Maluku Dapat Bantuan Obat Covid-19 Asal China, Apa Saja Keunggulannya?

Gubernur Maluku Murad Ismail menunjukan jenis obat herbal untuk pasien Covid-19 yang merupakan bantuan donatur dari Jakarta kepada pasien asal Maluku di lobi Kantor Gubernur Maluku, Senin (01/5/2020)
Gubernur Maluku Murad Ismail menunjukan jenis obat herbal untuk pasien Covid-19 yang merupakan bantuan donatur dari Jakarta kepada pasien asal Maluku di lobi Kantor Gubernur Maluku, Senin (01/5/2020)

BERITABETA.COM, Ambon – Gubernur Maluku Murad Ismail menyampaikan pihaknya telah menerima bantuan obat coronavirus disease (Covid-19) dari salah satu donatur yang diketahui bernama Yayasan AG.

Bantuan obat Covid-19 yang diperuntukkan untuk pasien Covid-19 di Maluku ini berjumlah sebanyak 1.200 dus. Ribuan dus obat Covid-19 yang diketahui bernama Lianhua Qingwen, ini diserahkan secara simbolis oleh Gubernur Maluku, kepada Kasrul Selang, selaku Ketua Harian Gugus Tugas Percepatan Penanganan (GTPP) Covid-19 Provinsi Maluku, Senin (01/6/2020).

“Atas nama pribadi dan rekan-rekan donatur dari Jakarta, menyerahkan bantuan kepada Gugus Tugas Covid-19 Provinsi Maluku, berupa obat Covid-19 sebanyak 1.200 dus,” kata Gubernur pada kesempatan itu.

Dijelaskan  untuk masing-masing dus, isinya sebanyak 24 butir untuk pasien Covid-19 tanpa gejala atau gejala ringan. Obat Covid-19 ini juga disebt sudah berhasil menyembuhkan pasien Covid-19  dan digunakan di Wuhan, Cina.”

Caranya, kata Gubernur Maluku, makan 3 kali 4 tablet sehari, berturut-turut selama 6 hari . Obat ini, sudah ada di beberapa provinsi yang sudah beli.

“Saya di kasih cuma-cuma sama teman. Kemarin di telepon 2 hari di tanya, Pak Gub, perlu nggak obat yang dari Wuhan ini ? Kita pengadaan nya sangat banyak. Saya bilang Saya sangat perlu. Saya dikasih 1.200 dos,” beber Murad Ismail.

Apa Keunggulan Obat Lianhua Qingwen?

Obat Covid-19 bernama Lianhua Qingwen ternyata merupakan obat herbal yang diproduksi di China.  Jenis obat ini, termasuk satu diantara 6 jenis obat yang laris dikonsumsi di Cina.

Penggunaan obat herbal Negeri Tirai Bambu tersebut dilaporkan telah dicoba pada 92,4% pasien di Covid-19 dengan hasil yang menjanjikan.

Lianhua Qingwen merupakan obat herbal Cina yang sangat terkenal. Obat dengan kandungan 13 bahan herbal ini telah banyak digunakan untuk mengatasi pilek dan flu.

BACA JUGA:  5 Warga Maluku Tengah Positif Covid-19

Lianhua Qingwen dilaporkan memiliki efek memulihkan pada pasien dengan gejala ringan, terutama dalam meredakan demam, batuk, dan kelelahan. Tak sampai di situ, Lianhua Qingwen juga disebutkan membantu mengurangi perburukan kondisi pasien.

Dilansir dari China News Service, Lianhua Qingwen secara signifikan dapat menghambat replikasi virus corona dalam sel yang mengalami infeksi Covid-19. Hasil penelitian tersebut juga menunjukkan, obat ini juga membantu mengurangi penanda peradangan di tubuh.

Riset terdahulu terkait efektivitas Lianhua Qingwen Lianhua Qingwen merupakan obat herbal Cina yang telah banyak diteliti.  Berikut ini beberapa riset terdahulu terkait potensi manfaat Lianhua Qingwen:

  1. Studi tahun 2017 dalam China Journal of Chinese Materia Medica Menurut sebuah riset bersertifikasi yang mengumpulkan studi-studi terdahulu mengenai Lianhua Qingwen, obat ini ditemukan efektif meredakan gejala flu. Gejala tersebut termasuk sakit kepala, batuk, rasa sakit di badan, rasa lemah, dan demam.
  2. Studi tahun 2014 dalam jurnal Evidence-Based Complementary and Alternative Medicine Studi bersertifikasi lain, yakni yang dimuat dalam jurnal Evidence-Based Complementary and Alternative Medicine, melaporkan potensi efektivitas Lianhua Qingwen untuk tangani penyakit paru obstruktif kronis eksaserbasi akut.

Studi ini melibatkan 100 responden dan dibagi menjadi dua kelompok. Kelompok pertama mengonsumsi kapsul Lianhua Qingwen. Sementara itu, kelompok kedua mengonsumsi kombinasi obat konvensional dengan Lianhua Qingwen, atau hanya obat konvensional saja.

Penelitian ini menemukan bahwa kelompok pasien risiko berat yang mengonsumsi Lianhua Qingwen mengalami peningkatan kondisi pada hari ke-5. Sementara itu, kelompok lain baru menunjukkan peningkatan kondisi setelah perawatan diselesaikan.

Dikutip dari China News Service, Lianhua Qingwen menjadi jenis obat baru pertama yang disetujui oleh China’s National Drug Administration’s selama wabah SARS. Obat ini juga merupakan obat tradisional Cina pertama yang memasuki uji klinis FDA di Amerika Serikat untuk mengobati influenza.

BACA JUGA:  Sekda Maluku Buka Forum OPD Dinas Kominfo

Selain Lianhua Qingwen, ada lima obat lain yang juga dilaporkan efektif dalam melawan virus corona. Menurut State Administration of Traditional Chinese Medicine, seperti yang dikutip dari China Daily, kelima jenis obat tersebut masing-masing, Granul Jinhua Qinggan, Injeksi Xuebijing , Lung Cleansing and Detoxifying Decoction, HuaShi BaiDu dan Xuan Fei BaiDu (BB-DIO)

Mitra Kami

Asosiasi Media Siber Indonesia

PR Newswire