Pemkab Malra Mulai Sosialisasi Penerapan New Normal

Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Maluku Tenggara (Malra) Provinsi Maluku, menggelar kegiatan sosialisasi penerapan strategi new normal dalam menghadapi pandami Covid-19, dengan melibatkan 16 ohoi/desa pada kecamatan Kei Kecil, Sabtu (31/5/2020)
Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Maluku Tenggara (Malra) Provinsi Maluku, menggelar kegiatan sosialisasi penerapan strategi new normal dalam menghadapi pandami Covid-19, dengan melibatkan 16 ohoi/desa pada kecamatan Kei Kecil, Sabtu (31/5/2020)

BERITABETA.COM, Langgur – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Maluku Tenggara (Malra) Provinsi Maluku, mulai menggelar kegiatan sosialisasi penerapan strategi new normal dalam menghadapi pandami Covid-19.

Kegiatan sosialisasi ini dilakukan Tim Gugus Tugas Covid -19 dengan melibatkan 16 ohoi/desa pada kecamatan Kei Kecil, Sabtu (31/5/2020), yang dihadiri kepala dan Pejabat Ohoi, BSO, MPO dan staf, serta kepala – kepala SD di kecamatan tersebut.

Gelar kegiatan ini dipimpin langsung Bupati Malra, Thaher Hanubun, selaku Ketua Tim Gugus Tugas  Covid-19, Kabupaten Malra didampingi Wakil Ketua Tim Gugus Tugas Covid -19 Malra yang juga Dandim 1503 Malra Letkol Inf. Mario. C. Noya dan Kapolres Malra, AKBP. Alfaris Patiwael.

Bupati Malra Thaher Hanubun dalam kegiatan sosialisasi itu  mengatakan,  Kabupaten Malra dalam kondisi pendemi Covid-19 saat ini, masih berada dalam zona hijau. Dengan status ini, maka  maka Malra ditetapkan sebagai daearh yang layak untuk menjalankan strategi new normal.

“Kita harus tetap mempersiapkan diri dari berbagai aspek. Terutama  masalah kesehatan, ketahanan pangan, sosial, dan pendidikan, yang harus dapat menundukung status new normal itu, “ kata Hanubun.

Terkait hal ini, Bupati Hanubun, meminta kepada para peserta sosialisasi, agar selalu, mematuhi protokol kesehatan Covid -19, seperti menggunakan masker, mencuci tangan, ketika beraktivitas di luar rumah. Kemudian, tetap menjaga jarak ketika beraktifitas dengan sesama  lain.

Hal ini, tambah Hanubun, sesuai dengan himbauan dari pemerintah dan juga Organisasi Kesehatan Dunia (WHO). Apalagi, kepastian kapan berakhirnya virus corona belum dapat diketahui.

“Ini sangat berdampak pada kebutuhan makanan, seperti stok beras, dimana persediaan stok beras pada gudang Bulog Tual untuk dua daerah Kabupaten Malra dan Tual 3 bulan ke depan masti tersedia.  Apabila setelah 3 bulan ke depan virus corona masih ada, maka persediaan stok beras pasti berkurang,” katanya.

BACA JUGA:  Jaga Pesona Wisata Meti Kei, Warga Berikrar Tak Buang Hajat Sembarangan

Untuk menyiasati kemungkinan negatif yang terjadi kedepan, maka warga sudah harus mempersiapkan diri. Terutama untuk perangkat ohoi/desa saat ini mulai menggerakan warganya untuk  membuka lahan pertanian, agar segera menanam tanaman umur pendek, seperti pisang, keladi, kasbi, petatas dan lainnya.

“Pemkab Malra sudah memulai itu dengan membuka membuku lahan pertanian di  sejumlah ohoi dengan luasan kurang lebih 10 hektar di Ohoi Uf, kecamatan Kei Kecil Timur Selatan dan Ohoi Semawi di kecamatan Kei Kecil Timur,” ungkap Hanubun.

Selain dua lokasi itu, Pemkab Malra  juga telah menggunalan lahan kosong di area Kantor Bupati Malra.  Di lahan ini dibuka untuk  lahan pertanian dan  akan dibagi pada setiap OPD untuk bertanggungjawab.  Hasil kebun di lahan ini akan dibagi untuk dikonsumsi masyarakat.

Bupati Hanubun, juga memberikan apresiasi  kepada sejumlah ohoi, seperti Ohoi Namar Ngilngof, Kelanit, yang selalu menajalankan aturan protokol kesehatan Covid -19, dengan memberlakukan aturan untuk setiap orang yang mau ke Ohoi terseut harus menggunakan masker dan mencuci tangan.

“Kami mengapresiasi hal ini, karena aturannya tanpa memadang status sosial dari warga,” tandasnya (BB-OL)

Mitra Kami

Asosiasi Media Siber Indonesia

PR Newswire