Ini Kronologis Empat Kapal yang Ludes Terbakar di Pelabuhan Tulehu

Ini Kronologis Empat Kapal yang Ludes Terbakar di Pelabuhan Tulehu
Empat buah kapal ikan , KM. Taman Pelita, KM. Putri Dobo, , KM. Ampry dan KM Delta King yang hangus terbakar di pelabuhan Hurnala, Desa Tulehu, Kecamatan Saluhutu, Kebupaten Maluku Tengah, Jumat malam (4/10/2019)

BERITABETA.COM – Empat buah kapal yang tengah berlabu di  Pelabuhan Hurnala, Desa Tulehu, Kecamatan Salahutu, Kabupaten Maluku Tengah, Provinsi Maluku, ludes terbakar pada Jumat malam (4/10/2019) sekitar pukul 19.00 WIT.

Informasi yang dihimpun beritabeta.com, Jumat malam (4/10/2019) menyebutkan, insiden ini berawal dari terbakarnya KM Taman Pelita, kapal barang milik PT Sumber Rezeki  yang tengah berlabuh di pelabuhan Tulehu untuk mendistribusi beras ke Pulau Seram.

Api yang bersumber dari KM Taman Pelita kemudian menjalar dan membakar tiga buah kapal lainnya yang berlabu berdekatan. Ketiga kapal ikan yang ikut terbakar itu masing-masing,   KM. Putri Dobo milik Rizard Anggara alias Cai, alamat Passo Kota Ambon,  KM. Ampry milik Yanes Hatu, alamat Negeri Haria dan KM. Delta King milik Hamidu alias Hamid, alamat Hurnala II.

Dari laporan polisi yang dihimpun menyebutan, dari  keterangan saksi I, ABK Taman Pelita,  Robo (42) yang juga berprofesi sebagai koki menerangkan saat pulang dari belanja di kota Ambon, saksi saat itu tengah menaruh barang-barang belanjaan di atas kapal. Saksi kemudian mencium bau hangus seperti ada sesuatu yang terbakar.

“Saya kemudian bertanya teman ABK lainnya.  Jainudin bahwa, ose (kamu) ada cium bau hangus tidak?,” tanya dia.

Belum mendapat jawaban dari temannya itu, kata dia,  kemudian keduanya mendengar teriakkan dari arah bawa dermaga,  ada api di KM  Taman Pelita pada bagian kamar mesin.

Ia menjelaskan, mendengar teriakan itu, saksi  kemudian turun dari kapal untuk memastikan sumber api tersebut. Ternyata benar api yang berasal dari kamar mesin teah membesar dan membakar kapal.

Sementara itu, Jainudin (40) yang juga ABK (juru mudi) itu menjelaskan, pada saat dirinya hendak  beristirahat tidur, saksi mendengar teriakan bahwa kapal tabakar. “Saya tanya api darimana?. Dan dijawab dari KM Taman Pelita,” jelasnya.

Mendegar jawaban itu, saksi mengaku spontan langsung bergegas untuk mengambil hand phone dan tasnya yang ada  di dalam kamar. Saksi mengaku melihat gumpalan asap tebal dari arah bawah kapal. Ia kemudian  mencari jalan keluar untuk turun dari atas kapal.

“Saat saya sudah berada di atas dermaga, saya melihat api sudah membesar dan membakar kapal,” akuinya.

Sedangkan dari ketarangan saksi III, Samsul Labiru (29) yang juga  ABK (oiler) menuturkan, saat kebakaran terjadi dirinya berada di warung depan jalan untuk belanja.

“Saya diberitahukan oleh  Anyong Bakol bahwa kapal Taman Pelita telah tabakar. Saya kemudian menuju kapal,  sampai dermaga saya melihat kapal sudah terbakar dengan api yang cukup besar,” tandanya.

Kebakaran ini membuat KM Taman Pelita yang berkonstruksi kayu ludes dilalap si jago merah. Api juga menghanguskan tiga buah kapal ikan yang terbuat dari bahan fiberglass dan berlabu  berdekatan dengan KM Taman Pelita  di Pelabuhan Hurnala.

Insiden kebakaran ini ikut menghaguskan sebanyak 60 ton beras raskin yang ada dalam KM Taman Pelita. Kebakaran tersebut tidak menimbulkan korban jiwa.  Sedangkan kerugian materiil berupa empat buat kapal dan isinya ludes terbakar. Total nilai kerugian ditaksir mencapai miliaran rupiah.

Kapolsek Salahutu AKP Izaac Risambessy, S.Sos bersama sejumlah bawahannya yang tiba di lokasi kebakaran pukul 19. 27 WIT, ikut membantu mengamankan areal TKP dan mengatur arus lalu lintas dan melakukan penyelidikan atas insiden tersebut.

Api yang melalap empat buah kapal ini, baru bisa dipadamkan pada pukul 19.55 WIT, setelah empat  unit mobil pemadam kebakaran tiba di lokasi kebakaran.

Hingga berita ini dipublish, belum diketahui dengan jelas penyebab kebakaran. Namun, dugaan sementara, kebekaran dipicu dari api yang berasal dari kamar mesin  KM. Taman Pelita. (BB-DIO)

Close Menu