Pembangunan 2.675 Rumah Hancur Akibat Gempa Dibantu Pemerintah

Sebuah rumah yang hancur akibat goncangan gempa di Kecamatan Salahutu, Kabupaten Maluku Tengah, Provinsi Maluku.

BERITABETA.COM, Ambon – Sesuai data dari Badan Nasional Penangulangan Bencana (BNPB) jumlah total rumah yang rusak akibat gempa yang berpusat di Pulau Ambon, Maluku, mencapai 2.675 unit.

“Dari jumlah ini, 852 di antaranya mengalami rusak berat,” ucap Plt Kepala Pusat Data, Informasi dan Humas BNPB Agus Wibowo, dalam keterangannya, Minggu (29/7/2019) kemarin.

Menyikapi hal ini, Menteri Sosial (Mensos) RI, Agus Gumiwang Kartasasmita dalam kunjungannya ke Ambon, Senin (30/9/2019), menyampaikan untuk rumah-rumah yang mengalami kerusakan, baik rusak ringan, sedang maupun berat, Pemerintah Pusat akan memberikan bantuan.

“Pempus akan memberikan bantuan untuk saudara-saudara sehingga bisa kembali membangun rumahnya. Kami akan bekerjasama dengan pihak Pemda untuk melakukan verifkasi dan validasi data. Setelah itu barulah kami akan segera menyalurkan bantuan-bantuan untuk membangun rumah-rumah masing-masing,” kata Gumilang di Ambon.

Data BNPB kerusakan rumah tertinggi berada di Kabupaten Maluku Tengah, dengan rincian sebagai berikut; Maluku Tengah rusak berat (RB) 658 unit, rusak sedang (RS) 385, rusak ringan (RR) 888; Kabupaten Seram Bagian Barat RB 109, RS 163 dan RR 31; dan Kota Ambon RB 85, RS 135 dan RR 221. Sedangkan kerusakan di sektor lain, fasilitas umum dan sosial sebanyak 87 unit.

Akibat kejadian ini, sebanyak 114 jiwa mengalami luka-luka. Sedangkan untuk korban jiwa sampai Minggu (29/9) malam berjumlah 30 orang.

“Jumlah korban meninggal bertambah 2 orang sehingga total meninggal hingga malam ini berjumlah 30 jiwa,” ucap Agus.

Saat ini, BPBD Provinsi Maluku beserta jajaran TNI-Polri berusaha untuk menenangkan masyarakat dari informasi bohong adanya gempa susulan berkekuatan tinggi. Agus mengatakan beberapa masyarakat masih ada yang termakan kabar hoax.

BACA JUGA:  Ruhunussa : Mutasi Guru di Malteng Menyalahi Aturan

Mensos juga berjanji, untuk warung atau toko-toko mengalami kerusakan akibat bencana, pihaknya akan membantu melalui program UEP atau Usaha Ekonomi Produktif.

“Tujuannya tidak lain agar warung atau toko tersebut bisa kembali beroperasi sehingga kegiatan ekonomi dari daerah yang terdampak bisa cepat menjadi normal kembali,” ucapnya.

Mensos juga menyampaikan rasa keprihatinan Presiden Joko Widodo atas bencana yang menimpa Provinsi Maluku.  “Yang pertama atas nama Pemerintah Pusat terutama Bapak Presiden, beliau menyampaikan keprihatinan yang luar biasa besar atas bencana yang yang baru saja terjadi, ” ungkap Mensos.

Dikatakan, kedatangan dirinya bersama beberapa pejabat Kemensos selain menyalurkan bantuan, juga untuk melihat dan menyaksikan langsung penanggulangan bencana yang dilakukan saat ini.

 “Kami datang untuk melihat dan menyaksikan penanggulangan bencana yang ada di Kota Ambon aoakah berjalan dengan baik. Tentu harapannya, warga yang terkena dampak langsung atau warga yang trauma itu bisa terlayani dengan baik,” paparnya.

Menurut Mensos,  baik Pemerintah Provinsi Maluku maupun pemerintah kabupaten/kota tidak sendirian dalam menghadapi cobaan ini.

“Bapak ibu sekalian, baik Pemerintah Provinsi maupun kota tidak sendirian dalam menghadapi cobaan yang begitu berat yang diberikan oleh Allah SWT. Kita keisini selain ingin memastikan layanan-layanan berjalan dengan baik, terkhusus untuk memberikan bantuan-bantuan sosial. Sekali lagi bapak ibu sekalian tidak sendirian. Kami selalu ada mendampingi bapak-ibu sekalian,”kata Mensos.

Mensos lantas mengatakan, apa yang terjadi merupakan suatu ujian atau cobaan.  “Ini cobaan bagi kita. Allah itu melihat bagaimana kita menghadapi cobaan ini,” kata dia mengingatkan.

Selanjutnya, Mensos berharap, warga yang berada di pengungsian bisa kembali ke rumah-rumah masing-masing dan beraktivitas dengan normal. Sebab, pengamatan para ahli yang menyatakan bahwa kemungkinan terjadi bencana besar di Kota Ambon, kedepan kecil (BB-DIO).

Mitra Kami

Asosiasi Media Siber Indonesia

PR Newswire