Ternyata Gubernur Maluku Juga Jago Masak Ikan, Ini Tipsnya

Gubernur Maluku Murad Ismail saat tampil menjadi Juri Kehormatan pada Lomba Masak Ikan Kuah Kuning Kenari, yang dirangkai dengan Lomba Masak Ikan tingkat Provinsi Maluku dalam rangka menyongsong Hari Ibu yang digelar di Gedung di Islamic Center, Ambon, Selasa (3/12/2019).

BERITABETA.COM, Ambon – Resep masak ikan bukanlah sesuatu yang ribet. Semua orang pasti punya cara sendiri untuk memasak ikan seger menjadi menu yang istimewa. Tak ketinggalan Gubernur Maluku, Irjen Pol (Purn) Murad Ismail pun memiliki tips tersendiri dalam memasak ikan.

Nah, tips ini dibagikan Gubernur Maluku saat menjadi Juri Kehormatan pada Lomba Masak Ikan Kuah Kuning Kenari, yang dirangkai dengan Lomba Masak Ikan tingkat Provinsi Maluku serta Lomba Merangkai Bunga dalam rangka menyongsong Hari Ibu ke- 91, 22 Desember nanti.

Lomba yang  berlangsung di Islamic Center, Selasa (3/12/2019) itu diikuti oleh Pengurus Organisasi Perempuan Wanita yang ada di Kota Ambon serta Tim Penggerak (TP) PKK Provinsi Maluku dan TP PKK dari kabupaten/kota.

Hadir pada kesempatan itu Ketua PKK Provinsi Maluku Widya Murad Ismail yang juga merupakan Ketua Forum Peningkatan Konsumsi Ikan Nasional (Forikan)  Provinsi Maluku, Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan Provinsi Maluku Romelus Far-far, Ketua TP PKK kabupaten/kota serta Ketua Organisasi Perempuan se-Kota Ambon.

Usai menilai dan mencicipi masakan Ikan Kuah Kuning Kenari, Mantan Dankor Brimod itu menegaskan masakan khas Maluku memiliki cara dan teknik tersendiri saat memasaknya. Bila tidak tidak ada kekhasan karena pasti rasanya berbeda.

“Saya datang untuk menjadi juri masak kuah ikan. Kita semua termasuk juri harus paham betul kuah ikan yang khas orang Maluku itu bumbu-bumbu dan cara masaknya harus kita tahu. Saya dari kecil belajat masak dari orang tua saya makanya saya tahu betul,” ujarnya.

Menurutnya, bicara tentang masak ikan maka komposisi bumbu harus pas biar rasa yang dihasilkan juga sesuai dengan cita rasa. Untuk itu, perlu dihindari masak ikan kuah kuning menggunakan penyedap masakan.

“Saya masak tidak pakai penyedap. Masak harus berinovasi. Masak kuah ikan harus bisa atur komposisi bumbu biar ikannya terasa, kuahnya juga terasa dan tidak macam-macam yang dimasukan ke dalam kuah itu,” ujarnya.

Dikatakan, perbandingan penggunaan bawang merah harus lebih banyak dibandingkan bawang putih. Bahkan teknik mengulek bumbu juga harus diperhatikan. Tidak asal menguleknya jadi satu karena tidak semua bumbu dapat diulek bersamaan karena nanti berpengaruh terhadap rasa dan juga tampilan. Dengan fasihnya, Ketua DPD PDI Perjuangan Maluku mendeskripsikan bagaimana bumbu-bumbu itu diulek.

“Kita pakai bawang merah, bawang putih jangan terlalu banyak. Kita giling jadi satu cabe dengan bawang. Sementara untuk menggiling jahe jangan sama-sama dengan kunyit karena bila bersamaan kunyitnya bisa hilang,” ungkapnya.

Jahe, kata gubernur bisa menghilangkan bau abis dan bisa menghilangkan warna kunyit. Masakan bila banyak bawang pasti enak. Bila pakai tomat bagusnya terakhir dipotong biar warnanya tidak berubah.

“Ini semua ada tekniknya untuk melepas semua ini ada waktunya. Daun kemanginya banyak tapi daunnya saja jangan batangnya,” terang Murad yang langsung direspon dengan tepukan tangan oleh hadirin yang sebagian besar kaum perempuan.

Di tempat yang sama, Ketua Forikan Provinsi Maluku Widya Murad Ismail mengatakan digelar Lomba Masak Ikan Kuah Kuning Kenari itu sebagai upaya mempatenkan produk masakan itu sebagai milik Provinsi Maluku.

Selain itu, diharapkan dengan adanya lomba-lomba ini sebagai bentuk dukungan pemanfaatan sumberdaya ikan yang berkedauatan dan berkelanjutan untuk mensejahteraan masyarakat serta upaya menyebarluaskan informasi tentang ikan.

“Lomba-lomba ini merupakan salah satu upaya dalam rangka meningkatkan konsumsi ikan dengan cara mengembangkan jenis olahan makanan yang berbaha baku ikan juga kami ingin mempatenkan menu khas Maluku yang berbahan dasar ikan yaitu Ikan Kuah Kuning Kenari,” katanya.

Duta Perangi Stunting Provinsi Maluku ini juga mengaku kendati tingkat konsumsi ikan masyarakat Maluku tinggi namun masih jauh dari trend konsumsi ikan secara global terustama oleh negara yang bukan penghasil ikan misalnya Jepang dan Singapura.

“Masyarakat harus diajak agar menjadikan ikan sebagai makanan wajib. Terdapat beberapa alasan yang menyebabkan ikan menjadi sangat prospektif dalam menyelesaikan masalah kecukupan pemenuhan pangan dan gizi,” terangnya (BB-ENY)

Mitra Kami

Asosiasi Media Siber Indonesia

PR Newswire