Kilang LNG Masela Akan Dibangun di Kabupaten Kepulauan Tanimbar

Kepala SKK Migas Dwi Sutjipto menyerahkan Surat Permohonan Penetapan Lokasi dan Surat Rekomendasi Gubernur kepada Gubernur Maluku Drs. Murad Ismail disaksikan oleh Presiden Inpex Akihiro Watabe dan Kepala DPRD Provinsi Maluku Lucki Wattimury dalam kunjungan kerja Kepala SKK Migas kepada Gubernur Maluku, yang berlangsung secara tertutup di lantai 6 Kantor Gubernur Maluku, Ambon, Senin (4/11/2019). (FOTO : HUMAS SKK MIGAS) Kepala SKK Migas Dwi Sutjipto menyerahkan Surat Permohonan Penetapan Lokasi dan Surat Rekomendasi Gubernur kepada Gubernur Maluku Drs. Murad Ismail disaksikan oleh Presiden Inpex Akihiro Watabe dan Kepala DPRD Provinsi Maluku Lucki Wattimury dalam kunjungan kerja Kepala SKK Migas kepada Gubernur Maluku, yang berlangsung secara tertutup di lantai 6 Kantor Gubernur Maluku, Ambon, Senin (4/11/2019). (FOTO : HUMAS SKK MIGAS)

BERITABETA.COM, Ambon – Satu langkah kongkret untuk mempercepat proyek Lapangan Abdi Blok Masela, telah dilalui Pemerintah Provinsi (pemprov) Maluku bersama Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi (SKK Migas).

Langka tersebut adalah penetapan area Liquefied Natural Gas (LNG) yang rencananya akan dibangun di Kabupaten Kepulauan Tanimbar (KTT), Provinsi Maluku.  Hal ini ditandai dengan penyerahan Surat Permohonan Penetapan Lokasi dan Surat Rekomendasi Gubernur Maluku.

Surat tersebut disampaikan langsung oleh Kepala SKK Migas Dwi Sutjipto kepada Gubernur Maluku Bapak Irjend Polisi (Purn) Murad Ismail disaksikan oleh Presiden Inpex Akihiro Watabe dan Kepala DPRD Provinsi Maluku Lucki Wattimury dalam kunjungan kerja Kepala SKK Migas kepada Gubernur Maluku, yang berlangsung secara tertutup di lantai 6 Kantor Gubernur Maluku, Ambon,  Senin (4/11/2019).

Kepala Departemen Humas SKK Migas Papua Maluku, Galih Agusetiawan dalam rilisnya yang diteriama beritabeta.com, Selasa sore (5/11/29) menjelaskan, dalam pertemuan tersebut,   Gubernur Maluku Murad Ismail menyampaikan, komitmennya bahwa Pemprov Maluku akan mendukung penuh semua eksekusi pembangunan dan mempercepat proyek Blok Masela.

Kepala SKK Migas Dwi Sutjipto bersama tim dan manajemen Inpex Masela Ltd, telah tiba Kabupaten Kepulauan Tanimbar disambut langsung oleh Bupati Petrus Fatlolon di Saumlaki, Selasa (5/11/2019)  

Hal ini, kata gubernur, agar dampak berganda dan manfaat dari kehadiran proyek LNG di Kabupaten Kepulauan Tanimbar dapat segera dirasakan masyarakat setempat.

“Saya ingin tahun 2020 Amdal dan pengadaan lahan dapat selesai. Sehingga di tahun berikutnya kegiatan fisik sudah dapat dimulai. Harapannya produksi gas bumi dapat disegerakan.” ujarnya.

Gubenur menegaskan, Pemprov Maluku tetap siap untuk memberikan dukungan untuk  mempercepat penyelesaian Amdal dan pengadaan lahan.

Sementara itu, Kepala SKK Migas  Dwi Sutjipto menyambut gembira dukungan ini seraya mengucapkan terima kasih atas dukungan Gubernur Maluku yang sudah berkomitmen mendukung percepatan pengembangan Blok Masela.

Menindaklanjuti kunjungan kerja tersebut, Kepala SKK Migas bersama tim dan manajemen Inpex Masela Ltd, Selasa (5/11/2019)  telah tiba Kabupaten Kepulauan Tanimbar.

Kedatangan romobongan SKK Migas disambut langsung oleh Bupati Petrus Fatlolon di Saumlaki.  Bersama Bupati, Kepala SKK Migas meninjau beberapa lokasi melihat ketersediaan infrastruktur guna mendukung proyek.

Senada dengan Gubernur Maluku, Bupati Falolon menyatakan kesiapan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kepulauan Tanimbar untuk mendukung Proyek Abadi Masela, serta mengajak seluruh jajaran, tokoh masyarakat, tokoh agama dan pemuda untuk turut mendukung proyek strategis nasional tersebut.

Kepala SKK Migas juga menyampaikan terima kasih atas  dukungan Bupati  Fatlolon selama ini. Kepala SKK Migas juga berpesan bahwa proyek Blok Masela wajib memperhatikan tiga hal, yaitu kualitas, schedule dan cost.

“Kualitas penting karena LNG Plant yang dibangun akan dioperasikan untuk waktu lama, sampai dengan tahun 2055. Schedule itu juga penting, karena semakin cepat selesai maka hasilnya akan cepat kita nikmati, baik oleh Pemerintah Pusat maupun Pemkab KTT dan masyarakat sekitar. Namun demikian untuk melakukan keduanya tetap harus memperhatikan cost atau biaya. Harus menggunakan biaya yang efesien.” ujarnya.

Bupati Kepulauan Tanimbar, Kepala SKK Migas dan manajemen Inpex juga mengunjungi area tempat akan dibangunnya onshore LNG Plant di Pulau Yamdena Kepulauan Tanimbar. (BB-DIO)

Mitra Kami

Asosiasi Media Siber Indonesia

PR Newswire