Program Bedah Rumah Bikin Nyonya Misani Sumringah

Penguntingan pita oleh Asisten III Pemkab Buru, Mansur Mamulaty yang didampingi Dandim 1506/Namlea, Letkol INF Syarifuddin Azis dan Kapolres Pulau Buru, AKBP Ricky Purnama Kertapati, sebelum Nyonya Misani membuka rumahnya yang baru dibangun di Waekasar, Kecamatan Waeapo, Kabupaten Buru, Selasa (26/11/2019)

BERITABETA.COM, Namlea – Keterbatasan dalam hidupnya puluhan tahun seakan sirna seketika. Misani (52) tak bisa menahan rasa harunya. Wajah paruh baya itu terlihat cukup senang, ketika menerima kunci rumah beton tipe 21 secara simbolis.

“Terima kasih pak tentara. Sudah membangun rumah saya. Mama dan saya sudah bahagia menempati rumah yang baru ini,”ungkap Rehan Saputera, anak Misani yang masih duduk di kelas V SDN Waekasar, Kecamatan Waeapo, Kabupaten Buru, mewakili ibunya dengan nada polos.

Selasa siang (26/11/2019), bocah 12 tahun ini menemani ibunya Ny Misani yang sudah puluhan tahun menjanda menerima penyerahan kunci rumah secara simbolis dari tangan Asisten III Pemkab Buru, Mansur Mamulaty.

Acara yang digelart  di Desa Waekasar, disaksikan oleh Dandim 1506/Namlea, Letkol INF Syarifuddin Azis dan Kapolres Pulau Buru, AKBP Ricky Purnama Kertapati dan para tamu undangan lainnya.

Usai penyerahan secara simbolis dan berlanjut dengan pengguntingan pita oleh Asisten III, Misani dan putranya dipersilahkan membuka pintu dan masuk ke rumah mereka sendiri yang sudah dibedah.

Nyonya Misani terlihat sangat bahagia dan sempat mengeluarkan beberapa patah kata dalam bahasa jawa. Anaknya yang terus mendampinginya menerjemahkan, ungkapan yang disampaikan ibunya bahwa ibunya sangat bahagia, karena sudah punya rumah baru.

Penuh seunyum Ny. Misani saat membuka pintu rumahnya

Misani, sudah puluhan tahun hidup menjanda, pasca ditinggal pergi oleh suaminya. Ibu tiga anak ini harus berjuang untuk menghidupi ketiga anaknya selama ini. Dua anaknya telah menikah di usia muda  karena tidak sanggup menyekolahkan mereka sampai ke jenjang yang lebih tinggi.

Pasca kedua anaknya menikah, janda bersusia 52 tahun ini hanya hidup di rumah rewot peninggalan suaminya dan ditemani anak bungsunya.  Rumahnya hanya berdinding papan dan berlantai tanah yang kemudian terdata sebagai kategori Rumah Tidak Layak Huni (RTLH).

Karena itu, ibu rumah tangga ini mengaku sangat senang saat kepala desa  dan pak Babinsa menghubunginya dan memberitahukan  kalau rumahnya akan dibangun oleh tentara.

Tanggal 9 Nopember 2019, rumah Misnani kemudian dirobohkan dan dibangun rumah beton yang berlantai ubin putih.

“Kita butuh waktu hanya dua Minggu menyelesaikan tiga rumah di Waekasar ini, termasuk punya ibu Misani,semuanya masuk kategori RTLH,”terang Dandim.

Kebahagiaan Nyonya Misani dan puteranya Rehan bukan dibuat-buat, tapi murni datang dari lubuk hati keduanya yang paling dalam. Saat mengungsi ke famili dan kembali ke rumahnya sekarang, dari gubuk reot kini berobah menjadi rumah beton.

Saking senangnya menempati rumah baru, Rehan tanpa rasa malu dan sungkan dengan polosnya bernyanyi dan bersiul sambil kedua tangannya memegang dan memetik kunci yang terbuat dari gabus seperti ia sedang memainkan ukulele.

Ungkapan tulus betupa ucapan terima terus dilontarkan Rehan mewakili ibunya yang tidak bisa berbahasa Indonesia ini.”Sekarang mama dan aku sudah bahagia sekali.Dulu rumah kami jelek, sekarang rumah saya bagus,”kata Rehan dengan nada polos.

Rehanpun mendoakan TNI AD dan polisi yang telah membangun rumahnya menjadi bagus agar diberi umur panjang. Bukan hanya Rehan dan ibunya saja yang berterima kasih, salah satu warga bernama Paidi (56) yang rumahnya juga dibangun baru, mengucapkan rasa bahagian dan terima kasih yang dalam.

Dengan mata berkaca-kaca, Paidi menyampaikan rasa suka citanya. Ia mengaku sudah dapat menempati rumah berubin lantai yang dibangun TNI AD selama kegiatan Binter Terpadu di Desa Waekasar.

Dalam kegiatan kemarin, tiga RTLH yang sudah selesai dibangun telah diserahkan kepada pemiliknya untuk segera ditempati. Dandim dan rombongan langsung melihat dari dekat ketiga rumah tersebut.

Selain penyerahan tiga unit RTLH yang telah dipugar di desa Waekasar, Dandim juga secara simbolis menyerahkan kunci empat buah MCK yang dibangun di salah satu dusun di desa Debowae, Kecamatan Waelata.

Dalam kesempatan itu, Dandim menyampaikan rasa terima kasih kepada Bupati dan Pemkab Buru yang begitu baik bersinergis dan mensuport dengan TNI AD, sehingga kegiatan membedah RTLH dan membangun MCK diselesaikan tepat waktu.

Dandim juga menyentil kalau kegiatan Binter Terpadu yang dilaksanakan oleh Kodim 1506/Namlea ini dalam rangka hari Juang Kartika.

Dandim mengharapkan ke depan sinergis yang baik tetap terjalin dengan pemerintah daerah, sehingga RTLH yang masih banyak ditemui di desa-desa dapat dipugar oleh TNI AD dan dibantu kepolisian.

Asisten III Pemkab Buru juga menyambut baik kegiatan Binter terpadu drngan sasaran fisik memugar RTLH dan membangun MCK. Kata Mamulaty, kalau kegiatan ini dibangun pihak ketiga bukan hanya membutuhkan biaya besar, tapi waktunya agak lama.Sedangkan bila dibangun TNI AD dan dibantu kepolisian, dalam hitungan Minggu sudah selesai.

Ia berharap pula, agar sinergis ini tetap terjalin baik dalam kegiatan serupa atau yang lain di waktu mendatang.(BB-lili ohorella)

Mitra Kami

Asosiasi Media Siber Indonesia

PR Newswire