Gubernur Harap OJK Bersinergi dengan Pemprov Maluku

Gubernur Murad Ismail bersama istri pada acara Pelantikan dan Serah Terima Jabatan Kepala Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Provinsi Maluku, di Ballroom Hotel Santika, Jumat (7/2/2020) .

BERITABETA.COM, Ambon – Gubernur Maluku Murad Ismail berharap Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Provinsi Maluku dapat bersinergi dengan Pemerintah Provinsi (Pemprov) Maluku dalam memberikan kintribusi pada pencapaian kinerja perekonomian serta mewujudkan stabilitas pertumbuhan ekonomi yang lebih baik.

Perekonomian Maluku, kata gubenur, masih harus terus dibenahi. Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), pertumbuhan ekonomi Provinsi Maluku tahun 2019 tumbuh sebesar 5,57 persen.

“Kondisi ini sedikit lebih tinggi dari pertumbuhsn ekonomi nasional yang tercatat 5,02 persen,”  ungkap gubernur pada acara Pelantikan dan Serah Terima Jabatan Kepala Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Provinsi Maluku, di Ballroom Hotel Santika, Jumat (7/2/2020) .

Sementara untuk inflasi, lanjutnya,  tahun 2019 tercatat sebesar 2.08 persen, angka kemiskinan 17,65 persen, Indeks Pembangunan Manusia (IPM) di angka 68.19 persen dengan tingkat ketimpangan pendapatan daerah berada pada angka 0,324.

Indikator-indikator traebut, sebut mantan Komandan Korps Brimob Polri ini,  meskipun mengalami perkembangan positif dari tahun sebelumnya, namun pencapaian tersebut belum cukup kuat untuk mendorong percepatan peningkatan kesejahteraan masyarakat di Maluku.

“Kami berharap program kerja OJK Maluku lebih dapat bersinergi dengan Pemprov Maluku dan Bank Indonesia maupun lembaga keuangan lainnya dalam memberikan kontribusi pada pencapaian kinerja perekonomian,” harap gubernur.

Gubernur juga berharap, OJK dapat terus membantu masyarakat dalam memahami informasi  keuangan, yakni meningkatkan pengetahuan keyakinan dan keterampilan masyarakat dalam pengelolaan keuangan mereka dengan baik.

“Sebab ada informasi bahwa sebagian masyarakat kita sering keliru dalam menentukan pilihan investasi sehingga mereka dirugikan. Begitu pula perlindungan konsumen harus masuk dalam skala prioritas bagi OJK di maluku,” imbaunya.

Berkaitan dengan alih tugas ini kata gubernur, merupakan  perpindahan jabatan untuk pelaksanaan proses regenerasi dan kaderisasi sebagaimana tuntutan kebutuhan internal OJK.

“Proses ini adalah murni sebuah mekanisme berorganisasi dalam rangka mewujudkan visi misi OJK itu sendiri,” jelas gubernur.

Menurutnya, kebijakan melakukan mutasi pada tingkat manapun pasti telah di dahului dengan tahapan penilaian dan pertimbangan objektif baik dari sisi kompetensi, kapasitas dan kualitas sumber daya manusia.

”Kalau menurut Saya, jabatan adalah amanah sekaligus bencana buat saya dan keluarga, apabila saya tidak bisa jujur dan saya tidak bisa adil dalam melaksanakan amanah tersebut, sehingga jika harus diamini bahwa jabatan yang diperoleh semua terjadi karena amanah dan seijin dari Allah SWT,” paparnya.

Untuk itu, gubernur  menyampaikan  terimakasih kepada pimpinan OJK sebelumnya, Bambang Hermanto dan selamat datang kepada pinpinan OJK yang baru, Rony Nazra.

“Selamat datang dan selamat bekerja, selamat bertugas, kerjasama dan saling berkoordinasi sangat dibutuhkan Pemda untuk kemajuan dearah ini, ” tandas gubernur.

Turut hadir dalam acara pelantikan dan serah terima jabatan pimpinan OJK Provinsi Maluku, Heru Kristiyana, SH,MM, Anggota Dewan Komisioner Bidang Pengawasan Perbankan, perwakilan Forkopimda Maluku, pimpinan perbankan dan pimpinan OPD lingkup Pemerintah Provinsi Maluku (BB-DIO)

Mitra Kami

Asosiasi Media Siber Indonesia

PR Newswire