Geger, Remaja di Masohi Gantung Diri Akibat Tak Dibelikan HP

ILUSTRASI : Gantung Diri

BERITABETA.COM, Masohi – Kisah hidup Kasim Watileten (18) berakhir tragis. Hanya karena permintaannya untuk dibelikan hand phone (HP) ditolak orangnya tua. Remaja asal Kompleks Apui, RT 6 Kelurahan Ampera, Kecamatan Kota Masohi, Kabupaten Maluku Tengah (Malteng) ini nekat mengakhiri hidupnya dengan seutas tali.

Pria yang biasa dipanggil Acim ini, ditemukan tewas gantung diri di rumahnya, sekitar pukul 13.00 WIT, Kamis (31/10/19)

Korban diketahui sudah tidak bernyawa oleh kakaknya Rais Watiletan. Rais mengisahkan, awalnya ia hendak memanggil Acim untuk makan siang. Saat itu Acim diketahui berada dalam kamar dan menutup pintu kamar.  

Rais kemudian mengetuk pintu. Namun  tidak direspon. Akhirnya Rais mendobrak pintu. Saat pintunya terbuka, Rais melihat adiknya sudah tewas tergantung dengan tali yang melingkar di lehernya.

“Waktu buka pintu dia sudah meninggal gantung diri,” kata Rais saat dikinfirmasi beritabeta.com di TKP.

Kejadian tersebut membuat Rais syok. Tak pikir panjang, Rais memanggil tetangga untuk menurunkan Acim dari tali  gantungan, sembari mengharapkan Acim masih bisa bernafas. Namun Saat Rais mencoba untuk membangunkan Acim ternyata korban sudah tidak bernyawa.

Kematian Acim yang berakhir tragis itu kemudian dituturkan tentang penyebabnya. Rais mengungkapkan, sehari sebelumnya, HP milik Acim hilang. Saat itu Acim sempat meminta dibelikan HP baru kepada bapaknya Ahmad Faliah. Namun permintaan Acim tidak digubris atau tidak disanggupi oleh bapaknya.

“HP-nya kemarin hilang. Dan dia minta dibelikan baru tapi belum disanggupi. Hanya itu saja yang saya ketahui sebelum kejadian ini,” jelas Rais.

Wartawan beritabeta.com melaporkan dari TKP, pihak Kepolisian Polres Maluku Tengah sudah meninjau TKP. Kanit SPKTIII Polres Maluku Tengah Abdullah Situru terlihat  memantau langsung kejadian pasca ditemukan korban.

Situru  mengatakan, pihaknya belum bisa memastikan apakah Acim akan diautopsi atau tidak.  ”Nanti ditanyakan keluarga,” singkat  Situru saat dikonfirmasi mengenai rencana autopsi Korban.

Kejadian ini juga dilaporkan, Ketua RT Syafi’i (52) ke Babinsa dan Polsek Kota Masohi.  Pada Pukul 13.30 WIT, Babinsa Apui, Serka Amir Tipaheuw bersama Babinkamtibmas dan personel Polsek Kota Masohi juga tiba di TKP untuk melaksanan penyelidikan lebih lanjut. (BB-FA)

Mitra Kami

Asosiasi Media Siber Indonesia

PR Newswire