Warga Kota Waalwijk Belanda Akan Bantu Korban Gempa di Ambon

Warga Kota Waalwijk Belanda Akan Bantu Korban Gempa di Ambon
Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), Letjen TNI Doni Monardo, mencoba menghibur puluhan murid sekolah dasar (SD) yang berada di lokasi pengungsian di Kecamatan Pulau Haruku, Kabupaten Maluku Tengah, Maluku, saat melakukan kunjungan ke sejumlah lokasi pengungsian, Rabu (9/10/2019) (FOTO: HUMASMALUKU)

BERITABETA.COM, Ambon – Bantuan untuk meringankan beban korban gempa bumi berkekuatan magnitude 6,8 yang melanda pulau Ambon dan sekitarnya pada Kamis 26 September 2019, sepertinya akan terus mengalir dari sejumlah pihak.

Tak ketinggalan, setiap jiwa di Kotamadya Waalwijk, Provinsi Noord Brabant, Belanda, kini diminta untuk menyumbang dana sebesar 1 Euro per jiwa, untuk  membantu rekonstruksi (pemulihan) daerah dan korban yang terdampak gempa bumi di Pulau Ambon dan sekitarnya.    

Kepastian akan adanya bantuan ini termaktub dalam sebuah surat rekomendasi yang disampaikan Dewan Kota Waalwijk yang diusung oleh Fraksi Partai Buru (PVDA) dalam pertemuan yang dihelat pada tanggal 10 Oktober 2019.

Dalam surat berbahasa Belanda yang copyannya juga diterima redaksi beritabeta.com, Jumat malam (11/12/2019) itu mencantumkan, sejumlah poin penting yang disampikan Fraksi PVDA di perlemen Waalwijk.

Copyan surat rekomendasi yang disampaikan Dewan Kota Waalwijk yang diusung oleh Fraksi Partai Buru (PVDA) dalam pertemuan yang dihelat pada tanggal 10 Oktober 2019.

Penjelasan surat itu menguraikan beberapa poin. Pertama,   Maluku termasuk pulau dan Ibukota Ambon pada 26 September 2019 tellah dilanda gempa bumi. Puluhan orang meninggal dunia, ratusan orang terluka, dan lebih 100 ribu jiwa, terpaksa dievakuasi dan kini berada di sejumlah lokasi pengungsian.

Kedua, saat ini tindakan darurat sedang dilakukan, tapi terhambat karena masyarakat masih belum berani kembali ke tempat, dikarenakan kemungkinan gempa susulan.

Ketika, selain fasilitas dasar yang diperlukan seperti infrastruktur (jalan dan pelabuhan), Rumah Sakit dan sekolah -sekolah telah rusak parah. Keempat, selain bantuan darurat, inisiatif juga diambil dalam konteks rekonstruksi.

Atas sejumlah alasan di atas, maka Fraksi PVDA di Dewan Kota Waalwijk, mengajukan sejumlah permintaan yang berisi beberapa poin antaranya :

  1. Diperlukan upaya pemeriksaan dan konsultasi dengan perwakilan dari komunitas Maluku di Indonesia, agar Pemerintah Kota  Waalwijk dapat berkonstribusi pada proyek-proyek lokal dalam konteks bantuan dan rekonstruksi.
  2. Mendukung tindakan lokal dengan menyumbang 1 Euro per jiwa penduduk di Kota Waaljik, Belanda untuk dialokasikan ke proyek- proyek lokal melalui konsultasi.
  3. Kontribusi ini dibebankan ke dalam biaya tak terduga.
  4. Pemberitahuan ke Dewan tentang penggunaan dana.

Permintaan Fraksi PVDA di Dewan Kota Waalwijk ini dilatari sejumlah alasan antaranya,  adanya hubungan dekat (keluarga) dari penduduk setempat (Kota Waalwijk) dengan desa -desa yang terkena dampak  gempa bumi di Pulau Ambon, misalnya Negeri Tulehu, Waai, Liang dan Tial.

“Sementara itu,  inisiatif diambil dari komunitas Maluku di Waalwijk, bersama dengan organisasi lain dalam konteks bantuan dan rekonstruksi,” tulis Fraksi PVDA dalam surat tersebut.

Informasi lain yang dihimpun wartawan beritabeta.com dari salah satu warga Belanda keturunan Maluku di Kota Amsterdam, menyebutkan saat ini banyak warga keturunan Maluku di Belanda juga secara personal ikut mengirim bantuan kepada keuarga mereka yang menjadi korban gempa bumi di Pulau Ambon.

“Ada warga di sini yang sudah secara pribadi ikut mengirim bantuan ke keluarganya di Ambon. Sedangkan untuk organisasi belum ada,” ungkap Hj. Banuna Pelupessy via pesan WhatsApp-nya, Jumat (11/10/2019).

Sebelumnya,  usai mengikuti rapat intern di Kantor Presiden, Jakarta, Selasa (8/10/2019) lalu, Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), Letjen TNI Doni Monardo, telah menyampaikan ajakan agar semua kalangan termasuk warga Maluku yang menetap di luar daerah, untuk bersama-sama membantu meringankan penderitaan korban gempa bumi di Provinsi Maluku.

“Potong di kuku dirasa di daging. Ale rasa beta rasa. Sagu salempeng bagi dua. Mari kita bersama-sama untuk meringankan penderitaan Saudara-saudara kita yang ada di Maluku,” kata Doni.

Doni juga mengimbau masyarakat untuk tidak memberikan atau melemparkan isu-isu yang tidak bisa dijamin kebenarannya tentang gempa. Sebab, sampai saat ini, belum ada satu pun teknologi dan lembaga yang bisa memprediksi kapan akan terjadinya gempa (BB-DIO)

Close Menu