Kodim 1506/Namlea Dapat Kejutan Kue Ultah dari Brimob

Kodim 1506/Namlea Dapat Kejutan Kue Ultah dari Brimob
Hadiah kue ultah TNI ke-74 dari Polri yang diserahkan secara bersama Kapolres dan Wakapolres Pulau Buru kepada Dandim 1506/Namlea, usai upacara HUT TNI ke-74 di lapangan Pattimura Namlea, Sabtu (5/10/2019). (FOTO: BERITABETA.COM)

BERITABETA.COM – Prajurit TNI AD jajaran Kodim 1506/Namlea mendapat kejutan kue ulang tahun TNI ke-74 dari personil Brimob Kompi A Namlea seusai upacara di lapangan Pattimura Namlea, Kabupaten Buru, Maluku, Sabtu (5/10/2019). Kejutan hadiah kue Ultah ini diberikan usai Dandim 1506/Namlea, Letkol INF Syarifuddin Azis menyampaikan sambutan singkat di acara syukuran upacara HUT TNI ke-74.

Saat prajurit TNI dan Polri beserta peserta upacara senang beristirahat di tempat yang teduh, karena panas terik, tiba-tiba satu peleton Brimob yang tadinya hanya duduk-duduk di pinggir lapangan, terlihat berbaris dengan senjata lengkap menuju tribun utama tempat Bupati Buru, Ramly Ibrahim Umasugi, Dandim dan Forkopimda serta tamu VIP berteduh.

Salah satu prajurit Brimob terlihat memagang satu kotak tertutup berukuran besar. Mereka berbaris rapih dan menunggu di tangga naik ke tribun sampai Dandim selesai berbicara. Kotak besar itu, ternyata  berisi kue ultah TNI ke-74 yang kemudian diserahkan bersama-sama oleh Kapolres dan Wakapolres kepada Dandim 1506/Namlea.

Mendapatkan kejutan kue ultah itu, Dandim terlihat sumringah dan mengucapkan rasa terima kasih kepada kapolres. Peringatan HUT TNI ke-74 di Kota Namlea, kali ini dilakukan dengan sederhana dari tahun-tahun sebelumnya.

Personil Brimob pose bersama dengan jajaran Forkopimda Kabupaten Buru (FOTO: BERITABETA.COM)

Tidak ada hura-hura, tidak ada defile pasukan maupun atraksi ketangkasan prajurit. Semua itu ditiadakan guna menghormati masyarakat yang tertimpa musibah gempa berkekuatan 6,8 SR  beberapa waktu lalu.

Bertindak sebagai inspektur upacara, Bupati Ramly Ibrahim Umasugi. Dalam upacara itu, Ramly turut membacakan sambutan tertulis Panglima TNI. Panglima TNI dalam sambutan tertulisnya mengatakan, sebagai alat negara, tugas TNI tidak terlepas dari perubahan lingkungan strategis yang berkembang dinamis dan semakin kompleks.

Kata Panglima, bahwa perkembangan dunia telah menciptakan dimensi dan metode peperangan baru. Kemajuan teknologi yang sangat berguna bagi kehidupan manusia, juga membawa dampak disruptif di berbagai bidang. Hal ini telah menjadikan konsep peperangan menjadi tidak lagi terbatas dalam suatu batas teritorial dan masuk ke berbagai dimensi.

Panglima mencontohkan perang siber yang disertai perang informasi, walaupun tidak menghancurkan, namun sangat merusak bagi kehidupan bermasyarakat dan bernegara.

‘Konsep-konsep inipun mengaburkan filosofi perang konvensional dengan menggeser dimensi waktu, karena perang-perang tersebut terjadi di masa damai. Ditambah lagi potensi bencana alam yang dapat terjadi setiap saat. Ancaman militer dan nir militer berubah dan TNI harus siap menghadapinya,”ungkap  Panglima.

Menghadapi kompleksitas ancaman di atas, Panglima menegaskan, diperlukan postur TNI ideal yang dibangun sesuai kebijakan pertahanan negara dan disusun dengan memperhatikan kondisi geografis Indonesia sebagai negara kepulauan.

Pembangunan postur TNI meliputi pembangunan kekuatan, pembinaan kemampuan dan gelar kekuatan TNI. Ditekankan pula, dalam  melaksanakan tugas pokoknya, TNI harus bahu-membahu dan bersinergi dengan berbagai komponen bangsa lainnya. Berbagai kekuatan yang bersatu itu akan menghasilkan energi yang luar biasa bagi kemajuan bangsa. 

“Untuk itu, saya akan memberikan penekanan kepada seluruh prajurit dan PNS TNI dimanapun berada dan bertugas, untuk dipedomani dan dilaksanakan,”  tandas Panglima TNI.

Usai upacara yang dilanjutkan dengan syukuran dan makan siang bersama, Bupati Buru kembali mengucapkan selamat HUT TNI ke-74. Ia memuji sinergitas TNI dan Polri  dan pemerintah kabupaten serta masyarakat yang terjalin dengan baik di daerah itu.

Khusus dengan Kodim 1506/Namlea, bupati kembali memuji keberhasilan mereka dalam membantu Dinas Pertanian di program cetak sawah baru yang kini sudah mencapai sepuluh ribu hektar.

Sedangkan Letkol Syarifuddin Azis pada kesempatan itu menjelaskan, bahwa selama satu tahun enam bulan menjadi Dandim, tidak pernah ada masalah konflik antara TNI dan POLRI, TNI dengan TNI, apalagi TNI dengan masyarakat.

Hal tersebut menunjukan bahwa dalam perjalanan  tugas TNI sudah dewasa. Bila didapati ada satu dua orang yang merusak nama TNI itu adalah perbuatan oknum.

Untuk itu, kata dia,  bila nanti ditemukan ada satu dua oknum yang nakal, dipesankan agar segera melapor dan pasti akan diambil tindakan tegas. Letkol Syarifuddin ikut menyentil pesan Pangdam XVI/Pattimura agar peringatan HUT TNI kali ini dilaksanakan sederhana saja sebagai bentuk empati atas musibah gempa beberapa waktu lalu yang melanda Kota Ambon, Kabupaten Seram Bagian Barat dan Malaluku Tengah (BB-DUL)

Close Menu