Dua Hari Hilang di Laut, Nelayan Asal Malra Belum Ditemukan  

Tim SAR gabungan di Kota Tual saat masih melakukan pencarian dan pertolongan terhadap Safarudin Balubun (72), seorang nelayan yang melaut sendirian di Pulau Mas, Kabupaten Maluku Tenggara sejak Senin, (11/1/2021) (Foto : Istimewa)

BERITABETA.COM, Ambon – Tim SAR gabungan di Tual beserta unsur potensi SAR hingga kini masih melakukan pencarian terhadap nelayan asal Maluku Tenggara yang dikabarkan hilang di perairan Pulau Mas,  Maluku Tenggara (Malra).

Korban yang diketahui bernama Sarafudin Balubun (72) ini dilaporkan berangkat melaut pada tanggal 11 Februari 2021 di sekitar perairan Pulau Mas.  Korban yang biasanya kembali pada pukul 19.00 WIT,  namun sampai saat ini tak kunjung kembali ke rumah.

Operasi pencarian dilakukan Tim SAR sudah berlangsung dua hari. Di hari kedua, Rabu (13/1/2021) proses pencarian dilakukan di lokasi dengan menggunakan RIB 04 milik Pos SAR Tual.

Lokasi pencarian dipusatkan  pada beberapa titik koordinat yang sudah dibagi di antaranya: (a) 5  37  1 S – 132  40  44 E, (b) 5  17  1 S – 132  40  44 E, (c) 5  17  1 S – 133  07  27 E, (d) 5  37  1 S – 133  07  27 E. Dengan kondisi cuaca hujan ringan, angin barat laut 2-15 knot, dan tinggi gelombang 0,1 – 0,5 m.

Berdasarkan laporan yang diterima beritabeta.com menyebutkan, operasi pencarian korban dilakukan dengan melibatkan unsur potensi SAR yang terlibat antaranya, satuan Brimob Tual, Lanal Tual, Bakamla Tual, Kodim Tual, Syahbandar Tual, KP3 Tual, dan BPBD Pemkot Tual.

“Sarafudin Balubun menggunakan sebuah perahu panjang mencari ikan sekitar perairan laut Pulau Mas, Kabupaten Maluku Tenggara,” kata Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan Basarnas Ambon, Djunaidi di Ambon.

Posisi korban berpada pada koordinat diduga 5° 23.223’S – 132°40.493’E dengan jarak ke LKP sekitar 14,3 NM dan heading 344° Barat Laut Pos SAR Tual.

Menurut dia, tim SAR gabungan mulai melakukan pencarian setelah petugas Pos SAR Tual menerima laporan dari anak korban bernama Suardi Balubun pada Selasa, (12/1) pukul 15:21 WIT kalau ayahnya tidak pulang ke rumah sejak melaut sendirian pada Senin, (11/1).

BACA JUGA:  John Ruhulessin : 75 Tahun RI, Bangsa ini Butuh Pertobatan Nasional

 

Suardi melaporkan bahwa orang tuanya pergi melaut di Sekitar Perairan Pulau Mas pada koordinat 5° 23.223’S – 132°40.493’E, dan seharusnya sudah kembali sekitar pukul 19:00 WIT. Namun hingga saat ini korban belum kembali sehingga keluarga dan masyarakat sudah melakukan upaya pencarian sejak pagi hari namun hasilnya masih nihil (BB-YP)

Mitra Kami

Asosiasi Media Siber Indonesia

PR Newswire