Tolak Diswab, Ayah Pasien Covid-19 di Buru Sebut Corona Penyakit ‘Parlente’

Tim medis dari Gugus Tugas Covid-19 Kabupaten Buru saat melakukan swab terhadap sejumlah orang yang merupakan hasil tracing pasien
Tim medis dari Gugus Tugas Covid-19 Kabupaten Buru saat melakukan swab terhadap sejumlah orang yang merupakan hasil tracing pasien

BERITABETA.COM, Namlea – Keluarga inti pasien positif Covid -19  berinisial  HB asal Desa Seith, Kecamatan Teluk Kayeli, Kabupaten Buru, menolak untuk diswab tim medis.

Seharusnya tim medis dari Satgas Covid-19 Kabupaten Buru mengambil swab dari keluarga inti yang tinggal se-rumah di Desa Seith ini yang meliputi ayah dan ibu HB, kakek dan neneknya, serta ketiga adiknya.

Namun, rencana awal yang harus dilakukan Sabtu lalu (13/6/2020) tertunda. Tim menunggu pengiriman alat swab dari Ambon yang telat tiba akibat tidak ada angkutan. Saat hendak dilakukan Rabu lalu (16/6/2020), tim mendapat penolakan dari warga dan keluarga inti.

Bahkan ayah si pasien Covid-19,  La Buja Boton seperti diberitakan beberapa media online, sempat sesumbar mengatakan kalau keluarganya telah diperiksa dan tidak ada yang tertular dari anaknya.

Dengan dalih telah diperiksa dan hasilnya negatif.  La Buja Buton lalu berasumsi bahwa penyakit ini penyakit ‘parlente’. Terbukti ia masih hidup sehat dengan keluarga.

Bukan hanya La Buja dan keluarga saja yang menolak di-swab, puluhan orang yang pernah kontak dengan HB juga menolak dirapid test. Dari rencana 52 orang yang di-rapid test, baru 29 kontak yang sudah jalaninya dan non reaktif.

Jubir Satgas Covid-19 Kabupaten Buru, Nani Rahim kepada wartawan Kamis siang (18/6/2020), turut membenarkan adanya penolakan dari keluarga HB dan warga di Desa Seith.

“Iya, masyarakat Seith menolak rapid rest dan swab.  Pak Kadis Kesehatan akan edukasi ke sana “akui Nani Rahim.

Nani Rahim juga ikut mengungkapkan, saat MAM hasil rapid testnya reaktif tanggal 7 Juni lalu, ia kurang disiplin menjalani karantina mandiri di rumahnya. Ia diketahui  ada keluar rumah dan berkumpul dengan rekan-rekannya paska di atas tanggal tersebut.

BACA JUGA:  Protes Bupati Akibat Dimutasi, ASN Segel Kantor Inspektorat SBB

Karena itu satgas menghimbau agar siapa saja yang merasa pernah kontak dengan MAM, agar melapor diri ke Dinas Kesehatan guna diperiksa kesehatan.

“Kami harapkan siapa saja yang merasa pernah kontak  dengan MAM agar melaporkan diri ke dinas kesehatan. Teman-teman yang pernah kontak dengan MAM, datang di dinas kesehatan, kita rapid test,”himbau Nani Rahim.

Sampai hari ini, Satgas Covid-19 telah men-swab 10 orang rekan kontak erat pasien positif Covid-19 . Delapan orang dari kalangan BRI Namlea, 1 suami dari pegawai BRI dan satu rekan kontak tenaga kesehatan.

Hasil swab 10 orang ini, baru akan dikirim hari ini ke Ambon, karena kemarin tidak ada angkutan.

“Kemarin ada 5 orang rekan MAM juga sudah di rapid test, hasilnya non reaktif,”tambah Nani Rahim.

Nani Rahim juga memastikan, Tracking masih terus berlanjut terutama bagi yang kontak erat.

“Kami juga mengharapkan kesadaran masyarakat yang merasa pernah kontak dengan  pasien positif dapat melaporkan diri ke dinas kesehatan utk dilakukan rapid test,”himbau Nani Rahim (BB-DUL)

Mitra Kami

Asosiasi Media Siber Indonesia

PR Newswire