikronutrien umbi ini juga seimbang.

Yang menarik kandungan lemak dalam ubi ungu sangat minim, bahkan dianggap tidak ada. Sebaliknya, ubi ini mengandung banyak serat makanan. Karena itulah makanan ini sangat baik untuk kesehatan (BB-IS)

Mitra Kami

Asosiasi Media Siber Indonesia

PR Newswire