Polisi Amankan Pembacok Penambang Ilegal di Gunung Nona

Tersangka GN (baju kaos biru) saat diringkus dan dibawa ke ruang SPKT Polres Pulau Buru. Tersangka ditangkap di tempat persrmbunyiannya di di Desa Persiapan Waengapan, Kecamatan Lolongquba, Minggu (24/5/2020)
Tersangka GN (baju kaos biru) saat diringkus dan dibawa ke ruang SPKT Polres Pulau Buru. Tersangka ditangkap di tempat persrmbunyiannya di di Desa Persiapan Waengapan, Kecamatan Lolongquba, Minggu (24/5/2020)

BERITABETA.COM, Namlea – Pihak Kepolisian Polres Pulau Buru berhasil menangkap GN, pelaku pembacokan  terhadap Penambang  Gunung Nona, Susun Latbual (23 tahun), warga Dusun Humrey, Desa Waeflan, Kecamatan Lolongquba, Kabupaten Buru.

Kasubbag Humas Polres Pulau Buru, Ipda Zulkifli Asri yang dihubungi beritabeta.com,  Minggu tengah malam (24/5) membenarkan pelakunya berinitial GN telah ditangkap.

“Pelaku sudah di Polres dan sedang menjalani pemeriksaan,”ujar Ipda Zulkifli Asri.

Kasubbag Humas juga menyebutkan insiden pemarangan pada Sabtu lalu (23/5/2020) terjadi di TKP salah satu sungai yang oleh warga setempat disebut Waimkeda.

“Kalau tambang ilegalnya masih sangat jauh dari TKP pembacokan,”imbuh Ipda Zulkifli.

Sementara itu keterangan yang berhasil dihimpun menyebutkan, GN ditangkap di tempat persembunyiannya di Desa Persiapan Waengapan, Kecamatan Lolongquba pada Minggu dan langsung dibawa ke MapolreS Pulau Buru.

Setelah polisi mengetahui ciri-ciri dan identitas pelaku dari pengakuan korban pada Sabtu malam, tim Buser Polres dan dibackup Polsek Waeapo langsung terjun diam-diam di Desa Persiapan Waengapan.

Janji Kapolsek Waeapo, Ipda Erwin Palionro kepada keluarga korban kalau kepolisian telah menangani kasus ini dibuktikan dengan ditangkapnya GN disana.

“Pelaku berhasil ditangkap kurang dari 24 jam setelah kejadian di TKP sungai Waemkeda,”tutur satu sumber terpercaya.

Dari hasil penangkapan itu, polisi telah mengorek informasi awal kalau sebelum melakukan pembacokan , tersangka GN sempat mabuk-mabukan dengam beberapa warga di pangkalan ojek Desa Wapsalit.

Usai menenggak miras lalu ia pergi ke kebun sambil membawa parang. Di perjalanan, tersangka berpapasan dengan korban. “Korban dirangkul, lalu ditanyai kemudian didorong hingga jatuh. Sesudah itu korban ditebas  dari arah belakang. Usai kejadian tersangka kabur dan pulang bersembunyi di desanya,”terang sumber ini.

BACA JUGA:  Buntuti Gubernur Papua Lukas Enambe, 2 Penyidik KPK Dianiaya

Sebagaimana diberitakan, Susun Latbual dilarikan ke RSU Namlea akibat luka bacokan di punggung belakang sepanjang 25 centimeter. Korban dibacok dengan parang oleh Orang Tidak Dikenal (OTK), di lokasi tambang ilegal Gunung Nona, Desa Wapsalit, Kecamatan Lolongquba pada pukul 18.00 WIT, Sabtu (23/5).

Saat pembacokan itu terjadi korban mengaku melihat  OTK dalam keadaan mabuk . Saat korban berdiri dan membasuh mukanya yang berlumpur, tiba-tiba parang di tangan OTK itu melayang dan tebasan parang tajam itu mengenai bahu bagian kiri hingga punggung belakang. Korban tidak memberi perlawanan.

Kepada aparat keamanan, korban mengabari, kalau yang menganiaya dirinya diduga adalah warga Asal Desa Persiapan Waengapan,Kecamatan Lolongquba.  Korban hanya mengenali wajah, asal desa dan marganya saja, namun korban tidak mengetahui nama OTK tersebut.

Dalam kondisi terluka, korban memilih langkah seribu. Di tengah jalan korban bertemu dua penambang Novel Latbual dan Rudin Nurlatu. Dua rekannya itu lalu membawanya sampai di Desa Wapsalit.

Tiba di  Wapsalit,  Novel dan Rudin menyerahkan korban kepada Carles Latuwel. Kemudian sepupunya Carles Latuwel membawa korban menuju Puskesmas perawatan Waeapo.

Setelah mendapat perawatan di Puskesmas Waekasar, dan luka yang dideritanya cukup parah, menyebabkan pihak puskesmas merujuk korban ke RSU Lala di Namlea.Korban dievakuasi dengan mobil ambulance pada pukul 21.20 wit.(BB-DUL)

Mitra Kami

Asosiasi Media Siber Indonesia

PR Newswire