Ambon Tetap Zona Merah, Penyebabnya Skors Zonasi Menurun

Juru Bicara Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Kota Ambon, Joy Adriaansz

BERITABETA.COM, Ambon –Pemerintah Kota (Pemkot) Ambon mengabarkan  skor zonasi Covid-19 untuk Kota Ambon terus menurun, menyusul jumlah warga terkonfirmasi positif Covid-19 di Kota Ambon terus meningkat.

Peningkatan jumlah pasien terkonfirmasi ini, membuat status Kota Ambon sampai saat ini masih tetap berada di zona merah penyebaran Covid-19.

Juru Bicara (Jubir) Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Kota Ambon, Joy Adriaansz mengatakan, skor zonasi Ambon yang sebelumnya berada di angka 1,7 menurun menjadi 1,4.

Penurunan skor zonasi itu tidak berpengaruh terhadap perubahan status zonasi bagi Kota Ambon, karena untuk merubah zonasi ke oranye, skornya harus naik mencapai skor 1,81 – 2,40.

“Memang angka kesembuhan meningkat signifikan. Tapi jumlah kasus positif juga terus bertambah dan korban meninggal dunia pun terus naik. Ini yang membuat skor kita turun,” jelas Joy kepada wartawan, Senin (14/9/2020).

Peningkatan jumlah kasus positif di Ambon lantaran pemerintah kota (Pemkot) Ambon gencar melakukan swab kepada warga dan ASN, sehingga terdapat kasus positif tanpa gejala atau Orang Tanpa Gejala (OTG).

Penurunan skor ini pula yang menjadi salah satu dari sekian banyak pertimbangan, sehingga Pemkot Ambon kembali memperpanjang PSBB Transisi di Ambon hingga tahap kelima.

“Kota Ambon beberapa waktu lalu sempat menyentuh angka 1,9 yang kemudian membawa Ambon masuk ke zona orange. Namun angka tersebut kembali menurun ke 1,7 dan kini terus menurun hingga 1,4,” ungkapnya.

Ia menjelaskan, skor zonasi itu ditentukan oleh Pemerintah pusat. Kalau merah itu skor zona risiko tinggi 0 hingga 1,8. Untuk orange, zona risiko sedang, yakni dengan skor 1,9 sampai 2,4. Sedangkan kuning, zona risiko rendah dengan skor 2,5 sampai 3,0. Sementara hijau, zona tidak terdampak, tidak tercatat kasus COVID-19 positif.

BACA JUGA:  Tiba di Ambon, 116 Penumpang KM Nggapulu Dikarantina

Dikatakan, dalam pelaksanaan PSBB Transisi lanjutan pada tahap lima ini, penegakan hukum akan menjadi kunci utama. Inpres nomor 6 tentang penegakkan sanksi protokol kesehatan akan dipertegas.

“Tidak ada toleransi, tidak ada lagi sosialiasi. Siapa yang melanggar protokol kesehatan seperti tidak memakai masker, akan langsung ditindak oleh tim pengendali PSBB Kota Ambon,” tegasnya. (BB-AHM)

Mitra Kami

Asosiasi Media Siber Indonesia

PR Newswire