Dinkes Maluku Diminta Gelar Sosialisasi Penyebaran Virus Cacar Monyet

Ilustrasi : Serangan Cacar Monyet pada anak

BERITABETA.COM, Ambon – Kabar adanya ancaman serangan penyakit cacar monyet (monkeypox) yang kini mulai meresahkan, mulai ditanggapi DPRD Provinsi Maluku.

Anggota Komisi D DPRD Maluku Nurlaila Salampessy kepada beritabeta.com, Sabtu (26/5/2019) meminta agar Pemerintah Provinsi (Pemprov) Maluku dapat melakukan aksi sosialisasi tentang bahaya penyebaran penyekit yang ditemukan di Singapura itu.

“Saya kira saat ini dibutuhkan langkah antisipastif dari pemerintah daerah. Tepatnya harus sudah ada kegiatan sosialisasi kepada masyarakat terkait penyebaran dan gejala yang ditimbulkan,”kata di Ambon.

Selain kegiatan sosialisasi langkah lain, kata Ela panggilan akrab bagi politisi PKB Maluku ini, upaya antisipasi juga harus dilakukan dengan melakukan pengawasan di pintu-pintu masuk di kota Ambon dan Maluku secara menyeluruh.

Misalnya, lanjut Ela, dilakukan pemeriksaan terhadap setiap warga asing yang masuk. “Mungkin di bandara Pattimura atau di Pelabuhan Yos Sudarso Ambon,”urai dia.

Menurutnya, dengan cara ini upaya meminimalisir penyebaran virus monkeypox akan dapat diantisipasi secara dini. “Jika ada deteksi dini maka akan cepat diantisipasi,”katanya.

Ela mengatakan, penyebaran penyakit yang disebabkan oleh virus memang tidak bisa dianggap remeh, sebab penyeberannya tidak dapat diketahui jika tidak ada tindakan antisipasi. “Mungkin asalnya ada di negara tetangga, tapi siapa yang bisa menjamin virusnya tidak akan menyebar?”kata dia.

Kata Ela, kota Ambon yang kini mengalami perkembangan cukup pesat, tentunya telah menjadi satu diantara kota di Indonesia yang bakal dijadikan kota tujuan wisata oleh wisatawan manca negara. “Konsekwensinya akan banyak yang berkunjung ke kota Ambon dan Maluku pada umunya, maka sudah seharusnya setiap ancaman sudah harus diantisipasi,”jelasnya.

Dia juga mencontohi apa yang kini dilakukan di Kota Batam, yang sudah memasang alat deteksi di setiap pintu masuk yang dikenal dengan sebutan Thermal Scanner, yang berfungsi menangkal masuknya virus cacar monyet dari Singapura.

BACA JUGA:  32 Orang Positif Covid-19 di Maluku, Ini Penjelasan Gugus Tugas

Seperti diketahui,  Thermal scanner atau pemindai suhu tubuh menjadi salah satu alat untuk mencegah masuknya cacar monyet. Kantor Kesehatan Pelabuhan (KKP) Kelas I Batam memasang alat tersebut di 6 titik yang ramai dilalui warga dari dan menuju Singapura.

Alat ini mendeteksi suhu tubuh penumpang dengan menyorot sinar infra merah. Dengan alat ini suhu tubuh bisa diketahui tanpa penumpang harus berhenti sehingga tidak mengganggu alur pelabuhan.

“Jadi mungkin kita bisa mengadopsi apa yang dilakukan disana. Bisa saja dengan menempatkan tenaga medis disetiap pintu masuk di kota Ambon,”urainya (BB-DIO)

Mitra Kami

Asosiasi Media Siber Indonesia

PR Newswire