125 Tenaga Kerja Konstruksi di Malteng Ikuti Uji Sertifikasi

Kegiatan Uji Sertifikasi yang digelar Balai Jasa Konstruksi (BJK) Wilayah VII Jayapura bekerja sama dengan Dinas PUPR Malteng, diikuti sebanyak 125 tenaga kerja konstruksi. Kegiatan ini berlangsung di Gedung Mae Oku Masohi, Jumat (11/9/2020).

BERITABETA. COM,  Masohi – Balai Jasa Konstruksi (BJK) Wilayah VII Jayapura bekerja sama dengan Dinas Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Kabupaten Maluku Tengah (Malteng), menggelar kegiatan Uji Sertifikasi bagi 125 tenaga kerja konstruksi yang ada di Kabupaten Malteng.

125 peserta ini mengikuti  wawancara dalam Uji Sertifikasi. Mereka merupakan tenaga kerja di bidang konstruksi pertukangan dan tenaga pelaksana.

“Yang dilaksanakan di sini itu jabatan kerjanya, ada tukang kayu,  tukang batu,  tukang besi dan tukang las. Sementara untuk mandornya sebagai kontruksi,” kata  Koordinator Maluku untuk Balai Jasa Konstruksi Wilayah VII Jayapura Iryanto Asfar. S, Kom kepada awak media di Gedung Mae Oku Masohi,  Jumat (11/9/2020).

Menurut Iryanto, kegiatan  wawancara ini dilaksanakan bagi para tukang di Malteng, untuk mendapatkan sertifikat.

Iryanto juga percaya bagi para tukang di Malteng memiliki skil pertukangan yang sangat bagus.

“Kami yakin para tukang di Malteng sudah memiliki pengalaman lebih,” terangnya.

Iryanto berharap, para peserta yang mengikuti uji wawancara sertifikasi jasa Konstruksi bisa berkompeten, agar mutu dari tenaga kerja konstruksi di Malteng dapat terjamin.

“Harapan kami mereka semua kompoten supaya mutu dari tenaga kerja konstruksi dari Malteng bisa terjamin,” harapnya.

Sementara Bupati Malteng Tuasikal Abua dalam sambutannya yang disampaikan oleh Asisten II Setda Malteng Bahrun Kalaw menjelaskan, kegiatan ini dilaksanakan Sesuai Amanat Undang-Undang Nomor 2 Tahun 2017 tentang Jasa Konstruksi.

Ia mengatakan bahwa, setiap Tenaga kerja Konstruksi yang bekerja di Bidang Jasa Konstruksi, wajib memiliki sertifikat Kompetensi Kerja.

“Sertifikat membuktikan bahwa tenaga kerja itu berkompeten di bidangnya sehingga kualitas pekerjaan yang diharapkan bisa terjamin kualitasnya, selain itu sertifukat juga diperlukan untuk mengurangi resiko kecelakaan kerja konstruksi,” jelasnya.

BACA JUGA:  Sikapi Wabah Corona, Pemuda SBB Surati Bupati, Begini Isinya

Selain itu, kata Tuasikal, kegiatan Sertifikasi ini dimaksudkan agar tenaga kerja lokal terutama para peserta yang mengikuti kegiatan ini dapat meningkatkan Sumber Daya Manusia.

“Kegiatan ini dilaksanakan untuk memperoleh sertifikat dan kepastian hukum, sehingga kedepannya dapat menghasilkan Pekerja konstruksi yang handal dan berkualitas di Daerah ini,” ungkapnya.

Bupati berharap kegiatan ini dapat berjalan dengan sebaik-baiknya, agar maksud dan tujuan diIaksanakannya kegiatan ini dapat dicapai secara maksimal. Sehingga hasil dari setiap pekajaan, benar-benar memenuhi standar dan kriteria sesuai dengan ketentuan peraturan perUndang-Undangan yang berlaku, serta dapat memberikan manfaat besar bagi kepentingan masyarakat di Daerah ini.

“Saya barharap kepada semua pihak, baik Aparatur Sipil Negara maupun pelaku jasa konstruksi  agar bersama-sama berupaya untuk meningkatkan kinerja dan profesionalisme dalam mengelola Jasa Konstruksi di bumi Pamahanunusa ini,” harapnya (BB-FA)

Mitra Kami

Asosiasi Media Siber Indonesia

PR Newswire