Ikan Raksasa Mati Terdampar di Pantai Lopong Indah, Pulau Buru

Ikan Raksasa Mati Terdampar di Pantai Lopong Indah, Pulau Buru
Ikan raksasa yang ditemukan mati terdampar di tepi pantai Lopong Indah, Desa Lamahang, Kecamatan Waplau, Kabupaten Buru, Sabtu pagi (5/10/2019). (FOTO : BERITABETA.COM)

BERITABETA.COM – Seekor ikan  raksasa ditemukan mati terdampar oleh warga  Desa Lamahang, Kecamatan Waplau, Kabupaten Buru, Maluku.  Penemuan ikan ini menggegerkan warga setempat. Ikan berbobot besar itu sudah dalam kondisi mati.

Wartawan beritabeta.com melaporkan, ikan raksasa yang belum diketahui jenisnya itu ditemukan terdampar di tepi pantai Lopong Indah pada, Sabtu pagi (5/10/2019).

Beberapa anak remaja yang sedang bermain di tepi pantai Lopong Indah tidak sengaja melihat ikan itu terdampar dan kandas di air yang kering. Temuan ini sontak diberitahukan kepada warga setempat, sehingga orang berbondong-bondong datangi pantai lokasi penemuan, lalu ada yang berinisiatif mengkat ikan dari air dangkal itu ke tepi pantai.

Fenomena terdamparnya ini menjadi tontonan warga. Ada yang mengabadikan peristiwa itu dan memviralkannya di media sosial facebook. Ode Alimin Buton, warga Lamahang yang kini sedang menjalani studi S2 di Yogyakarta, dalam kicauannya mengaku ikan ini langka dan unik.

“Barusan masyarakat Desa Lamahang di kagetkan dengan ikan yang terdampar di pesisir pantai lopong indah,”kicau Ode Alimin.

Desa Lamahang, Kecamatan Waplau, Kabupaten Buru, saat mencoba mengangkat ikan mola mola itu ke tepian pantai (FOTO : BERITABETA.COM)  

Warga Desa Lamahang, Any Buamona, juga menuturkan, kalau ikan raksasa itu lagi ditonton warga di desanya.Namun ia tidak tahu jenis ikan itu dan peyebab matinya.

Menanggapi Ani, salah satu warga net, Djalil Anwar Loilatu mengatakan, kalau peristiwa langka itu bisa saja suatu pertanda.  “Mudah-mudahan seng (tidak) ada hal buruk yang terjadi di katong (kita) pung kampung, amin,”imbuh Djalil.

Beberapa warga yang menyaksikan dan melihat ikan itu dari dekat, ada yang menyebut kalau ikan itu Raja Kuli Pasir. Ada yang menyebut pula dengan nama Raja Tato. “Ikan ini mati mungkin makan umpan bore (diracun),”spekulasi Deni Tan.

Sementara satu warga lainnya, Ifandris Kaimudin menuturkan, kalau ikan raksasa yang mati terdampar itu sering disebut ikan mola mola. Kata Ifandris,  ikan mola mola merupakan ikan pemakan karang dan berenang sangat lambat serta mengikuti pergerakan arus laut.  Ikan mola mola  juga pernah terdampar dan ditemukan di pinggiran pantai Lateri kota Ambon.

Dampak dari terdampar ikan mola mola ini bisa saja karena kekurangan sumber makanan atau terbawa arus laut yang sangat kuat, sehingga ikan mola mola tidak mampu berenang.

“Jadi dihimbau pada masyarakat Pulau Buru khususnya Desa Lamahang, terdampar ikan mola mola tidak punya pengaruh dengan tanda apa pun,”imbuh Ifandris.

Sedangkan satu warga Desa Hatawono, Kecamatan Waplau,  Ona Waborobo menuturkan, ikan yang sama juga telah ditemukan di tepi pantai di desanya “Ikan itu juga mati d Hatawano,”terang Ona.

Sementara Kadis Perikanan Kabupaten Buru, Imran Makatita mengaku stafnya belum menetili penyebab kematian ikan langkah tersebut. ‘Kita tidak punya alat untuk menelitinya,”aku Imran.

Dilansir dari beberapa sumber menyebutkan ikan mola mola diklasifikasikan dalam kelompok hewan rentan terhadap kepunahan. Bahkan berada pada kelompok tingkat rentan kepunahan yang sama dengan beruang kutub, cheetah dan panda raksasa.

Sangat jarang ada ikan yang dipanggil dengan nama latinnya. Mola mola oleh orang luar negeri disebut sunfish. Ikan mola mola banyak hidup di perairan negara tropis. Mola mola begitu unik dengan bentuk badannya yang bulat pipih, bersirip menjulang ke atas dan ke bawah. Matanya besar dan jenaka, dengan gerakan tubuh yang lamban. Sekilas tampak seperti bakso yang gepeng.

Ukuran ikan itu sebenarnya begitu besar dengan diameter yang bisa mencapai 3-4 meter. Beratnya pun tak tanggung-tanggung, dapat menyentuh angka 1.000 kg. Mola-mola pun termasuk ikan bertulang terberat di dunia.

Mola mola dikenal dengan sebutan ocean sunfish, alias ikan yang gemar mencari sinar matahari. Setelah lama menyelam, ikan ini akan berenang mendekati permukaan laut untuk berjemur sejenak.

Mereka bisa menyelam hingga 2.600 kaki. Umumnya, mereka suka nongkrong di kedalaman 160 hingga 650 kaki (sekitar 46-198 meter), tetapi kadang-kadang bisa lebih dalam. (BB-DUL)

Close Menu