Kisah Alfin Lestaluhu, Pattimura Muda dari Tulehu

Alfin Farhan Lestaluhu

“Jatuh bangun buat Indonesia. Indonesia bangga Fin, semua bangga. Allah sayang Anda. Allah mau dengar Anda Azan. Semoga tenang adik. Al-Fatihah,” tulis Athallah Haraihan.

BERITABETA. COM, Ambon – Air mata haru penuh sedih tak bisa terbendung dari sanak keluarga. Ribuan warga menjemputnya penuh tangis, ketika jenazah Alfin Farhan Lestaluhu tiba dikediaman Negeri Tulehu, Kecamatan Salalahutu, Kabupaten Maluku Tengah.

Seketika, dunia sepak bola Indonesia dirundung duka atas kepergian pemain andalan Timnas U-16 ini. Alfin meninggal dunia di usia yang maih sangat muda yakni 15, karena infeksi otak yang dideritanya.

Kepergian putra pertama dari pasangan  Erwin Syahril Al Thaib Lestaluhu dan Siti Julaika Lestaluhu, ini membuat sejumlah pihak terpukul. Tak pelak bagi orang-orang dekat yang selama ini selalu bersamanya. Perjuangan Alfin bersama tim Garuda Muda pun berakhir.

Kini Alfin sudah tenang di alam baka. Selepas Sholat Jumat, pukul 14. 30 WIT,  jenazah Alfin dimakamkan di pemakaman umum di kawasan Kampung Baru, Desa Tulehu.

Alfin adalah potret pewaris Pattimura di bidang olaraga. Kiprahnya bermain bola ikut menarik perhatian sejumlah pihak. Almarhum Alfin memang sejak kecil sudah berbakat, Ia mengikuti jejak ayahnya Erwin yang dulu pernah menjadi pemain junior di SSB Tulehu Putra. Bakat alam itu menurun ke anak pertamanya, Alfin.

Alfin Lestaluhu diapit kedua orang tuanya Erwin Syahril Al Thaib Lestaluhu dan Siti Julaika Lestaluhu, dalam sebuah kesempatan (dok sahabat keluarga)

Kepergian Alfin tak hanya meninggalkan kesedihan di tanah air, media asing juga turut berduka atas meninggalnya pemain bernomor punggung dua itu.

Fox Sports Asia, salah satu media ternama di Asia, baru-baru ini ikut memberitakan soal Alfin. Fox Sports Asia  menyoroti gol pamungkas Alfin ketika membela Timnas U-16 Indonesia.

Dalam artikelnya, Fox Sports Asia menyebut bahwa Alfin adalah pemain andalan timnas U-16 Indonesia yang cukup berjasa dalam ajang Kualifikasi Piala Asia U-16 2020.

Alfin berhasil menciptakan satu gol kala skuad Garuda Nusantara menang telak 4-0 atas Filipina dalam laga pertama Grup G. Dalam sebuah video, Alfin tampak menyisir sektor kanan dan mendapatkan peluang untuk melepaskan tembakan.

Alfin langsung melancarkan tembakan keras ke gawang Filipina dan sukses mencetak gol untuk timnas U-16 Indonesia. Namun, tak disangka, gol tersebut sekaligus menjadi gol terakhir Alfin untuk timnas U-16 Indonesia.

Kepergian pesepak bola kelahiran Tulehu 1 September 2003 ini juga ikut membuat sang pelatih Bima Sakti merasakan duka yang mendalam. Bima berulang kali menyampaikan rasa hormat dan sedihnya melalui akun Instagramnya.

Pembarani dan Penyabar

Pelatih Timnas Indonesia U-16 itu  mengaku pernah merasa malu karena keberanian yang ditunjukkan Alfin Lestaluhu dalam Piala AFF U-16 2019. Sebagai pelatih yang pernah menangani Alfin, Bima mengungkapkan kenangan manis bersama pemain yang mengembuskan napas terakhir pada Kamis (31/10/2019) lantaran infeksi otak.

Menurut Bima, Alfin adalah sosok anak yang tangguh, baik dari sisi fisik maupun mentalnya di setiap kesempatan bermain yang diberikan bersama Timnas Indonesia U-16.

Hal itu juga yang akhirnya membuat Bima Sakti jatuh hati kepada Alfin dan menjadi alasan untuk memboyongnya memperkuat Timnas Indonesia U-16.

“Waktu uji coba dengan SKO (Sekolah Khusus Olahraga) Ragunan, saya melihat ini anak pemberani sekali. Main tanpa kompromi,” kata Bima Sakti seperti dikutip CNNIndonesia.com saat mengenang sosok Alfin, Jumat (1/11/2019).

Kisah keberanian Alfin yang lain dituangkan Bima dalam unggahan di media sosial. Mantan pemain Timnas Indonesia itu memuji mental Alfin yang disebut lebih berani ketimbang dirinya.

“Yang paling mengejutkan sewaktu adu penalti melawan Vietnam di ajang Piala AFF 2019 di Chonburi Thailand, begitu peluit berakhir dan dilanjutkan ke adu penalti, Alfin pemain pertama yang menghampiri saya dan berkata… ‘Saya mau dan siap ambil penalti coach’,” tulis Bima menceritakan Alfin di laga perebutan peringkat ketiga di Piala AFF U-16 tahun ini.

“Saya dengarnya malu dan berkata dalam hati…luar biasa mental anak ini, karena waktu saya main dulu, mohon maaf saat tampil di final SEA Games 1997 Jakarta melawan Thailand, saya salah satu pemain yang gak berani ambil penalti,” sambungnya.

Pada perebutan peringkat ketiga di Piala AFF U-16 2019 Alfin yang maju sebagai algojo penalti kedua gagal membuat bola masuk ke gawang Vietnam, namun menurut Bima hasil eksekusi Alfin dapat dikesampingkan lantaran pemain asal Ambon tersebut sudah menunjukkan keberanian.

“Walau dia gagal dan langsung meminta maaf ke saya, tanpa banyak bicara langsung saya peluk dia, gak apa-apa Alfin, terima kasih kamu udah berani ambil penalti dan memang sebenarnya dalam sesi latihan penalti, dia bukan pilihan utama untuk menendang penalti,” tulis Bima.

“Dan setelah masuk ruang ganti, saya sampaikan ke semua pelatih, ofisial dan para pemain, bahwa saya respect salut dan bangga dengan perjuangan, dedikasi Alfin…saya dan mungkin semua anak muda di Indonesia bisa belajar dari keberanian Alfin, bahwa segala sesuatu kita harus berani mencoba dan yakin dengan kemampuan kita. #RespectforAlfin,” tambah Bima dalam unggahan yang disertai rekaman video serta foto aksi Alfin ketika membela Timnas Indonesia U-16.

Alfin saat berhasil menciptakan satu gol kala skuad Garuda Nusantara menang telak 4-0 atas Filipina dalam laga pertama Grup G pada Kualifikasi Piala Asia U-16 2020.

Selain Bima Sakti, kehilangan sosok bek kanan itu tentu meninggalkan duka bagi seluruh penggawa Garuda Nusantara. Salah satu rekannya di Timnas U-16 Athallah Haraihan juga mengirimkan doa untuk almarhum Alfin Lestaluhu.

Di mata penyerang Timnas U-16 ini, Alfin merupakan teman yang punya tampang sangar tapi kesabarannya patut diacungi jempol.

“Banyak pelajaran yang saya dapat dari Anda Fin. Muka preman tapi sifatnya luar biasa. Coach Bima Sakti salut dengan Anda Fin. Kita semua salut. Anda respek. Orang lain jahat ke Anda, tapi dibalas dengan senyuman. Orang lain meremehkan, Anda balas dengan penampilan apik di lapangan,” tulis Athallah.

Ada satu hal yang tidak bisa dilupakan Athallah dari sosok Alfin. Hal yang dimaksud yaitu suara indah sang bek kanan ketika mengumandangkan Azan. Hal itu juga pernah diakui coach Bima.

“Jatuh bangun buat Indonesia. Indonesia bangga Fin, semua bangga. Allah sayang Anda. Allah mau dengar Anda Azan. Semoga tenang adik. Al-Fatihah,” lanjut caption Athallah.

Selain Athallah, para pemain Timnas U-16 lainnya juga turut mengucapkan belasungkawa kepada Alfin. Salah satu ucapan duka datang dari gelandang serang, Marselino Ferdinan di akun Instagram-nya.

“Semoga diterima di sisi Tuhan yang Maha Kuasa. Semua kenangan suka duka akan selalu diingat. Terima kasih atas perjuangan Anda membela negara. Untuk keluarga Alfin, semoga diberikan kesabaran dan kekuatan. Ini rencana Tuhan” tulis Marselino.

Alfin meniti karier di Sekolah Khusus Olahraga (SKO) Ragunan sebelum memperkuat timnas U-16. Alfin dipercaya sebagai pengawal barisan pertahanan Timnas U-16, ia sebagai bek sayap kanan.

Debut internasional Alfin diperoleh saat ia memperkuat Timnas Indonesia diajak Piala AFF U-16 2019. Dalam debutnya, Alfin berhasil mengantarkan Garuda Muda meraih juara ketiga setelah mengalahkan Thailand.

Perjuangan Alfin tidak berhenti begitu saja. Alfin berhasil menyumbangkan satu gol saat Timnas Indonesia menang atas Filipina dalam kualifikasi Piala Dunia U-16 2020 pada 16 September 2019 silam. Indonesia juga menjadi satu-satunya wakil dari Asia Tenggala yang akan berlaga di Piala Dunia U-16 2020.

“Al Fatihah for Alfin… Di hari jum’at barokah ini, mohon bantuan keluarga, sahabat, teman dan saudara-saudaraku pencinta sepak bola di manapun berada, mari kita kirimkan doa buat Alfin yang sekarang jenazahnya berserta keluarga sudah menuju ke kota Ambon, semoga Allah SWT mengampuni segala dosa, menerima semua amal ibadahnya dan husnul khotimah, keluarga yang ditinggalkan diberi kesabaran dan ketabahan, Aamiin YRA.”

“Terima kasih buat PSSI yang bekerja sama dengan RS.Royal Progres yang sudah membiayai serta memberikan pengobatan maksimal buat Alfin.”

“Terima kasih juga kepada pak Sopyan Lestaluhu ketua Asprov PSSI Maluku yang selalu memberi perhatian buat Alfin.” tulis Bima Sakti (BB-DIO)

Mitra Kami

Asosiasi Media Siber Indonesia

PR Newswire