Warga Kelurahan Hollo Rayakan Idul Adha dalam Kondisi Banjir

Kondisi Masjid Al Muhajirin, Kelurahan Hollo, Kecamatan Amahai, Kabupaten Maluku Tengah, yang nyaris teredam banjir akibat meluapnya kali Jena, Jumat (28/6/2020)
Kondisi Masjid Al Muhajirin, Kelurahan Hollo, Kecamatan Amahai, Kabupaten Maluku Tengah, yang nyaris teredam banjir akibat meluapnya kali Jena, Jumat (28/6/2020)

BERITABETA.COM, Masohi – Puluhan rumah di kilo 12, Kelurahan Hollo, Kecamatan Amahai, Kabupaten Maluku Tengah (Malteng) dilaporkan terendam banjir, Jumat pagi (31/7/2020). Banjir  menggenagi sejumlah rumah, akibat meluapnya kali Jena, menyusul intensitas hujan yang mengguyur wilayah tersebut sejak tadi malam.

Akibat meluapnya kali Jena ini, ikut menggenangi bagian teras Masjid Al Muhajirin, Kampung Banda, sehingga membuat warga sekitar tidak sempat sholat di halaman masjid yang sudah disiapkan tenda.

Informasi yang dihimpun beritabeta.com dari warga Kelurahan Hollo menyebutkan, meluapnya kali Jena, membuat sejumlah rumah tergenang air setinggi 20-25 cm.

“Banyak warga yang tidak sempat ke masjid untuk sholat, karena harus bersiaga di rumah, karena takut air menggenangi rumah-rumah meraka,” ungkap Memet Sanaky salah satu warga yang dihubungi media ini.

Memet mengaku, hingga saat ini hujan masih terus mengguyur kawasan tersebut.  Warga pun masih disibukkan dengan mengurus rumah masing-masing.

Menurutnya, sampai saat ini belum diketahui pasti jumlah rumah yang tergenang air luapan ini, namun dipastikan ada puluhan rumah yang terendam banjir.

“Kalau di tempat kami ini sudah banjir, berarti dibagian belakang keluarahan ini akan mengalami hal yang sama bahkan tinggi airnya melibehi, karena dekat dengan kali,” bebernya.

Sekretaris Kelurahan Hollo, Tuale Matoke yang dikonfirmasi beritabeta.com, membenarkan kejadian tersebut. Ia mengaku banjir akibat meluapnya  kali Jena ini sudah menjadi langganan.

Saat ini, kata dia, pihaknya belum mendata berapa jumlah rumah yang terendam banjir. Namun, ia memastikan kondisi banjir ini sama seperti yang terjadi 28 Juli 2020 lalu.

“Sementara ini kami baru mau meninjau rumah-rumah warga untuk memastikan kondisi yang terjadi, karena sampai saat ini masih terjadi hujan, ” kata Matoke (BB-DIO)

BACA JUGA:  Disaksikan Tokoh Agama, Empat Negeri Pela – Gandong Minta Maaf

SIMAK JUGA VIDEO DI BAWAH INI :

Mitra Kami

Asosiasi Media Siber Indonesia

PR Newswire