Laporan Kasus Hoaks Belum Diusut, Polres KKT Dinilai Tidak Serius

Pengurus PMKRI dan GMKI Cabang Saumlaki saat mendatangi Mapolres KKT untuk memproses laporan terkait berita hoaks yang dilansir sebuah media lokal di daerah itu, Jumat (8/11/2019)

BERITABETA.COM, Saumlaki – Perhimpunan Mahasiswa Katolik Republik Indonesia (PMKRI) dan Gerakan Mahasiswa Kristen Indonesia (GMKI) Cabang Saumlaki, Kabupaten Kepulauan Tanimbar (KKT) menyampaikan kekecewaanya atas pelayanan penegakan hukum yang dilakukan Polres KKT.

Kekecewaan ini berawal dari laporan kedua organisasi ini terkait sebuah pemberitaan yang dinilai hoaks (bohong) yang dilansir salah satu media lokal dan dilaporkan PMKRI dan GMKI.

Ketua Presidium PMKRI Cabang Saumlaki, Yonas Batlyol melalui rilisnya yang diterima beritabeta.com, Jumat (8/11/2019) menyampaikan rasa kekecewaan akibat dari lambannya Polres setempat dalam menangani kasus yang dilaporkan.

Menurutnya, pada  Jumat pagi (8/11/2019) kedua organisasi kepemudaan ini telah dipanggil pihak Polres KKT sesuai Surat Perintah Penyelidikan Nomor : SP.Lidik/XI/2019/Reskrim, Tanggal 06 November 2019.

Panggilan tersebut, kata dia, dilayangkan karena laporan yang dimasukan oleh PMKRI dan GMKI Cabang Saumlaki terkait pemberitaan hoaks tersebut.

“Kami hadir sebelum pukul 09.00 WIT sesuai dengan surat dari Polres KKT dengan Nomor : B/1092/XI/2019/Reskrim tentang Permintaan Keterangan dan Klarifikasi. Pemeriksaan dilaksanakan pada jam 09.00. Namun penyidik tidak ditempat. Sehingga kami harus menunggu selama 30 menit,” tandas Batlyol.

Batlyol menegaskan, karena tidak ada pelayanan sesuai surat yang mereka terima,   akhirnya mereka memutuskan untuk kembali karena ada agenda lain yang harus dijalankan.

“Kami juga prihatin dengan sikap kurang disiplin pihak penyidik di Polres KKT. Yang kemudian kami dikonfirmasi bahwa penyidik tidak hadir karena kurang enak badan,” ungkapnya.

“Kami tidak main-main dengan laporan yang kami layangkan ke polres sehingga kami meminta keseriusan dari pihak Polres dalam menangani kasus ini,” sambungnya.

Batlyol menambahkan, jika nantinya Polres KKT tidak serius menyikapi hal ini, maka pihaknya akan mengambil langkah-langkah lain dan akan melanjutkan laporan ini ke jenjang yang lebih tinggi yakni di Polda Maluku dan Mabes Polri. (BB-ISP)

Mitra Kami

Asosiasi Media Siber Indonesia

PR Newswire