Hotel Amaris Ditutup Sementara, ‘Tracking’ Jejak Pasien Positif Dimaksimalkan

Hotel Amaris Ambon

BERITABETA.COM, Ambon – Manajemen Hotel Amaris yang berkedudukan di Jalan Diponegoro No.82-84, Kelurahan Ahusen, Kecamatan Sirimau, Kota Ambon, Maluku memutuskan untuk berhenti beroperasi sementara.

Pemberhentian kegiatan menerima tamu ini dilakukan mulai, Minggu (23/03/2020), pasca hotel tersebut diketahui pernah menjadi tempat menginap pasien positif COVID-19 di Ambon.

Manager Hotel Amaris Ambon, Firman mengaku hotel bintang tiga yang dikelolanya itu di-lockdown sementara untuk menindaklanjuti instruksi Walikota Ambon, Richard Louhenapessy dan juga menyikapi pengumuman Satuan Gugus Tugas Pencegahan dan Penanganan Covid-19 Maluku.

“Kita merespon apa yang disampaikan Pak Walikota bahwa yang pernah nginap di Amaris itu positif. Jadi kita dianjurkan untuk tidak menerima tamu dulu. Dan kita  mau sterilkan area hotel,” kata Firman kepada wartawan di Hotel Amaris Ambon, Senin (23/3/2020).

Dijelaskan, setelah ditutup, pihak hotel akan menunggu Dinas Kesehatan untuk mensterilkan seluruh ruang dan kamar hotel.

“Disterilkan agar tamu-tamu kita yang di Ambon maupun di luar Kota Ambon merasa aman masuk ke hotel,” ujarnya.

Lockdown Hotel Amaris dilakukan menunggu proses sterilisasi bersama Dinas Kesehatan dan menunggu instruksi selanjutnya dari Pemkot Ambon.

“Sampai kapan, kita menunggu informasi dari Walikota Ambon. Kita sterilisasi, pembersihan, periksa kesehatan karyawan baru kita informasikan sudah seperti apa,” ujarnya.

Sementara informasi yang dihimpun beritabeta.com menyebutkan, saat ini Satuan Gugus Tugas Pencegahan dan Penanganan Covid-19 Maluku terus melakukan tracking (penelusuruan) terhadap jejak pasien positif COVID-19 di Ambon.

“Tracing dilakukan untuk memastikan kondisi dari teman-teman si pasien yang positif itu. Sebab informasinya mereka berjumlah 14 orang, maka wajib kita tahu untuk dipantau kondisi mereka,” kata salah satu sumber yang enggan menyebutkan namanya.

Sumber ini menyebutkan, pasien positif itu berasal dari Bekasi, Jawa Timur, bersama teman-teman datang ke Ambon untuk bekerja di salah satu bangunan dekat Hotel Santika, Ambon. Mereka kemudian nginap di Hotel Amaris.

“Jadi ini yang masih ditelusuri, selama itu mereka pernah melakukan apa saja, dimana saja, tentu ini memerlukan tracking yang maksimal, agar bisa mengetahui jejak pasien bersama teman-temannya,” tandas sumber itu (BB-DIO)

Mitra Kami

Asosiasi Media Siber Indonesia

PR Newswire