Warga Salah Pasang Palang, Bukan Kantor Desa Gale-Gale, Tapi Posyandu

Bangunan Posyandu di Desa Gale-Gale yang sempat dipalang warga karena digunakan oleh pemerintah desa

BERITABETA.COM, Masohi – Aksi pemalangan warga Desa Gale-Gale, terhadap  kantor desa administratif Gale-Gale, Kecamatan Seram Utara Barat (Serut Barat) Kabupaten Maluku Tengah (Malteng) ternyata berbuntut panjang.

Bangunan yang dipalang, bukan kantor desa, tapi Kantor Posyandu yang sejak tahun 2017 digunakan oleh pemerintah desa setempat untuk menjalankan aktifitas pemerintahan..

Hal ini terungkap, setelah para bidan desa yang ingin melaksanakan kegiatan pelayanan di Posyandu tersebut, tidak bisa melaksanakan program mereka, lantaran gedung sudah dipalang oleh warga setempat.

Akibatnya, secara inisiatif, warga kemudian membuka kembali palang yang terpasang pada bagian pintu dan jendela, untuk kegiatan Posyandu. Namun setelah kegiatan posyandu selesai,  warga kembali memalang bangunan tersebut dengan tuntutan adanya transparansi dari pejabat desa setempat.

Aksi ini dibenarkan oleh salah seorang warga Sunarto yang mengatakan, bangunan tersebut hanya dipinjam pakai untuk keperluan pemerintah desa.

“Itu Posyandu yang bangun sejak tahun 2017 dengan anggaran Dana Desa. Tapi setelah kegiatan Posyandu kita akan tetap memalangnya lagi,” tandas Sunarto kepada beritabeta.com, Rabu (11/11/2020).

Menurutnya,  pemalangan kantor Posyandu yang dilakukan oleh warga, salain tidak ada kepastian pemilihan kades,  warga juga kesal lantaran selama tiga kali pergantian pejabat, tidak ada transparansi terkait laporan pertanggungjawaban Anggaran Dana Desa dan Alokosi Dana Desa (DD/ADD), yang selama ini digunakan.

Sementara Plt Pejabat Negeri Administratif Gale-Gale Rahmat,  saat dikonformasi beritabeta.com terkait dengan pemalangan Posyandu itu  mengungkapkan, kantor yang dipalang oleh warga,  bukanlah kantor desa, tetapi Posyandu di desa setempat.

Rahmat yang juga pegawai bagian pemerintahan ini menjelaskan, kantor desa, sementara baru dibangun lantaran baru dianggarkan pada tahun 2018, dan dibangun pada akhir tahun 2019, pada masa pejabat sebelumnya, namun belum selesai, dan untuk anggaran bangunan itu dilakukan secara bertahap (BB-FA)

BACA JUGA:  5 Awak Dievakuasi, Kapal Layar Denmark Diselamatkan Tim SAR Ambon

Mitra Kami

Asosiasi Media Siber Indonesia

PR Newswire