Tenaga Pemeriksa Sampel Covid-19 di BTKL-PP Kelas II Ambon Ditambah

Tenaga Pemeriksa Spesimen
Ketua Harian Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Provinsi Maluku, Kasrul Selang

BERITABETA.COM, Ambon – Pemerintah Provinsi (Pemprov) Maluku menambah tenaga pemeriksa sampel spesimen coronavirus disease (Covid-19) untuk ditempatkan di Balai Teknik Kesehatan Lingkungan dan Pengendalian Penyakit (BTKL-PP) Kelas II Ambon.

Penambahan tenaga ini, akan diisi oleh tiga peneliti dari Fakultas Matematika dan  Ilmu Pengetahuan Alam (MIPA) Universitas Pattimura (Unpatti) Ambon yang memiliki kemampuan khusus di bidang analisis untuk membantu memeriksa dan mengalisis sampel swap para terduga Covid-19 melalui metode Polymerase Chain Reaction (PCR).

“Dengan bantuan tenaga analis ini pemeriksaan sampel swap menjadi lebih cepat dan tidak perlu dikirim ke Jakarta untuk dianalisis,” kata Ketua Harian Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Provinsi Maluku, Kasrul Selang kepada beritabeta.com di Ambon, Sabtu (11/4/2020).

Menurutnya, penambahan tenaga dari MIPA Unpatti ini telah disetujui atas koordinasi Dinas Kesehatan Provinsi Maluku dengan Fakultas MIPA Unpatti Ambon.

Tiga peneliti Fakultas MIPA Unpatti tersebut akan bertugas menganalisis spesimen swap, sedangkan empat petugas BTKL kelas II Ambon bertugas di lapangan untuk mengambil sampel usapan lendir para pasien.

“Dengan bantuan tenaga analis ini pemeriksaan sampel swap menjadi lebih cepat dan tidak perlu dikirim ke Jakarta untuk dianalisis,” ujarnya.

Dia menambahkan sembilan dari 12 kasus yang terkonfirmasi positif COVID-19 yang diumumkan pada Sabtu (11/4), merupakan hasil pemeriksaan spesimen swap di BTKL-PP kelas II Ambon.

Namun, kata Kasrul, dalam menjalankan tugas, petugas yang dipercaya menguji spesimen swap pasien diduga terinfeksi Covid-19 di 11 kabupaten/kota di Maluku, mengalami kekurangan tenaga untuk menjalankan tugas tersebut.

“Saat ini hanya terdapat empat tenaga di BTKL-PP Kelas II Ambon yang bertugas untuk menguji sampel spesimen swap pasien terduga COVID-19,” katanya.

BACA JUGA:  Jelang Natal, Harga Buncis di Ambon Tembus Rp37.000/Kg

Menurutnya, sejak ditetapkan sebagai tempat pemeriksaan spesimen pasien yang diduga terpapar virus corona dengan metode PCR, empat petugas tersebut harus terjun ke lapangan untuk mengambil sampel cairan dari saluran pernapasan bawah pasien terduga Covid-19 sebagai bahan pemeriksaan.

“Jadi mereka harus turun sendiri mengambil sampel lendir dari usapan hidung, mulut dan tenggorokan pasien, kemudian kembali ke kantor BTKL-PP untuk melakukan uji klinis dan analisis,” ujar Kasrul yang juga Sekda Maluku.

Keterbatasan tenaga ini berdampak terhadap efektivitas waktu analisis sampel menjadi lebih lama, padahal pihaknya setiap saat bekerja cepat untuk mengetahui hasil dari para terduga COVID-19, sekaligus menempuh langkah-langkah penanganan.

“Inilah yang menjadi kendala. Padahal kalau tenaga tersedia lebih mungkin mereka lebih maksimal,” tutupnya (BB-DIO)

Mitra Kami

Asosiasi Media Siber Indonesia

PR Newswire