Update Terkini, 4 Warga SBT Terkonfirmasi Positif Covid-19

Grafik jumlah dan sebaran kasus Covid-19 di Maluku
Grafik jumlah dan sebaran kasus Covid-19 di Maluku

Jumlah Kasus Covid-19 di Maluku Bertambah 10 Menjadi 170 Kasus

BERITABETA.COM, Ambon –  Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19, Provinsi Maluku kembali melansir data terbaru terkait jumlah orang terpapar Covid-19 di Provinsi Maluku.

Dari data terbaru yang diterima redaksi beritabeta.com, Selasa (26/5/2020) menyebutkan, telah terjadi penambahan jumlah kasus positif sebanyak 10 kasus. 4 kasus  diantaranya merupakan kasus baru yang terjadi di Kabupaten Seram Bagian Timur (SBT).

Selain SBT, di kota Ambon kembali terjadi peningkatan sebanyak 4 kasus baru, 1 kasus di Kabupaten Seram Bagian Barat (SBB) dan 1 kasus di Kabupaten Buru.

Ketua Harian Gugus Tugas Percepatan Penanganan (GTPP) Covid-19 Provinsi Maluku Kasrul Selang juga mengakui, dari total 170 kasus terkonfirmasi Covid-19, 4 orang berasal dari Kabupaten SBT

” Empat orang terkonfirmasi positif Covid-19 di SBT mereka merupakan pelaku perjalanan. 3 diantaranya dari luar Maluku dan 1 orang dari Ambon. Biasanya, nanti tracing baru diketahui. Keempatnya sementara dirawat di RSUD Bula,” jelas  Kasrul dalam keterangannya kepada wartawan di lobi Kantor Gubernur Maluku,  Selasa malam (26/5/2020).

Kasrul menambahkan, untuk penanganan keempat warga SBT ini, ada permintaan dari Bupati setempat untuk mereka dirujuk ke Ambon.

Dengan terkonfirmasi sebanyak 10 kasus baru ini, maka jumlah total keseluruhan kasus positif Covid-19 di Maluku menjadi 170 kasus. Dengan rincian sebanyak 136 orang positif dalam proses perawatan, 27 orang sembuh, 7 orang meninggal dan 22 orang merupakan pasien dalam perawatan (PDP). PDP ini terdiri dari masing-masing,   17 orang berasal dari Kota Ambon,  4  orang dari Kabupaten Maluku Tengah dan 1 orang berasal dari Kabupaten Buru Selatan.

Sementara jumlah orang dalam pemantauan (ODP) sebanyak 53 orang dengan rincian 52 berasal dari kota Ambon dan 1 orang berasal dari Kabupaten SBT.

BACA JUGA:  Pyunkang Yul, Kosmetik Asal Korea Diluncurkan di Indonesia

Dalam rilis yang disampaikan itu, juga disebutkan terkait bidang operasi, sub bidang penanganan, bahwa kapasitas tampung tempat karantina per tanggal 26 Mei 2020, di tiga lokasi masing-masing, di Diklat BPSDM Poka terdapat sebanyak 34 orang, Asrama Haji Waiheru, sebanyak 2 orang dan LPMP Wailela sebanyak  40 orang.

Sedangkan kapasitas di Balai Pertanian, Balai Perikanan dan Diklat Agama dalam saat ini dalam kondisi kosong.

Tindakan Medis

Untuk penanganan medis dilakukan pada beberapa Rumah Sakit maupun tempat karantina dengan rincian, sebagai berikut :

1. RSUD Dr M. Haulussy terdapat kapasitas sebanyak 43 tempat tidur sedangkan total pasien sebanyak 34 orang (terdiri dari 7 ODP, 1 PDP, dan 26 Kasus Konfirmasi) jumlah kapasitas yang belum terisi sebanyak 9 tempat tidur.

2. Rumah Sakit  Tk. II dr. J. A. Latumeten dengan kapasitas 16 tempat tidur dengan total pasien sebanyak 14 orang (terdiri dari 3 PDP dan 11 kasus konfirmasi). Jumlah kapasitas yang belum terisi  2 tempat tidur.

3. RSAL dr. F. X. Suhardjo terdapat kapasitas 8 tempat tidur dengan total pasien sebanyak 8 orang (terdiri dari 1 PDP dan 7 kasus konfirmasi).

4. BPSDM Provinsi Maluku dengan kapasitas 40 tempat tidur dengan total pasien sebanyak 34 orang (semuanya adalah pasien kasus konfirmasi). Jumlah kapasitas yang belum sebanyak 6 tempat tidur.

5. RS Bayangkhara dengan kapasitas 5 tempat tidur dengan total pasien 6 orang (masyarakat) berstatus PDP (1 pasien dirawat di Hall Isolasi)

6. LPMP dengan kapasitas 56 kamar dengan total pasien 40 orang (status konfirmasi)

7. Karantina Senyum Bupollo Namlea, Kabupaten Buru dengan total kasus konfirmasi 5 orang (masyarakat)

8. RSUD Masohi dengan total kasus konfirmasi yang dirawat sejumlah 1 orang (BB-DIO)

Mitra Kami

Asosiasi Media Siber Indonesia

PR Newswire