APBD Maluku 2020 Rampung, Sejumlah Anggota DPRD Malas Hadir

Setelah sepekan dibahas, Anggota DPRD Maluku akhirnya merampungkan Rancangan Anggaran Pendapatan Belanja Daerah (RAPBD) Maluku Tahun 2020. APBD Maluku resmi ditetapkan dalam paripurna yang dihadiri oleh Wakil Gubernur Maluku Drs. Barnabas Nataniel Orno,Sabtu malam (30/11/2019). (FOTO : ISTIMEWA)

BERITABETA.COM, Ambon – Setelah berjibaku selama sepekan dalam agenda pembahasan, Anggota DPRD Maluku akhirnya merampungkan Rancangan Anggaran Pendapatan Belanja Daerah (RAPBD) Maluku Tahun 2020.

APBD Maluku resmi ditetapkan, Sabtu malam (30/11/2019) lewat Rapat Paripurna yang dihadiri oleh Wakil Gubernur Maluku Drs. Barnabas Nataniel Orno.

Meski tugas besar yang diembang wakil rakyat di DPRD Maluku ini sudah dirampungkan, namun terungkap beberapa anggota DPRD Maluku, sering malas ikut terlibat dalam pembahasan RAPBD yang menjadi salah satu tugas penting yang diembang lembaga legislatif itu.

Pantauan wartawan media ini di kantor DPRD Maluku hingga Sabtu malam (30/11/2019,  rapat paripurna ini dilaksanakan sekaligus dengan menggelar agenda peyampaian Kata Akhir Fraksi dan seluruh fraksi di DPRD menyatakan menerima RAPBD untuk ditetapkan sebagai APBD 2020.

Ironisnya, dalam pembahasan RAPBD 2020, baik di tingkat komisi-komisi dan Badan Anggaran DPRD Maluku, agenda maha penting terkait dengan tanggungjawab seorang wakili rakyat Maluku ini, kerap diabaikan beberapa anggota di lembaga terhormat itu.

“Ini tugas perdana untuk rakyat pasca-Pemilu 2019 lalu, namun sangat ironi, kali ini sejumlah anggota DPRD ada  bermalas – malasan untuk berkantor dan malas mengikuti pembahasan anggaran yang menjadi tupoksinya,”ungkap sumber di DPRD Maluku yang enggan namanya dipublis.

Bahkan sumber media ini di Kantor DPRD Maluku menyebutkan terdapat dua nama wakil rakyat yang tidak kelihatan hadir dan ikut dalam angenda-agenda penting itu antara lain ada nama  Welem Wattimena (F-Demokrat) dan  Ikram Umasugi (F-PB).

Selain kedua anggota DPRD ini, terdapat juga beberapa nama yang tidak ikut dalam pembahasan antara lain  Ikbal Payapo (F-Hanura). Sementara nama Gadis Umasugi (F-Golkar) juga tidak terlibat dalam pembahasan, karena diketahui saat ini sedang izin menjalankan ibadah umroh ke tanah suci.

Sementara tercatat juga seluruh Fraksi Partai Golkar terlibat mengikuti Pembahasan KUA/PPAS 2020, tapi juga tidak hadir dalam pembahasan APBD,  karena sedang menjalankan  tugas partai yakni menghadiri  Munas Partai Golkar.

Menyikapi hal ini, Mahasiswa Fakultas  Hukum Universitas Pattimura,  Ambon Ikbal Faisal Buton kepada media ini menyatakan kekecewaan-nya atas performa anggota DPRD Maluku yang kerap malas.

Ia bahkan mengkritisi sikap Anggota DPRD PKB, Fraksi Pembangunan Bangsa, Ikram Umasugi dari Dapil Buru – Buru Selatan yang kerap lalai menjalankan tugas.

“Bagaimana mau bicara rakyat dengan segala kepentingannya? Termasuk masyarakat Buru yang diwakilinya kalau bahas APBD Pertama saja sudah tidak hadir sama sekali. APBD 2020 kan menjadi titik pertama nasib masyarakat Maluku termasuk rakyat Buru – Buru Selatan juga,” tandas Buton penuh kecewa.(BB-DIO)

Mitra Kami

Asosiasi Media Siber Indonesia

PR Newswire