Bali Purnati Gelar Seni Pertunjukan “Nagri Babunyi” di Pulau Banda

Seniman Bali Purnati berkolaborasi dalam seni pertunjukan “Nagri Babunyi” di depan Istana Mini Banda Naira, Pulau Banda, Kabupaten Maluku Tengah, Minggu (1/11). Nagri Babunyi merupakan hasil karya seniman purnati bersama generasi muda Pulau Banda yang mengikuti workshop seni pertunjukkan sejak 26 Oktober 2020.

BERITABETA.COM, Banda – Yayasan Bali Purnati menggelar karya seni pertunjukan “Nagri Babunyi” yang merupakan kolaborasi seni musik, tari dan teater di Pulau Banda, Kabupaten Maluku Tengah, Minggu (1/11/2020).

Seni pertunjukan “Nagri Babunyi” (negeri berbunyi) yang ditampilkan tersebut, merupakan hasil pelatihan yang digelar seniman Purnati Indonesia kepada 66 generasi muda di Pulau Banda sejak 26 Oktober 2020.

Pertunjuk karya kolaborasi lintas disiplin seni tari, teater dan musik dihadiri dan disaksikan langsung Ketua Yayasan Bali Purnati, forkopimda se-Kecamatan Banda serta masyarakat di pulau penghasil rempah-rempah pala itu.

“Nagri Babunyi” mengisahkan sejarah keharuman rempah-rempah pala di abad ke-16 hingga terporak-poranda di masa penjajahan, sekaligus menjadikan gugusan Pulau Banda sebagai titik nol jalur rempah dunia.

Para seniman Purnati sengaja mengangkat karya “Nagri Babunyi” untuk menginspirasi Pulau Banda baik sebagai ruang maupun tema besar sekaligus “trigger” dalam proses eksplorasi kreatif.

Sekretaris Camat Banda Rusdi Saiman mengapresiasi positif lokakarya melibatkan generasi muda di wilayah kerjanya, karena berdampak memotivasi dan penyemangat bagi mereka untuk mengembangkan seni dan budaya sebagai salah satu elemen penting untuk pengembangan Banda sebagai destinasi pariwisata unggulan di masa mendatang.

“Saya berharap semua generasi muda yang terlibat dapat memanfaatkan ilmu yang diperoleh selain untuk mengembangkan diri sendiri serta komunitas seni, juga untuk peningkatan manajemen seni musik, teater dan tari,” ujarnya.

Ketua Yayasan Bali Purnati Restu Imansari Kusumaningrum (kiri), Atika Algadrie Makarim-Ibunda Mendikbud Nadiem Makarim (kedua kiri)) bersama Forkopimda menabuh perkusi terbuat dari bambu untuk menutup workshop seni pertunjukan di depan Istana Mini, Pulau Banda, Kabupaten Maluku Tengah, Minggu (1/11).

Khusus sanggar dan komunitas diharapkan dapat memanfaatkan pelatihan yang diperoleh untuk menggali dan mengembangkan berbagai seni dan budaya Pulau Banda, guna diangkat dan diperkenalkan dengan manajemen produksi yang profesional sehingga menarik perhatian wisatawan dalam dan luar negeri untuk menyaksikannya.

BACA JUGA:  Lulus Jadi Anggota TNI, Putra Papua ini Bikin Danrem Terkejut

Ketua Yayasan Bali Purnati Indonesia Restu Imansari Kusumaningrum menegaskan, lokakarya seni pertunjukan yang digelar sepekan terakhir merupakan kolaborasi yayasan dipimpinnya dengan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) untuk mengangkat kembali sejarah Pulau Banda yang terkenal di masa lalu.

“Banda beberapa wilayah di Kabupaten Maluku Tengah memiliki banyak potensi yang bisa diangkat dan dikembangkan menjadi unggulan di masa mendatang, terutama seni budaya, pariwisata dan sumber daya alam melimpah,” katanya.

Menurutnya, tidak hanya Kemendikbud, tetapi sejumlah kementerian lain juga diajak berkolaborasi untuk membangun masyarakat dan kekayaan sumber daya yang dimiliki di Maluku dan daerah lainnya di Indonesia.

Pengembangan seni budaya di Banda, ujarnya, baru merupakan program awal yang dilakukan yayasan dipimpinnya, di mana tahun 2021 akan ditingkat dengan pelatihan berjenjang dan terarah, sehingga berbagai komunitas dan potensi seni budaya dapat lebih meningkat sebagai salah satu elemen penting sektor pariwisata.

Pihaknya juga akan melakukan kajian dan pengamatan di sejumlah tempat di Banda yang dapat dijadikan ruang pengembangan budaya, sekaligus tempat pelaku seni menggali dan mengekspresikan bakat dan kemampuannya.

“Nanti di tahun ketiga kami akan dilakukan seminar dan lokakarya untuk menyampaikan kepada semua pihak kota-kota di Indonesia yang kaya potensi seni budaya, serta peninggalan masa lalu yang masih dilestarikan, dengan harapan kota-kota tersebut dapat ditetapkan sebagai cagar budaya,” katanya.

Dia berharap generasi muda di Pulau Banda dapat mengaplikasi serta mereplikasi pelajaran yang diajarkan, untuk menampilkan berbagai karya seni pertunjukkan lain yang dilandasi sejarah dan seni budaya setempat (BB-DIO)

Mitra Kami

Asosiasi Media Siber Indonesia

PR Newswire