PERADI Lantik 30 Advokat di Wilayah Hukum Pengadilan Tinggi Ambon

Pelantikan sebanyak 30 advokat dalam Sidang Terbuka Pengambilan Sumpah Advokat Perhimpunan Advokat Indonesia (PERADI) dalam wilayah Pengadilan Tinggi Ambon, Kamis (7/1/2020).

BERITABETA.COM, Ambon – Sebanyak 30 pengacara jebolan Pendidikan Khusus Profesi Advokat (PKPA) yang dinyatakan lulus Ujian Profesi Advokat (UPA) resmi dilantik dan dikukuhkan menjadi advokat.

Pelantikan ini berlangsung dalam Sidang Terbuka Pengambilan Sumpah Advokat Perhimpunan Advokat Indonesia (PERADI) dalam wilayah Pengadilan Tinggi Ambon, Kamis (7/1/2020).

Puluhan advokat ini sudah melewati masa magang selama dua tahun. Sebelum pelantikan, para advokat terlebih dulu diambil sumpahnya oleh Ketua Pengadilan Tinggi Ambon, Dr. Zainuddin,S.H.,M.Hum dalam sidang terbuka Pengambilan Sumpah Advokat Peradi dalam Wilayah Hukum Pengadilan Tinggi Ambon.

Pelantikan yang berlangsung di Kantor Pengadilan Tinggi Ambon tersebut digelar dengan tetap mengutamakan protokol kesehatan untuk mencegah penyebaran wabah Covid-19 di wilayah Kota Ambon dan khususnya di Pengadilan Tinggi Ambon.

Pelantikan dan pengukuhan 30 Advokat tersebut dilakukan oleh Ketua Dewan Pimpinan Cabang (DPC) PERADI Ambon Dr. Fahri Bachmid,S.H.,M.H., atas nama Ketua Umum Dewan Pimpinan Nasional Perhimpunan Advokat Indonesia (DPN Peradi) Prof. Dr. Otto Hasibuan,S.H.,M.M.

Dr. Fahri Bachmid,S.H.,M.H. dalam amanat pelantikan menjelaskan, pelantikan ini berdasar pada Surat Mandat No. 257/PERADI/DPN/EKS/I/2021, tertanggal 4 Januari 2021.

Dalam hal ini, kata Fahri,  dirinya bertindak untuk dan atas nama Ketua Umum DPN Peradi, untuk melakukan pengangkatan advokat di Wilayah Pengadilan Tinggi Ambon, dengan wilayah kerja meliputi seluruh Republik Indonesia.

Dikatakan, sebagai mana telah dijadwalkan bahwa pada hari ini PERADI kembali mengangkat advokat baru di tengah masa pandemi Covid yang diikuti opsi Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB), sebagaimana diatur dalam Undang-Undang No.6 Tahun 2018 tentang Karantina Kesehatan yang dijadikan penerapan social distancing dan pshycal distancing.

“Keadaan kita yang tidak normal inilah yang membuat proses dan pelaksanaan acara ini disesuaikan dengan anjuran penggunaan protokoler WHO. Mudah-mudahan kita semua tetap mawas diri untuk menjaga kesehatan,” ungkap  Fahri.

BACA JUGA:  PETI di Gunung Botak Dijerat Hukuman 10 Tahun Penjara

Mitra Kami

Asosiasi Media Siber Indonesia

PR Newswire