Terbakar Api Cemburu, Suami Parangi Istri

Korban Riche Ngatnum, yang menjadi korban pembacokan sumainya Buce Sehalawan akibat cemburu buta di kota Namlea, Jumat (31/7/2020)
Korban Riche Ngatnum, yang menjadi korban pembacokan sumainya Buce Sehalawan akibat cemburu buta di kota Namlea, Jumat (31/7/2020)

BERITABETA.COM, Namlea – Warga Bandar Angin Desa Namlea, Kecamatan Namlea, Kabupaten Buru, dikejutkan dengan peristiwa seorang suami, Buce Sehalawan (55) yang tega memerangi istrinya Riche Ngatnum.

Perbuatan Buce dipicu rasa cemburu buta, sehingga istrinya menjadi korban, pada Jumat malam lalu (31/7/2020).

Dilaporkan, walau peristiwanya sudah lewat dua hari, namun sampai Minggu (2/8/2020), masyarakat di kawasan Bandar Angin masih ramai menggunjingkan peristiwa ini.

“Kok tega ya, istri sendiri dibacok,”gunjingkan beberapa ibu rumah tangga di sekitar lokasi kejadian.

Informasi yang berhasil dihimpun media ini dari beberapa tetangga di tempat kejadian perkarka (TKP), kos-kosan lorong Mesjid Bandar Angin menyebutkan, Buce Serhalawan yang sehari-harinya berprofesi sebagai montir itu, tega menganiaya istrinya karena terbakar api cemburu. Tetangganya sudah sering mendengar Buce dan Riche selalu bertengkar.

Kapolsek Namlea, IPTU Handry Dwi Azhari, kepada awak media juga membenarkan kejadian itu.

“Saat kejadian itu berlangsung, pelaku juga diduga dalam keadaan mabuk,”benarkan Kapolsek.

Dituturkannya, waktu itu pelaku pulang ke kos-kosan bersama rekannya Yulio sekitar pukul 20.00 WIT. Keduanya berboncengan dengan motor.

Sampai di kos -kosan pelaku menurunkan Julio dan pergi tanpa diketahui. Pelaku kembali lagi ke kos- kosan, sekitar pukul 20.30 WIT, dengan membawa bantal dengan tikar.

Kemudian pelaku kembali mengajak Yulio untuk sama-sama pergi membeli makanan di luar. Saat kembali ke kos-kosan, pintu kos sudah terkunci. Sementara istrinya berada di dalam bersama adik iparnya.

Buce langsung marah dan membongkar paksa kunci pintu agar bisa masuk. Di dalam kos-kosan terdengar pertengkaran antara Buce dan istrinya Riche.

Saksi Aldi dan Mikel mendengar pelaku dan korban Rice sedang adu mulut. Korban sempat mengatakan kepada pelaku, “mengapa ose(kamu) bongkar slot yang sudah dikunci”.

BACA JUGA:  Tim BAZNAS Dicuri, Uang Tunai Bantuan Korban Gempa Ikut Raib

Sedangkan saksi Yulio menerangkan, melihat rekannya Buce memegang sebilah parang, dan ingin masuk ke dalam kos -kosan adik perempuan korban yang bernama Lusi.

Namun Lusi berteriak meminta pelaku agar keluar dari kos – kosan dan Riche mendorong pelaku. Tetapi pelaku tetap memaksa masuk dengan mendobrak pintu.

Saat mendengar teriakan Riche, Julio langsung masuk ke kamar kosnya korban. Ia melihat Buce  keluar melarikan diri, dan di dalam kos  adik korban sedang menangisi kakaknya korban yang sudah bersimpah darah.

Pasca peristiwa itu, petugas dari Polsek Namlea dipimpin, IPTU Handry Dwi Azhari, langsung bergerak cepat menuju TKP, kemudian membawa korban ke RSUD Namlea dan mengamamankan para saksi, untuk di mintai keterangan.

Dari  keterangan masyarakat, bahwa pelaku melarikan diri ke arah belakang kos -kosan.

Saat sedang dicari, tiba-tiba Buce muncul dari arah belakang kos- kosan dalam keadaan bersimbah darah pula.

“Diduga pelaku menikam dirinya, melihat pelaku sudah bersimbah darah anggota Polsek Namlea menangkap dan memborgol pelaku, Pelaku langsung dibawah ke Rumah Sakit Namlea untuk mendapat  perawatan,” beber Kapolsek (BB-DUL).

Mitra Kami

Asosiasi Media Siber Indonesia

PR Newswire