Gereja MCC-Yayasan Ekamel Serahkan Bantuan ke Maluku

Pendeta Natanael salah satu Gembala Senior pada Gereja MCC menyerahkan bantuan kepada Sekretaris Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Maluku, Billy Sahusilawane disaksikan Sekretaris Daerah Provinsi Maluku, Kasrul Selang di ruang kerja Sekretaris Daerah, Rabu (23/10/2019). (FOTO: HUMASMALUKU)

BERITABETA.COM, Ambon – Gereja Jemaat Kristen Indonesia Menorah Community Church (MCC) dan Yayasan Ekamel di Jakarta, menyerahkan bantuan sembilan bahan pokok (sembako) untuk membantu warga pengungsi  di wilayah terdampak gempa di Provinsi Maluku.

Bantuan sebanyak 700 paket sembako ini diserahkan langsung Pendeta Natanael salah satu Gembala Senior pada Gereja MCC kepada Sekretaris Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Maluku, Billy Sahusilawane Rabu (23/10/2019).  Penyerahan bantuan juga disaksikan Sekretaris Daerah Provinsi Maluku, Kasrul Selang di ruang kerja Sekretaris Daerah.

Pendeta Natanael mengungkapkan, apa yang dilakukan pihaknya karena ingin membantu saudara-saudara yang terkena dampak gempa.

“Kami dari Jakarta, dari gabungan Gereja Jemaat Kristen Indonesia Menorah Community Church (MCC) dan juga Yayasan Ekamel bersatu untuk  memberikan sumbangan tersebut, sebagai rasa empati kami terhadap apa yang terjadi di Maluku,” ungkap Pendeta Natanael.

Bantuan berupa kebutuhan pokok sehari-hari dan keperluan mandi diserahkan langsung ke pengelolaan di daerah, sehingga diharapkan dapat sesegara mungkin di distribusikan ke wilayah-wilayah terdampak.

“Bagi kami tujuannya adalah berbagi dan juga berempati terhadap korban yang saat ini sedang mengalami bencana. Walaupun mungkin belum seberapa dan tidak bisa menutupi semua kebutuhan saudara-saudara kami yang terdampak, tapi kami ingin mengambil bagian,” paparnya.

Dirinya berharap, masyarakat yang terdampak bencana ini tetap kuat, karena  seringkali hal seperti ini (bencana yang datang) tidak pernah dapat diduga.

“Kita percaya bahwa Tuhan menguatkan kita. Jangan putus asa menghadapi semua ini, karena sehebat apapun bencana pasti ada akhirnya. Dan didalam keberadaan kita sebagai orang yang percaya pada Tuhan, pasti ada pengharapan, ada kekuatan untuk melalui masa-masa ini,” tanda Nathanael. (BB-DIO)

Mitra Kami

Asosiasi Media Siber Indonesia

PR Newswire