Fatin, Balita Gizi Buruk Dibesuk Bupati SBB di RSUD Piru

Bupati Seram Bagian Barat (SBB) Moh. Yasin Payapo bersama rombongan saat menjenguk balita penderita gizi buruk Fatin asal Dusun Ulusudar, Desa Waesala, Kecamatan Huamual Belakang, yang dirawat di RSUD Piru, Minggu (29/12/2019) (FOTO : BERITABETA.COM/Anwar T)

BERITABETA.COM, Piru – Balita penderita gizi buruk, Fatin asal Dusun Ulusudar, Desa Waesala, Kecamatan Huamual Belakang, akhirnya dibesuk Bupati Kabupaten Seram Bagian Barat (SBB) Moh. Yasin Payapo di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Piru.

Balita berusia 11 bulan ini, masih terbaring lemas. Setelah dievakuasi ke RSUD Piru untuk menjalani perawatan intensif. Dalam kunjungan itu, Bupati SBB melihat dari dekat kondisi bayi yang diduga menderita gizi buruk itu.

Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten SBB Yohanis Tappang kepada beritabeta.com di Piru, Minggu (29/12/2019) mengaku, balita Fatin yang diduga mengalami gizi buruk ini diantar langsung oleh kepala Puskesmas Desa Waesala, ke Kantor Dinkes dan secara bersama-sama mereka membawanya menuju ke RSUD.

“Begitu sampai ke rumah sakit, berdasarkan pemeriksaan oleh pihak dokter, dengan diagnosa awal, Fathin disebut mengalami gizi buruk. Namun, jika menggunakan standarisasi yang dipakai adalah WHO, kondisi Fatin masih kategori kurang gizi” kata Tappang.

Menurut Tappang, stndarisasi WHO ini sudah diadopsi oleh Menteri Kesehatan RI Nomor: 1995/Menkes/SK/XII/2010, tentang Standar Atropometri Penilaian Status Gizi Anak, maka, si balita Fathin ini belum tergolong gizi buruk, tapi kurang gizi.

Meski demikian, kata Tappang, hal ini bukan soal status gizi buruk atau kurang gizi, yang menjadi persoalan saat ini adalah, tingkat pencegahannya. Salah satunya adalah dengan cara memberikan biscuit high kalori dengan lemak demi penyembuhan si balita.

Kadis juga mengaku, perlakuan ini bukan saja dilakukan untuk Fathin, namun dua balita lainnya yakni,  Mawar dan Jamadin, pihaknya juga memperlakukan keduanya serupa dengan memberikan asupan nutrisi dan mendapat perawatan secara intensif.

“Untuk Mawar dan Jamadin, kedua balita ini ada di Desa Waesala dan kami sudah memberikan asupan makanan yang sama untuk mencegah kondisi buruk yang mengancam keduanya,” tandasnya.

Selain itu, tambah Tappang, pihaknya akan tetap melakukan pemantaun secara intens dan apabila tidak ada perkembangan dan kemajuan, maka tindakan selanjutnya kedua bayi ini akan dibawa pula ke RSUD Piru seperti yang dialami Fathin (BB-AT)

loading...

Mitra Kami

Asosiasi Media Siber Indonesia

PR Newswire