Komitmen Majukan Uniqbu, UMI Makassar Beri Bimtek Evaluasi

Komitmen Majukan Uniqbu,  UMI Makassar Beri Bimtek Evaluasi
Ketua Lembaga Penjamin Mutu UMI Makassar, Prof.Dr.Ir.H. Abdul Makhsud, DEA saat memberikan materi Bimtek kepada 50 dosen dan dekan Universitas Iqra Buru di Auditorium Uniqbu Buru, Rabu pagi (3/7/2019).(FOTO:BERITABETA.COM)

BERITABETA.COM, Namlea– Universitas Muslim Indonesia (UMI) Makassar terus berkomitmen untuk memajukan Universitas Iqra Buru (Uniqbu).  Sebagai universitas pengasuh, UMI Makassar kini menggelar kegiatan Bimbingan Teknis (Bimtek) Penyusunan Laporan Evaluasi Diri dan Laporan Kinerja Perguruan Tinggi.

Kegiatan Bimtek yang dibawakan oleh Ketua Lembaga Penjamin Mutu UMI Makassar, Prof.Dr.Ir.H. Abdul Makhsud,  DEA itu digelar di Auditorium Uniqbu Buru,  Rabu pagi (3/7/2019).

Abdul Makhsud kepada awak media mengatakan, UMI saat ini diberi kepercayaan oleh pihak pemerintah untuk melakukan  bantuan pendampingan atau istilah dengan Program Asuh Perguruan Tinggi (PT) unggul.  PT unggul ini diberikan kepada perguruan tinggi yang sudah memiliki atau mendapatkan akreditasi A untuk bisa mengasuh Prodi yang masih akreditasi C.

Program ini bertujuan membantu PT  agar  bisa meningkatkan proses pengelolaan perguruan tinggi, paling tidak adalah meningkatkan peringkat akreditasi perguruan tinggi tersebut.

“Kami sebagai universitas pengasuh memang diberi tugas oleh pemerintah untuk membantu Perguruan Tinggi asuhan yang masih akreditasi C, ” jelasnya.

Ada tiga program yang dilakukan yakni, program untuk pemenuhan dokumen sistem penjaminan mutu dimana standar nasional pendidikan tinggi itu harus dipenuhi. Minimal ada 20 standar dari 24 standar itu harus dimiliki oleh semua PT.

“Beberapa waktu lalu kami sudah melakukan pendampingan bagaimana menyusun dokumen yang 24 standar itu ditambah dengan dokumen yang harus dimiliki atau dibuat oleh perguruan tinggi yang melampaui dari 24 standar, ” ujarnya.

Kata Abdul, artinya ada standar tambahannya,  karena kalau 24 standar yang ditetapkan oleh Dikti itu standar minimal hanya itu yang dimiliki. Standar minimal itu diharapkan semua perguruan tinggi harus bisa menyusun atau memiliki standar yang lebih atau melampaui standar Dikti.

Lebih jauh Abdul menjelaskan,  jika ada tambahan petunjuk,  pihaknya kan terus  kembangkan. Katanya,  sudah banyak Perguruan Tinggi yang maju di Indonesia dengan standar mencapai 400-an.

Abdul menambahkan,  kedatangan mereka ke Uniqbu ini untuk kedua kalinya dengan keinginan memberikan pemahaman dan bimbingan bagaimana menyiapkan dokumen akreditasi dengan menetapkan 7 standar untuk akreditasi.

“Sekarang ini ada 9 bukan lagi disebut standar tapi 9 kriteria yang harus dipahami dengan baik oleh setiap perguruan tinggi, pengelola baik aktor, ” imbuhnya.

Terkait 9 kriteria  instrumen  itu akan dijelaskan dan diberi pemahaman kepada seluruh perguruan tinggi asuhan UMI Makassar terkait  bagaimana mempersiapkan dan membuatnya atau menyusun dokumennya  ditahap kedua ini. Dan untuk tahap ketiga nanti yang direncanakan pad akhir bulan ini,  akan dilakukan proses evaluasi atau audit mutu internal.

“Kemarin waktu tahap pertama itu terkait bagaimana menyusun dokumen standar kemudian bagaimana standar itu sudah disusun dilaksanakan.  Kemudian harus dievaluasi apakah benar sudah dilaksanakan atau tidak sehingga tahap ketiga itu ada namanya audit mutu internal di semua ketentuan, ketetapan dan kebijakan yang ditetapkan baik oleh yayasan maupun oleh rektor atau rekaan atau prodi itu harus dievaluasi apakah sesuai atau tidak, ” jelasnya

Dirinya juga bergarap agar Uniqbu bisa berkembang maju dan menguasai seluruh kriteria agar Uniqbu bisa mengantongi akreditas minimal B dan Maksimal A untuk semua Prodi dan bisa bersaing dengan universitas lain yang ada di Indonesia, harapnya.(BB-DUL)

Close Menu