Warga Tobo Akhirnya Terbantu, Jembatan Darurat Dibangun Personil TNI

Jembatan Darurat di Desa Tobo
Pembangunan jembatan darurat yang menghubungkan Desa Tobo dan Batuasa dilakukan oleh personil Koramil 10/Werenama Kodim 1502/Masohil bersama warga melalui sebuah kegiatan Karya Bhakti, Minggu (26/7/2020) (Foto Panrem Binaiya)

BERITABETA.COM, Ambon – Masih ingat video viral yang mengisahkan nasib siswi SMP Negeri 3 Batuasa, Kecamatan Werinama, Kabupaten Seram Bagian Timur (SBT)? Video yang menceritakan  perjalanan anak-anak Desa Tobo ke desa tetangga untuk sekolah dengan menyebrangi arus kali itu, menjadi potret buram dunia pendidikan di Maluku makin nyata.

Saat ini, akses jalan menuju ke sekolah itu tidak mengalami hambatan, setelah sejumlah personil TNI membangun jembatan darurat di Sungai Waiulil yang membelah kedua desa itu itu.

Kabar gembira ini tersiar melalui akun Facebook Panrem Binaiya yang diposting, Senin pagi (27/7/2020) dengan judul “Menepis Kesedihan Warga Tobo, Koramil Werinama Buat Jembatan Darurat.”

Akun Facebook Panrem Binaiya mengiformasiksan,  jembatan darurat yang terbuat dari kayu itu dibangun oleh personil Koramil 10/Werenama Kodim 1502/Masohil melalui sebuah kegiatan Karya Bhakti.

Kegiatan Karya Bhakti ini dipimpin langsung oleh Danramil 1502-10/Werenama Kapten Inf. Bambang Setiono beserta 7 orang anggotanya dan aparat desa serta masyarakat sebanyak 20 orang.

“Kegiatan Karya Bhakti ini dilakukan dengan pembuatan Jembatan Kayu dengan ukuran 2 x 16 meter di Sungai Waiulil, Desa Tobo, Kecamatan Werenama, Kab. Seram Bagian Timur, Minggu (26/07/2020),” demikian tulis akun Penrem Binaiya.

Dikatakan, jembatan darurat ini sangat vital bagi kelangsungan akses warga di Desa Tobo yang hendak ke Desa Batuasa. Akses jalan antar desa ini mengalami hambatan, akibat   curah hujan yang cukup tinggi, yang berdampak pada meluapnya Sungai Waiulil Di Desa Tobo.

Kapten Inf Bambang yang seperti dikutip beritabeta.com mengatakan, jembatan yang dibangun dari kayu ini, sangat vital karena menjadi jalur utama laju perekonomian masyarakat. Akibat curah hujan yang tinggi membaut jembatan terputus dan tidak bisa dilalui orang.

BACA JUGA:  HMI Dorong Kabupaten Malteng Sebagai “Jendela Indonesia Timur”

“Saat ini jembatan yang kita buat juga bisa dillewati sepeda motor untuk memudahkan masyarakat Desa Tobo, termasuk anak-anak sekolah,” terangnya.

Ia menjelaskan, kegiatan Karya Bhakti ini merupakan bagian dari tugas TNI dalam Kemanunggalan dengan Rakyat demi membantu meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

Masyarakat setempat sangat menyambut baik dan senang karena telah dibangunnya jembatan kayu yang di buat TNI itu.

“Pekerjaan jembatan ini juga melibatkan anggota Bhabinkamtibmas sebagai wujud dari sinergitas TNI/Polri dalam kebersamaan demi kesejahtraan dan kenyamanan masyarakat,”ungkapnya.

Bambang juga menjelaskan kepada masyarakat setempat bahwa kegiatan Karya Bhakti pembuatan jembatan dilakukan dalam rangka upaya Koramil Werinama beserta masyarakat untuk tetap mendorong aktifitas ekonomi kesejahteraan masyarakat di tengah pandemi saat ini.

Sebelumnya, seperti diberitakan media ini, terputusnya akses jalan menuju Desa Batuasa ini sempat menjadi hambatan yang dialami para pelajar asal Desa Tobo yang hendak ke sekolah yang letaknya di Desa Batuasa.

Sejumlah siswi SMP Negeri 3 Batuasa terpaksa nekat menyebrangi aliran kali yang deras untuk menuju ke sekolah. Beredarnya sebuah video tentang aktivitas siswi asal Desa Tobo itu sempat membuat geram netizen yang menilai pemerintah daerah tidak pekah melihat masalah pendidikan di daerah tersebut (BB-AZ)

Mitra Kami

Asosiasi Media Siber Indonesia

PR Newswire