Pemkot Diminta Fasilitasi Produk UMKM Masuk ke Indomaret dan Alfamidi

Koordinator Biro Hubungan dan Komunikasi Organisasi Gerakan Kepumudaan dan Perguruan Tinggi, PB Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Abdul Friady Toisuta
Koordinator Biro Hubungan dan Komunikasi Organisasi Gerakan Kepumudaan dan Perguruan Tinggi, PC Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Abdul Friady Toisuta

BERITABETA.COM, Ambon – Pemerintah Kota (Pemkot) Ambon diminta tidak menutup mata melihat eksistensi dan keberadaan sejumlah Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) yang tersebar di Pulau Ambon.

Keberadaan sejumlah UMKM itu, wajib diselamatkan oleh Pemkot Ambon di tengah pandemi Covid-19 saat ini, karena  wabah Covid-19 telah berdampak pada  eksistensi sejumlah UMKM di daerah ini.

“Pemkot Ambon harus melihat masalah yang dihadapi oleh UMKM.  Salah satu solusinya adalah memfasilitasinya UMKM dengan memberikan akses, agar produk-produk yang dihasilkan UMKM dapat dijual di gerai-gerai milik Indomaret dan Alfamidi yang tersebar di kota Ambon,” kata Koordinator Biro Hubungan dan Komunikasi Organisasi  Gerakan Kepumudaan dan Perguruan Tinggi, Pengurus Cabang (PC) Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Abdul Friady Toisuta kepada beritabeta.com di Ambon, Sabtu malam (4/7/2020).

Menurut Toisuta,   imbas pandemic Covid-19 di Maluku, khususnya kota Ambon  telah melumpuhkan sektor ekonomi secara luas. Dan yang paling merasakan dampak ini, salah satunya UMKM yang tersebar di Pulau Ambon. Kondisi ini lebih diperparah dengan adanya pemberlakuan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB).

Mantan Ketua Umum IPPMASSI Ambon ini mangatakan, keberadaan retail minimarket Indomaret dan Alfamidi yang makin menjamur di Kota Ambon harusnya pula dapat dimanfaatkan dengan memberikan akses kepada UMKM untuk menjual produk-produk lokalnya di gerai-gerai yang tersedia.

“Kami sudah melakukan survey di sejumlah gerai Indomaret dan Alfamidi yang tersebar di kota Ambon. Yang jadi aneh, kenapa produk-produk lokal yang dijual sangat terbatas? Padahal banyak sekali UMKM lokal kita dengan produk-produk yang bagus. Ini  harusnya difasilitasi agar bisa membantu masyarakat lokal kita,” tandas Toisuta.

Ia bahkan mengaku telah menelusuri mekanisme yang ditetapkan kedua retail itu. Dan tidak ditemukan aturan khusus kepada UMKM untuk dapat memasukan produknya ke sana.

BACA JUGA:  Walikota : WTP Adalah Indikator Kuat Untuk Mendapat DID

“Kalau ada hambatan, harusnya peran ini difasilitasi Pemkot Ambon melalui intansi, sehingga di tengah kondisi pandemi yang tidak menentu ini, UMKM lokal  bisa bertahan karena memiliki pasar yang tersedia,” bebernya.

Toisuta juga menilai selama ini Pemkot Ambon hanya terfokus melihat masalah penanganan pembatasan masyarakat sebagai upaya memutus mata rantai penyebaran Covid-19, sementara kondisi ekonomi warga seakan diabaikan.

“Keberadaan mereka (Indomaret dan Alfamidi) kan atas izin Pemkot Ambon, harusnya ada ketentuan juga dong kepada mereka, agar bisa menerima produk-produk lokal kita, sehingga masyarakat atau pelaku usaha di daerah ini tidak merasa diabaikan,” beber dia.

Ia mencontohnya hanya ada  dua produk lokal yang saat ini dijual di Indomaret dan Alfamidi. Misalnya, untuk produk air mineral dan roti. Sementara di kota Ambon banyak sekali produk serupa. Misal saja ada produk berupa Sirup Pala, Abon Ikan, Roti dan lain-lain yang memang merupakan produk  UMKM.

“Kami minta tidak ada batasan soal prodak, karena semua punya hak yang sama untuk diperhatikan pemerintah. Bila ada ketentuan dan syarat yang harus dipenuhi, disitulah peran dinas terkait untuk membina meraka para pelaku usaha lokal untuk bisa lebih aksis dengan menghasilkan produk sesuai standar,” tandas Toisuta (BB-DIO)     

Mitra Kami

Asosiasi Media Siber Indonesia

PR Newswire