Awali Tahun 2021, Pemkot Ambon Sosialisasikan Pencegahan Covid-19

Walikota Ambon, Richard Louhenapessy didampingi Wakil Walikota Ambon, Syarif Hadler dan Sekretaris Kota Ambon, A.G. Latuheru serta beberapa pimpinan OPD melakukan sosialisasi pencegahan Covid-19 kepada pedagang kuliner di Kota Ambon, Jumat malam (1/1/2020) (Foto : BERITABETA.COM)

BERITABETA.COM, Ambon – Pemerintah Kota (Pemkot) Ambon terus menunjukkan keseriusan dalam upaya memutuskan mata rantai penyebaran Covid-19 di Kota Ambon.

Upaya ini dilakukan dengan menggelar kegiatan sosialisasi di sejumlah tempat yang menjajakan kuliner, tepat di hari pertama tahun 2021, Jumat malam (1/1/2021)

Kegitan ini dipimpin langsung Walikota Ambon, Richard Louhenapessy  didampingi Wakil Walikota Ambon, Syarif Hadler dan Sekretaris Kota Ambon, A.G. Latuheru serta beberapa pimpinan OPD.

Dalam sosialisasi tersebut, warga dan pedagang diberikan informasi terkait dampak yang bisa ditimbulkan apabila para pedagang mengabaikan aturan yang sudah ditetapkan.

“Sesuai aturan yang sudah ditetapkan oleh Pemkot Ambon, untuk kuliner malam dibatasi jam operasionalnya hingga pukul 23.00 WIT,” kata Walikota Ambon.

Meski demikian, diakui, masih banyak pedagang yang berjualan hingga melewati batas jam yang ditentukan. Untuk itu para pedagang masih diberikan teguran secara lisan yang nantinya akan disusul dengan pembelakuan sanksi pada pekan depan.

Menurut Walikota, ketegasan harus dilakukan pihaknya karena melihat perkembangan kasus COVID-19 di Kota Ambon yang cenderung meningkat, Walikota kuatir kedepan akan menjadi masalah serius bagi Kota Ambon, karenanya untuk mengantisipasi hal tersebut, Pemerintah harus lebih serius dalam menangani Covid-19.

“Kota Ambon untuk meningkat ke zona kuning saja, mengalami kesulitan. Untuk itu kita harus terus berupaya untuk tidak lagi masuk ke zona merah,” aku Walikota.

Karena itu, kata Walikota, dihari pertama tahun 2021, Pemkot kembali perketat seluruh pengawasan terhadap potensi penyebaran yang menimbulkan klaster baru.

“Antara lain dengan mengawasi kuliner malam seperti sekarang. Kita tetap memberi ruang bagi masyarakat untuk berjualan, tapi dengan menaati aturan yang sudah ditentukan,” imbuh Walikota.

BACA JUGA:  Latihan Pengamanan VVIP, 910 Prajurit Koarmada III Pakai Protokol Covid-19

Diakui Walikota, penanganan terhadap seorang pasien terkonfirnasi COVID-19 sangatlah mahal, tidak hanya terkait anggaran, namun juga waktu yang terbuang bagi seorang pasien selama mengikuti program isolasi, karena itu dirinya berharap kesadaran dari masyarakat untuk bersama-sama menekan penyebaran COVID-19 di Kota Ambon.

“Untuk penanganan seorang pasien terkonfirmasi, dibutuhkan biaya sebesar puluhan juta rupiah. Kalau masyarakat mau bekerjasama dengan Pemerintah untuk mengatasi hal ini, maka anggaran tersebut dapat dipakai untuk kepentingan lain bagi masyarakat,” demikian Walikota (BB-ES)

Mitra Kami

Asosiasi Media Siber Indonesia

PR Newswire