RSUD Bula Kembali Rawat Anak Penderita Gizi Buruk

Anak penderita gizi buruk, Lahusin Tan Rubun (6), asal Desa Effa, Kecamatan Wakate, Kabupaten Seram Bagian Timur, saat menjalani pemeriksaan di RSUD Bula, Rabu (18/12/2019)

Fahrum Musaad : Keluarga Korban Tak Punya Biaya

BERITABETA.COM, Bula –  Satu lagi anak dengan gizi buruk dirawat di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Bula. Kali ini penderinya bernama Lahusin Tan Rubun (6), asal Desa Effa, Kecamatan Wakate, Kabupaten Seram Bagian Timur.

Dengan dirawatnya anak asal Desa Affa ini, tercatat sudah empat anak dengan penyakit yang sama telah dirawat di RSUD Bula, Kabupaten SBT.

Sebelumnya, Muhammad Tamsil R,(7) warga Kecamatan Bula Barat, SBT meninggal dunia, tepatnya Minggu 17 November 2019, sekitar pukul 00.05 WIT.

Korban meninggal lantaran menderita gizi buruk yang cukup parah. Anak dari Abdul Patiekon dan Nuryati Patiekon ini, meninggal setelah mengalami perawatan intensif selama sehari penuh di RSUD Bula.

Sementara data RSUD Bula menyebutkan, selain Muhammad Tansil, terdapat juga dua penderita gizi buruk yakni, Ririn Febriyanti Arey dan Maulana Daeng Praty warga Desa Bula, Kecamatan Bula, Kabupaten SBT yang saat itu masih dirawat di RSUD Bula. Keduanya dirawat sejak 16 November 2019.

Belum tuntas pengobatan kepada ketiga anak di atas, kali ini Lahusin Tan Rubun terpaksa dilarikan ke  RSUD Bula sejak, Rabu ( 18/12/2019).

Informasi yang dihumpun beritabeta.com dari seorang pemuda asal Wakate, Fahrum Musaad mengatakan, perawatan atas Tan Rubun dijalani dengan menggunakan pembiayaan jalur umum, karena keluarga panderita tidak mengantongi BPJS.

“Semalam kami dikabarkan soal nasip anak Wakate yang menglami gizi buruk dan saat ini lagi terbaring di RSUD bula,”ungkap Fahrum.

Fahrum menjelaskan, karena merasa prihatin dengan kondisi Tan Rubun, dirinya kemudian berinisiatif untuk menggalang dana untuk meringankan beban orang tua korban.

“Keluarganya tidak mampu dan mereka sangat membutuhkan bantuan pemerintah. Pembiayaan jalur umum tanpa BPJS, kami baru saja melakukan presure di BAZNAS dan korban dibantu Rp 3 juta,”  ungkap Fahrum yang juga mantan aktivis Kanal Ambon ini (BB-AZ)

Mitra Kami

Asosiasi Media Siber Indonesia

PR Newswire