Hasil Penelitian: Pasien Covid-19 Berhenti Tularkan Virus Setelah 11 Hari

Ilustrasi Pasien Virus Corona
Ilustrasi Pasien Virus Corona

BERITABETA.COM, Jakarta – Hasil dari sebuah penelitian yang dilakukan para ilmuwan di Singapura menemukan setiap pasien yang terinfeksi virus corona  (Covid-19)  tidak bisa menularkan virus kepada orang lain setelah 11 hari sakit. Meskipun hasil tes medisnya tetap positif.  Pasien Covid-19  mampu menularkan virusnya sekitar 2 hari sebelum mengalami gejalanya.

Kemudian, pasien Covid-19 bisa menularkan bug selama 7 hingga 10 hari setelah mereka mulai merasakan kesakitan. Mereka juga menemukan, virus corona ini tidak bisa diisolasi atau dikultur setelah 11 hari.

Penemuan ini disampaikan para ilmuwan dari Pusat Penyakit Menular Nasional Singapura dan Akademi Kedokteran, setelah mempelajari sebanyak 73 orang yang menderita Covid-19 di negara tersebut.

Pasien Covid-19 yang masih menunjukkan gejala setelah 14 hari bisa mengalami penyakit pernapasan yang tidak bisa ditularkan ke orang lain.

“Berdasarkan pada akumulasi data sejak terjadinya pandemi Covid-19, periode infeksi pada individu yang bergejala bisa dimulai sekitar 2 hari sebelum timbulnya gejala dan bertahan selama 7 hingga 10 hari,” kata para peneliti dikutip dari The Sun.

Direktur eksekutif NCID Leo Yee Sin dikutip dari Express.co.uk, kemarin Senin, 25 Mei 2020 menatakan,  replikasi virus aktif turun dengan cepat setelah minggu pertama. Virus tidak ditemukan setelah minggu kedua sakit.

“Secara ilmiah, saya sangat yakin, ada cukup bukti bahwa orang tersebut tidak lagi menularkan (virus) setelah 11 hari.”

Hal senada disampaikan oleh ahli penyakit menular, Dr Asok Kurup. “Studi masih berlangsung dan kami akan mendapatkan lebih banyak data. Tetapi kami akan melihat hal yang sama, karena ada banyak ilmu dalam hal ini,” ujar dia.

Dikutip dari Straits Times, berdasarkan kajian tersebut, pasien terinfeksi virus corona semestinya bisa pulang setelah 11 hari dirawat dan diisolasi. Kecuali, pasien juga menderita penyakit lain yang harus diobati secara intensif.

BACA JUGA:  Ini Cerita Dorries, Menkes Inggris yang Terpapar Virus Corona

Sementara penelitian di Jerman terhadap sembilan pasien juga menunjukkan bahwa virus bertambah dan menyebar di tenggorokan dan paru-paru pada minggu pertama. Namun, peningkatannya tak lagi signifikan pada hari kedelapan.

Baru-baru ini, pemerintah Singapura juga melepas 18 pasien yang memiliki gejala ringan. Mereka sudah dirawat selama 38 hingg 51 hari, namun masih positif Covid-19. Karena itu, mereka tetap diminta mengarantina diri selama tujuh hari setelah pulang.

“Kami akan mempelajari dengan seksama pernyataan posisi dan mengevaluasi bagaimana kami dapat memasukkan bukti terbaru ke dalam rencana manajemen klinis pasien,” kata Kementerian Kesehatan (MOH) Singapura (BB-DIP)

Mitra Kami

Asosiasi Media Siber Indonesia

PR Newswire