Walikota Ingatkan Sanksi Dalam PSBB Kepada Pemilik Warung

Walikota Ambon, Richard Louhenapessy saat memberikan penjelasan kepada salah satu pemilik warung makan di kota Ambon dalam tinjauan langsung ke sejumlah titik kawasan di Kota Ambon, bersama Wakil Walikota Syarif Hadler dan Sekretarus Kota (Sekkot) A. G Latuheru, Selasa (23/6/2020).
Walikota Ambon, Richard Louhenapessy saat memberikan penjelasan kepada salah satu pemilik warung makan di kota Ambon dalam tinjauan langsung ke sejumlah titik kawasan di Kota Ambon, bersama Wakil Walikota Syarif Hadler dan Sekretarus Kota (Sekkot) A. G Latuheru, Selasa (23/6/2020).

BERITABETA.COM, Ambon – Dua hari pelaksanaan Perwali tentang Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB), masih terdapat warung-warung yang menjajakan jualan makanan  seperti biasanya. Padahal, dalam aturan PSBB warung dilarang menyediakan makan di tempat bagi pelanggan.

Kondisi ini ditemui langsung oleh Walikota Ambon, Richard Louhenapessy saat melakukan tinjauan langsung ke sejumlah titik kawasan di Kota Ambon, bersama Wakil Walikota Syarif Hadler dan Sekretarus Kota (Sekkot) A. G Latuheru, Selasa 23 Juni 2020.

Peninjauan itu dilakukan untuk memastikan sekaligus mengingatkan pemilik warung tentang sanksi bagi yang melanggar Peraturan Walikota (Perwali) Ambon Nomor 18 tahun 2020 tentang PSBB itu.

Walikota Ambon dalam kesempatan itu menegaskan, mulai besok (hari ini), Rabu 24 Juni 2020, sanksi PSBB sudah diberlakukan. Bagi para pedagang atau pemilik warung makan dan sebagainya harus diingatkan tentang sanksi itu agar tidak merugikan mereka para penjual.

“Masih ada rumah makan yang menampung pelanggan makan di tempat, tapi saat kunjungan, telah diingatkan tentang sanksi yang akan berlaku Rabu besok,” ujar Walikota.

Menurutnya, hal itu perlu diingatkan, karena jika pada penerapan sanksi itu, petugas menemukan ada pelanggar, maka akan ada sanksi, dimana akan dibawa ke pengadilan dan dikenai denda. Deengan begitu, maka tentu akan merugikan mereka para pedagang makanan.

Sementara Pemerintah Kota Ambon sendiri tidak ingin itu terjadi karena akan merugikan mereka. “Jadi kami harap, mereka bisa menahan hati untuk mematuhi Perwali ini guna memutus mata rantai corona di Ambon. Mulai besok, tidak boleh lagi ada yang melanggar,” tegasnya (BB-AMH)

BACA JUGA:  PSBB di Kota Ambon Semoga Lancar

Mitra Kami

Asosiasi Media Siber Indonesia

PR Newswire