Pembacok Dua Warga Buru Didor Polisi

Manheta Nurlatu alias Sikolit, pelaku pembacokan terhadap Suripto (45) dan Diding Hadi (40), dua petani asal Desa Waeflan, Kecamatan Waelata, Kabupaten Buru saat dibawa ke Puskesmas untuk mendapat peretolongan medis, Minggu malam (07/6/2020) (Foto: Istimewa)
Manheta Nurlatu alias Sikolit, pelaku pembacokan terhadap Suripto (45) dan Diding Hadi (40), dua petani asal Desa Waeflan, Kecamatan Waelata, Kabupaten Buru saat dibawa ke Puskesmas untuk mendapat peretolongan medis, Minggu malam (07/6/2020) (Foto: Istimewa)

“Beberapa kali polisi mencoba memperingati pelaku untuk menyerahkan diri. Tapi pelaku tetap melawan. Petugas sempat beri tembakan peringatan ke udara, tetap saja pelaku tidak menghiraukan dan mencoba melawan menggunakan alat tajam,”

BERITABETA.COM, Namlea –  Manheta Nurlatu (30) alias Sikolit,  pelaku pembacokan terhadap Suripto (45) dan Diding Hadi (40), dua petani asal  Desa Waeflan, Kecamatan Waelata, Kabupaten Buru, akhirnya berhasil dilumpuhkan.

Personil Polsek Waeapo, Polres Pulau Buru pada  pukul 22.00 WIT, Minggu malam (07/6/2020),  terpaksa  melumpuhkan pelaku dengan timah panas, setelah mencoba melawan polisi.

Kapolsek Waeapo, Ipda Zainal yang dihubungi beritabeta.com melalui telepon selulernya menjelaskan, Sikolit berhasil disergap petugas dari Polsek Waeapo di tengah jalan di Desa Metar, Kecamatan Lokongquba pada pukul 22.00 WIT malam ini.

Saat mau ditangkap petugas dari Polsek Waeapu, pimpinan Ipda Zainal, pelaku melakukan perlawanan dengan senjata tajam.

“Ia menari bulan dengan parang (cakalele),”ungkap satu sumber yang ada di TKP Desa Metar.

Menurut Ipda Zainal, kalau anak buahnya sempat beberapa kali memperingati pelaku untuk menyerahkan diri. Tapi pelaku tetap melawan. Petugas sempat beri tembakan peringatan ke udara, tapi pelaku tidak menghiraukan dan mencoba melawan. Akhirnya pelaku dilumpuhkan dengan timah panas yang bersarang di kakinya.

Setelah dilumpuhkan dan diringkus, pelaku  dibawa ke Puskesmas rawat inap Waekasar pada pukul 23.00 WIT untuk mendapat pertongan medis.

Usai dirawat, ada rencana kalau pelaku akan langsung dibawa ke Mapolres Pulau Buru untuk diperiksa dan dimintai keterangan.

Kasubbag Humas Polres Pulau Buru, Ipda Zulkifli yang dihubungi turut membenarkan peristiwa penangkapan itu.

“Ini prestasi dari  Kapolsek Waeapo pak Ipda Zainal dan teman-teman kepolisian di Polsek Waeapo. Hanya selang 14 jam setelah kejadian pembacokan, pelakunya telah dapat ditangkap,”puji Ipda Zulkifli Asri.

BACA JUGA:  Tuntut Ngabalin Minta Maaf, Eggi Sudjana Layangkan Somasi

Sebagaimana diberitakan, dua petani di Desa Waeflan, Suripto dan Diding Hadi, dibacok oleh Manheta Nurlatu alias Sakolit pada Minggu pagi sekitar pukul 08.00 WIT.

Pelaku pembacokan yang dipanggil Sakolit ini diketahui warga asal Dusun Waiula, Desa Waemasing, Kecamatan Waesama,  Kabupaten Buru Selatan.

Manheta Nurlatu alias Sakolit adalah kakak kandung dari Nela Nurlatu, pelaku pembunuhan sadis terhadap tiga orang yang pernah terjadi di Desa Waelikut, Kecamatan Waesama, Kabupaten Buru Selatan tahun 2019 lalu.

Adiknya Nela Nurlatu telah divonis bersalah dengan pidana kurungan badan seumur hidup oleh majelis hakim PN Namlea.Sebelumnya JPU menuntut hukuman mati baginya, karena perbuatannya tergolong sadis.

Korban dan saksi Rifai bersama warga semetempat menurutkan, ciri-ciri pelaku rambut ikal berwarna hitam panjang sebatas telinga, kulitnya Sawo matang, tinggi badan kurang lebih 165 CM dengan berat badan  kurang lebih 55 kg.

Saat kejadian, pelaku menggunakan  kaos warna biru lengan pendek dan  celana pendek serta membawa sebilah parang.

Korban Suripto  menerangkan, saat itu ia sedang memperbaiki bagian depan pagar rumahnya. Tiba-tiba pelaku muncul dari lahan kosong di sebelah rumah.

Setelah mendekat, Sakolit langsung menebas parangnya dan spontan ditangkis Suripto dengan tangan kanan, sehingga lengannya terluka.

Sakolit lalu melarikan diri menuju ke rumah saksi Rifai yang saat itu sedang mengikat tali jemuran di samping rumahnya. Saksi tidak tahu kalau Sakolit baru saja membacok Suripto.

Saat bertemu Rifai, pelaku berbasa-basi,”ika tali nilon ka mas?,” dan dijawab Rifai,”Iya, untuk jemuran.”

Pelaku terus mendekat dan berusaha membacok korban .Saksi menghindari bacokan sambil berteriak dan lari ke dalam rumah untuk ambil parang.

Setelah parang di tangannya, saksi Rifai kembali keluar rumah.Tapi pelaku sudah tidak lagi terlihat.

BACA JUGA:  Oknum Polisi Dilaporkan ke Polres Pulau Buru, Diduga Gelapkan Dana BumDes

Saksi sempat mendengar teriakan minta tolong dari istri Diding Hadi. Kemudian saksi berlari ke arah rumah Diding Hadi dan mendapatkan tetangganya ini terduduk di depan tv sudah menderita luka bacokan.

Saksi Rifai langsung menolong Diding Hadi dengan berusaha menghentikan pendarahan dari luka temannya itu.

Banyak warga mendengar teriakan minta tolong dari istri Diding Hadi, sehingga mereka berdatangan ke rumah dan ada yang mencoba mengejar pelaku. Namun pelaku sudah duluan kabur masuk hutan di belakang desa.

Dari penuturan Diding dan istrinya, kalau pelaku tiba-tiba masuk ke dalam rumah dan langsung membacok dari belakang leher Diding dan langsung kabur. Korban saat itu sedang menonton tv dan istrinya yang mengetahui kejadian itu langsung berteriak minta tolong .

Korban Diding Hadi mengalami luka sobek akibat sajam di bagian belakang leher kurang lebih 10 Cm, dalam 1 Cm dan lebar 1/2 Cm, serta pendarahan aktif. dan pada pukul 11.00 WIT di rujuk ke RSUD Namlea  untuk mendapat perawatan medis lebih lanjut.

Sedangkan korban Suripto mengalami luka sobek bagian lengan kanan akibat sajam dengan panjang luka 5 Cm ,dalam 1 Cm dan lebar 1/2 Cm. Saat ini masih di rawat di Puskesmas Desa Waeilo, Kecamatan Waelata dalam kondisi sadar (BB-DUL)

Mitra Kami

Asosiasi Media Siber Indonesia

PR Newswire