Aparat Bersihkan Aktivitas PETI di Tambang Gogorea, Pulau Buru

Aparat Bersihkan Aktivitas PETI di Tambang Gogorea, Pulau Buru
Aparat gabungan TNI/Polri dan Satpol PP Kabupaten Buru, memasang police line, pada sebuah rumah yang digunakan PETI di kawasan tambang illegal Gogorea,Kecamatan Waeapo, Kabupaten Buru, Maluku, Senin (7/10/2019). (FOTO : BERITABETA.COM)

BERITABETA.COM, Namlea –  Aparat gabungan dari Polres Pulau Buru dan Kodim 1506/Namlea serta Satpol PP Kabupaten Buru, kembali menyisir tambang ilegal di kawasan Gogorea, Kecamatan Waeapo, Kabupaten Buru, Maluku, Senin (7/10/2019). Selama penyisiran, aparat gabungan menemukan masih ada 11 kepala keluarga (KK) yang menetap di tambang tersebut atas izin pemilik lahan.

Kasubbag Humas Polres Pulau Buru, Ipda Zulkilfi Asri kepada wartawan menjelaskan, penyisiran penambang illegal tanpa izin (PETI) di tambang emas Gogorea dimulai dengan apel gabungan dipimpin Kabag Ops Polres,  AKP Ruben M.H. Sihombing, S.I.K.

Usai apel gabungan dilanjutkan dengan kegiatan penyisiran pada pukul 10.00 wit dan berakhir pukul 15.30 WIT. Selama penyisiran aparat gabungan membongkar dua tenda penambang, dua rumah papan serta membakar tiga lobang galian.

Selain membongkar tenda dan rumah papan serta membakar lobang galian, aparat juga melakukan pendekatan persuasif atau sosialisasi dengan pemilik lahan dan penambang yang tinggal Di Lokasi PETI Gogorea.

Lanjut Ipda Zulkifli, dari hasil sosialisasi tersebut terdapat 11 KK yang mendapat izin dari pemilik lahan/ahli waris untuk menjaga dan mendirikan bangunan di Gogorea.

Ke-11 KK  penambang itu antara lain, Risna Tata, Nanang Hayati, Tonang Oli, Wawan Rahim, Hasdeni Puputungan,Nurhayati Musrafil, Frangky Sahertian,Adam Bolata, Sumiati Herman, Samsuri Nurnaningsi,dan Herman Pangko.

Penertiban dan pembersihan bekas-bekas penambangan emas di kawasan gogorea, Pulau Buru (FOTO: BERITABETA.COM)

Selama penyisiran, tambahkan Ipda Zulkilfi, ditemukan ada satu penambang yang sakit dan lumpuh asal Sulawesi Utara. Dan yang bersangkutan dievakuasi keluar lokasi tambang pukul 14.12 WIT.

Ditambahkan pula, jelang sore hari sekitar pukul 15.00 WIT, saat dilakukan pembongkaran rumah, aparat gabungan menemukan tujuh lubang galian yang diduga masih aktif.Kemudian lubang galian itu diberi police line.

Giat apel dihadiri Pasi Ops Kodim 1506 Namlea, Kapten Husain Malagapi, Danpom Namlea Kapten CPM M.S. Kurniawan, Kasat Reskrim Polres P. Buru,  AKP Uspril W. Futwenbun, S.Sos, Kasat Intelkam Polres P. Buru, Iptu Sirilus Atajalin, Kasat Sabhara Polres P. Buru , Iptu lpius Iwi, S. Sos, Kasubag Bin Ops Polres P. Buru, Iptu Rudi S.P. Raunsay.

Selanjutnya, Kapolsek Waeapo, Ipda Andi Erwin Poleondro, S.Hi, KBO Sabhara Polres P. Buru, Ipda Remond Soplantila, Kasi Propam Polres P. Buru, Bripka Iskandar Lamani, Danton Brimob Subden 3 A Pelopor, Aiptu Amir Tomia, Korlap Sat PP, Robo Kakiahi dan melibatkan anggota pasukan setingkat satu SSK. (BB-DUL)

Close Menu