Media Jakarta Beri Bocoran Prof Eddy Harriej Bakal Dipanggil Jokowi

Guru besar ilmu hukum pidana Universitas Gajah Mada (UGM) Prof. Dr. Edward Omar Sharif Hiariej, SH M.Hum

BERITABETA.COM, Ambon –  Salah satu media online terbitan Jakarta, minews.id membocorkan selain Mahfud MD yang sudah dipanggil ke Istana, Senin (21/10/2019), ada dosen muda dari Yogyakarta yang juga dikabarkan bakal diajak bergabung dalam Kabinet Kerja jilid II.

Dia adalah guru besar ilmu hukum pidana Universitas Gajah Mada (UGM) Prof. Dr. Edward Omar Sharif Hiariej, SH M.Hum atau yang lebih dikenal dengan nama Eddy Hiariej untuk jabatan Menkum HAM.

Lelaki kelahiran Ambon, Maluku, 10 April 1973 tersebut pernah menjadi bintang di Mahkamah Konstitusi (MK) saat menggelar sengketa hasil pemilihan presiden 2019 yang diajukan pasangan Prabowo Subianto dan Sandiaga Uno.

Seperti dikutip minews.id, sumber di Istana mengisyaratkan ahli dari kubu Jokowi-Ma’ruf yang mematahkan seluruh dalil kecurangan yang diajukan Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo-Sandi, Jokowi bakal mengganjarnya dengan jabatan Menkum HAM.

Eddy disebut-sebut memiliki dedikasi yang besar dalam bidang hukum pidana, salah satunya menduduki jabatan strategis di Pusat Kajian Anti Korupsi (Pukat) UGM.

Dia juga sering diundang sebagai ahli dalam berbagai sidang. Selain sidang sengketa pemilihan presiden 2019 dari kubu Jokowi-Ma’ruf, Eddy pernah menjadi ahli dalam sidang kasus korupsi, sehingga dia harus melepaskan jabatannya di Pukat.

Masuk Nominasi Survey AMPHI

Nama Edward Omar Sharif Hiariej atau akrab disapa Prof Eddy Hiariej, sebelumnya memang menjadi nominator dalam survey calon Menkumham periode 2019-20124.

Dalam survey  Aliansi Mahasiswa Peduli Hukum Indonesia (AMPHI) ini, sebanyak 462 responden menginginkan Menkumham berasal dari pakar hukum dan 329 responden memilih akademisi. Kemudian, 89 responden ingin dari internal kementerian.

Sementara untuk nama calon menteri, responden memilih mantan Ketua MK Mahfud MD di urutan pertama dan Guru Besar Hukum Pidana UGM, Edward Omar Sharif Hiariej atau akrab disapa Prof Eddy Hiariej untuk menduduki jabatan Menkumham.

“Untuk calon Menkumham periode 2019-2024 pilihan generasi milenial dan netizen, di urutan pertama bercokol nama Mahfud MD (mantan ketua MK) yang meraih suara 474 responden, disusul Edward Omar Sharif Hiariej dengan perolehan 260 suara responden,” kata juru bicara AMPHI, Hans di REQ Space dalam siaran pers seperti dikutip dari beritasatu.com, Senin 5 Agustus 2019 silam.

Sementara urutan ketiga terdapat nama pakar hukum tata negara yang juga peneliti Pusat Kajian Antikorupsi Universitas Gadjah Mada (Pukat-UGM), Zainal Arifin Mochtar dengan 130 suara responden, disusul nama mantan Koordinator Komisi untuk Orang Hilang dan Tindak Pidana Kekerasan (KontraS) yang kini menjabat Direktur Eksekutif Lokataru Haris Azhar dengan 69 suara responden.

Nama Mahfud dan Eddy Hiariej juga sebelumnya masuk radar calon Jaksa Agung yang diidam-idamkan generasi muda. Bahkan mereka mengalahkan nama-nama jaksa internal Kejaksaan Agung.

Menurut Hans, generasi milenial memilih sejumlah nama tersebut lantaran berkompeten dan bisa membawa perubahan di Kementerian Hukum dan HAM.

“Selain itu juga anak muda Indonesia butuh Menkumham yang jujur dan cakap dalam menjalankan amanah yang diberikan Presiden Jokowi dan rakyat,” kata Hans.

Alasan itu disampaikan karena kinerja Menkumham Yasonna Laoly masih dianggap kurang greget. Bahkan, sebanyak 414 responden menilai buruk dan kurang kinerja menteri Yasonna.

“Responden menginginkan Menkumham yang profesional dan memiliki kompetensi di bidang hukum, perundang-undangan,” kata Hans.

Hans berharap, hasil survei ini bisa menjadi bahan masukan Jokowi-Ma’ruf dalam memilih menteri di Kabinet Kerja II sekaligus mendengarkan aspirasi masyarakat, khususnya generasi milenial.

Survei yang dilakukan sejak 21 Mei hingga 3 Agustus 2019 ini berhasil mendapatkan 1.145 responden yang berdasarkan one vote one IP Address. Karakteristik usia responden survei ini didominasi kalangan milenial, yakni usia 18-34 sebanyak 442 responden, usia 45-54 tahun 338 responden dan 50 tahun keatas 297 responden. Sementara 68 responden tidak memilih pertanyaan usia ini.

Untuk pekerjaan responden saat ini, pegawai swasta menduduki peringkat pertama terbanyak yakni 597 responden, disusul pelajar/mahasiswa 117 responden, PNS 224 responden, pegawai BUMN 39 responden, tidak bekerja 100 responden, advokat dan notaris 53 responden. Sementara, 19 responden tidak menjawab pertanyaan ini.

Informasi ini tentunya menguat, selain karena Prof Eddy Hiariej merupakan sosok yang ikut dalam proses kemenangan pasangan Jokowi – Maruf Amin di MK, peryataan Jokowi pekan lalu, juga mengisyaratkan hal ini terjadi.

Mantan Gubernur DKI Jakarta pekan lalu menyebut kabinet periode kedua pemerintahannya akan banyak diisi oleh wajah baru. Namun, dia mengaku tetap akan mempertahankan sejumlah menteri Kabinet Kerja periode 2014-2019.

“Ya ada lah (yang dipertahankan), yang lama ada. Yang baru banyak,” kata Jokowi di Istana Merdeka Jakarta, Rabu (16/10/2019).

Namun, Jokowi enggan mengungkapkan siapa saja nama baru yang masuk ke kabinet periode kedua. Begitupun saat ditanya soal siapa saja menteri yang akan dipertahankan. “Belum dihitung persentasenya,” ucap Jokowi seperti  dikutip dari liputan6.com (BB-DIO)

Mitra Kami

Asosiasi Media Siber Indonesia

PR Newswire