Kasus Positif Covid-19 di Maluku Terus Meroket, Sudah Capai 116 Kasus

Gubernur Maluku Murad Ismail yang juga Ketua Gugus Tugas Covid-19 Provinsi Maluku saat menyampaikan keterangan pers-nya di loby Kantor Gubernur, Senin sore (18/05/2020).
Gubernur Maluku Murad Ismail yang juga Ketua Gugus Tugas Covid-19 Provinsi Maluku saat menyampaikan keterangan pers-nya di loby Kantor Gubernur, Senin sore (18/05/2020).

BERITABETA.COM, Ambon – Grafik peningkatan jumlah kasus positif Covid-19 di Provinsi Maluku terus menunjukan trend peningkatan yang cukup mengkhawatirkan.

Hingga, Senin (18/5/2020) informasi yang disampaikan Gugus Tugas Percepatan dan Penanganan Covid-19 Provinsi Maluku, jumlah kasus di Maluku telah bertambah menjadi 116.

Gubernur Maluku Murad Ismail yang juga Ketua Gugus Tugas Covid-19 Provinsi Maluku mengakui, membenarkan hal ini. Ia mengaku hingga pukul 14.00 WIT, telah bertambah sebanyak 7 kasus baru yang terkonfirmasi positif Covid-19.

” Hari ini ada tambahan 7 yang positif. Dari jumlah 109 tadi siang, tambah lagi 7, sehingga totalnya ada 116 kasus positif.  Ini baru ada tambahan lagi 7. Jadi 116. Dari 116 tersebut, 82 orang masih dalam perawatan, 21 orang sembuh, dan 6 meninggal dunia,” kata Murad Ismail  dalam keterangan pers-nya di loby Kantor Gubernur, Senin sore (18/05/2020).

Alamat ODP dan PDP akan Diumumkan

Sementara itu, Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19, Kota Ambon,  melalui juru bicara-nya, Joy Adriaansz mengatakan, mulai besok, Selasa (19/5/2020) pihaknya akan membuka data terkait jumlah Orang Dalam Pemantauan (ODP), Pasien Dalam Pengawasan (PDP), serta pasien terkonfirmasi positif secara detail sampai pada tingkat kelurahan/desa/negeri di Kota Ambon.

Menurut dia, langkah tersebut sengaja diambil, agar masyarakat dapat mengetahui secara pasti kondisi terkini di wilayah masing-masing.

“Kami rasa perlu untuk melakukan transparansi data hingga ketingkat Kelurahan/Desa/Negeri, sehingga masyarakat dapat memantau wilayah masing-masing,” kata Jubir.

Ia  berharap, dengan terbukanya data hingga ke tingkat kelurahan/desa/negeri, dapat lebih meningkatkan kewaspadaan masyarakat terhadap penyebaran COVID-19 di Kota Ambon.

“Harapan kami, ketika melihat dan memantau data tersebut, masyarakat dapat lebih waspada dan berhati-hati terhadap penyebaran virus Corona,” demikian Jubir. (BB-DIO)

BACA JUGA:  PT Panbers Ingkar Janji Soal Bagi Hasil Perkebunan Karet di Pulau Buru

Mitra Kami

Asosiasi Media Siber Indonesia

PR Newswire