Merasa Terpanggil, Mantan Anggota DPRD Maluku Bagi 700 Paket Sembako

Darul Kutni Tuhepaly
Darul Kutni Tuhepaly

BERITABETA.COM, Ambon – Upaya membantu sesama dalam mengurangi beban masyarakat kecil, terus dilakukan sejumlah pihak di tengah mewabahnya coronavirus disease (Covid-19) di Maluku.

Aksi serupa juga dilakukan mantan Anggota DPRD Provinsi Maluku, 3 periode yang juga politisi Partai Persatuan Pembangunan (PPP) Maluku, Darul Kutni Tuhepaly dengan membagikan sebanyak 700 paket sembako di dua wilayah berbeda, Kota Ambon dan Kota Masohi.

Kepada wartawan beritabeta.com di Ambon, Sabtu malam (25/4/2020), Kutni begitu sapaannya mengaku ratusan paket bantuan yang disalurkan adalah bagian dari rasa prihatin dengan kondisi masyarakat kecil yang saat ini terlilit kesulitan akibat imbas dari wabah Covid-19 di Maluku.

“Semua yang kami salurkan tak lain sebagai bentuk keprihatinan sebagai seorang politisi. Terutama mereka yang harus kehilangan pekerjaan karena wabah Covid-19 dan juga menjadi kewajiban kami untuk membantu sesama menjelang bulan suci Ramadhan,” ungkapnya.

Pria kelahiran, 28 Oktober 1959 ini menuturkan, wabah Covid-19 adalah musibah kemanusiaan yang tidak bisa dielak oleh siapa saja. Imbas yang dirasakan masyarakat kecil, terutama mereka yang menggantungkan hidup dengan profesi pedagang, seperti ‘jibu-jibu’ dan sebagainya cukup merasakan dampak yang ditimbulkan.

“Setidaknya sebagai orang yang beriman dan memiliki kemampuan membantu, wajib untuk melihat persoalan-persoalan dasar seperti ini. Meskipun ada bantuan dari pemerintah tapi saya kira penyebarannya tentu belum merata. Dan alhamdulillah, saya punya kesempatan itu,” bebernya.

Lebih jauh Kutni menjelaskan, proses penyaluran bantuan itu dilakukan sepekan lalu menjelang bulan bulan suci Ramadhan dengan menyasar sejumlah ibu rumah tangga, keluarga tak mampu dan pedagang di beberapa titik di kota Ambon dan Masohi.

“Jadi di Masohi beberapa teman ikut menyalurkannya dengan membentuk ‘Darul Kutni Tuhepaly Centre’ yang bertugas mendata warga yang berhak menerima bantuan ini,” ungkapnya.

BACA JUGA:  Akademisi Prihatin, Maluku Belum Ada Perda Perlindungan Masyarakat Adat

Sementara terkait jumlah, tambah Kutni, jumlah yang diberikan relatif tidak terlalu banyak, hanya berupa 5 kilo gram beras dan 1 kilo gram gula pasir.  Pembatasan jenis sembako ini, karena pihaknya ingin bantuan itu menyasar jumlah yang lebih banyak. Meskipun tidak seberapa jumlahnya namun ada kepuasaan saat banyak warga yang ikut menerima bantuan itu.

“Jadi memang semangatnya adalah bagaimana bisa membantu banyak orang, agar semua bisa ikut merasakan dan sedikit membantu keterbatasan yang mereka alami,” bebernya.

Kutni juga menambahkan, dalam bebebrapa waktu kedepan dirinya akan kembali menyalurkan bantuan serupa jelang Hari Raya Idul Fitri, dengan kembali menyasar mereka yang membutuhkan.

“Insya Allah kita tetap dalam lindungan Allah agar bisa kembali menyantuni sesama,” tutup Kutni (BB-DIO)

Mitra Kami

Asosiasi Media Siber Indonesia

PR Newswire