Peksos PA Rayakan Sehari Bersama 7.000 Anak Indonesia Melalui Zoom

Satuan Bakti Pekerja Sosial Perlindungan Anak (Peksos-PA), Perwakilan Kabupaten Seram Bagian Barat, Rasyid La Koko bersama 10 anak, saat video zoom dengan 7.000 anak di Indonesia dan Juliari P Batubara, Menteri Sosial RI. (Foto: Rasyid La Koko)
Satuan Bakti Pekerja Sosial Perlindungan Anak (Peksos-PA), Perwakilan Kabupaten Seram Bagian Barat, Rasyid La Koko bersama 10 anak, saat video zoom dengan 7.000 anak di Indonesia dan Juliari P Batubara, Menteri Sosial RI. (Foto: Rasyid La Koko)

BERITABETA.COM, Piru – Satuan Bakti Pekerja Sosial Perlindungan Anak (Peksos-PA), Perwakilan Kabupaten Seram Bagian Barat, ikut meraykan Hari Anak Nasional bersama 7.000 anak di Indonesia. Kegiatan ini dilakukan melalui video conference (media zoom) bersama Juliari P Batubara, Menteri Sosial RI, Minggu (26/7/2020).

Bertempat di Dusun Siompu, Desa  Kairatu, Kecamatan Kairatu, Kabupaten Seram Bagian Barat, Peksos PA setempat mengikutsertakan 10 perwakilan anak yang tergabung dalam Komunitas Anak Pensil.

Juliari P Batubara, Menteri Sosial RI menjelaskan, Hari Anak Nasional merupakan salah satu upaya untuk menggugah kepedulian dan partisipasi seluruh komponen bangsa Indonesia dalam menjamin pemenuhan hak anak secara wajar, serta mendapat perlindungan dari kekerasan dan diskriminasi.

Menurutnya, pandemik Covid-19 tidak lantas menyurutkan komitmen untuk tetap melaksanakan Hari Anak Nasional tahun ini, meskipun kondisinya dilakukan secara virtual.

Dalam Hari Anak Nasional tahun 2020 ini, tema yang diusung yakni, Anak Terlindungi, Indonesia Maju. Sementara sub tema yang diusung Direktorat Rehabilitasi Sosial Anak, Stop Kekerasan Pada Anak, Pertemanan Positif dengan Teman Sebaya dan Anak Indonesia Sehat dan Gembira di Rumah.

“Media zoom bersama Pak Menteri Sosial ini kami lakukan dalam merayakan Hari Anak Nasional. Sekitar 10 perwakilan anak kita libatkan dalam video zoom ini,” kata Rasyid La Koko, Peksos PA Seram Bagian Barat kepada beritabeta.com, Senin (27/7/2020).

Sebelumnya, kata Rasyid, Kementerian Sosial RI melalui Direktorat Rehabilitasi Sosial Anak, dengan dukungan UNICEF sudah memberikan perhatian khusus terhadap anak-anak dalam pengasuhan di luar keluarga, terutama di Lembaga Kesejahteraan Sosial Anak (LKSA).

Salah satu upaya adalah dengan menyiapkan paket Informasi dan Edukasi guna membantu meningkatkan kapabilitas dan kesiapan pengurus LKSA.

BACA JUGA:  Kita Masih Menjajah dan Terjajah

“Saat ini telah tersedia paket informasi yang terdiri dari 3 booklet,” katanya.

Paket-paket itu yakni, Pedoman Melindungi Anak dari Ancaman Covid-19 di Lingkungan Balai/Loka Anak, LKSA, dan Pengasuhan Anak dalam Lembaga lainnya. Kemudian kedua Informasi tentang Penerapan Pola Hidup Bersih dan Sehat, serta ketiga Informasi tentang Pencegahan Kekerasan, Perlakuan Salah dan Eksploitasi terhadap Anak.

Dari 3 booklet tersebut, sambung Rasyid, telah didistribusi dan disosialisasi oleh pihaknya kepada Pengurus LKSA, Pelangi Asih Tihulale, Pesantren Darusalam Kamal, Pesantren Raudhlatul Falaq Waihatu, dan Pesantren AL-Falaah di Desa Gemba.

Disamping itu, kegiatan pendistribusian paket informasi ini juga merupakan kesempatan untuk berinteraksi dan mendapatkan informasi umum terkini, tentang LKSA yang ada di wilayah Indonesia, terutama di Seram Bagian Barat yang sudah terdaftar, dan belum seluruhnya tercatat dalam sistem pendataan Direktorat.

“Hal Ini akan menjadi data penting untuk kebutuhan perencanaan upaya kesejahteraan sosial anak selanjutnya,” katanya.

Menurutnya, arahan terkait paket ini telah didistribusi ke Dinas Sosial di 33  Provinsi dan 469 Kabupaten/Kota. Jadi dalam pendistribusian ini, setiap LKSA akan mendapatkan 1 paket informasi yang terdiri dari 3 jenis booklet.

“Jika ada LKSA yang tidak terdaftar, Sakti Peksos dapat menggunakan paket tambahan yang ada dan mengunjungi LKSA tersebut. Dalam kunjungannya, Sakti Peksos akan memberikan penjelasan  secara ringkas,” katanya (BB-DDA)

Mitra Kami

Asosiasi Media Siber Indonesia

PR Newswire