Rapid Test Reaktif, 7 Pemuda Aru Tak Diizinkan Pulang ke Daerahnya

Bupati Kabupaten Kepulauan Aru Johan Gonga
Bupati Kabupaten Kepulauan Aru Johan Gonga

BERITABETA.COM, Ambon – Sebanyak tujuh orang pemuda asal Kabupaten Kepulauan Aru, Maluku, tidak diizinkan untuk meninggalkan kota Ambon menuju ke daerah asalnya di Kabupaten Kepulauan Aru.

Bupati  setempat, Johan Gonga meminta kepada Gugus Tugas Provinsi Maluku untuk tidak memberangkatkan seluruh pelaku perjalanan untuk pulang ke daerahnya terutama anaka-anak yang tak lolos Calon Siswa (Casis) TNI.

Permintaan bupati tersebut tertuang dalam surat Nomor: 22/GTC-19/3030 dengan perihal penolakan penumpang, terkait dengan tujuh anak Aru (tidak lolos CASIS Tantama TNI) yang berdasarkan hasil rapid test mereka reaktif.

“Surat bupati tersebut ditujukan kepada Ketua Tim Gugus Tugas Pcrcepatan Penanganan Covid-19 Provinsi Maluku di Ambon tertanggal 24 Mei kemarin perihal penolakan penumpang,” jelas Kabag Humas dan Protokoler Pemkab Aru, Pieter Kalorbobir.

Menurutnya, sehubungan dengan surat Nomor : 1306/GT-PROMAL/V/202O dari Ketua Pelaksanan Harian Gugus Tugas Penanganan Covid-19 Provinsi Maluku perihal penyampaian nama-nama warga Kabupaten Kepulauan Aru yang akan kembali ke Dobo disebabkan karena hasil rapid test, terdapat tujuh orang calon penumpang menunjukan hasil reaktif.

“Berdasarkan hal itu, maka kami menyampaikan penolakan sementara terhadap kedatangan mereka,” ujarnya.

Kalorbobir menambahkan, didasarkan karena Kabupaten Kepulauan Aru sampai saat ini dinyatakan berada pada zona hijau. sehingga untuk melindungi seluruh masyarakat dari penyebaran virus dimaksud, maka dimintakan perhatian dan kerjasamanya untuk tidak memberangkatkan seluruh pelaku perjalanan yang akan menuju ke Kabupaten Kepulauan Aru (BB-DUL)

BACA JUGA:  Bupati Tuasikal Buka Rakon TP PKK Malteng

Mitra Kami

Asosiasi Media Siber Indonesia

PR Newswire