Personil Korem 151/Binaya menggelar karya bhakti pembersihan pantai Laha, Jembatan Biru, Kota Ambon, Maluku, pada Sabtu (06/03/2021).
Personil Korem 151/Binaya menggelar karya bhakti pembersihan pantai Laha, Jembatan Biru, Kota Ambon, Maluku, pada Sabtu (06/03/2021).

BERITABETA.COM, Ambon - Menyambut hari Ulang tahun (HUT) ke-18, pihak Korem 151/Binaiya menggelar karya bhakti pembersihan pantai Laha, Jembatan Biru, Kota Ambon, Maluku, pada Sabtu (06/03/2021).

Karya bhakti ini dipimpin Danrem 151 Binaiya, Arnold Ritiauw, didampingi PJU Korem 151/Binaiya, Dandim 1504/Ambon Christian Soumokil, Kepala Desa Laha dan Warga Laha, serta Tim Selam Padic, Posi dan Korem 30 orang.

Wilayah Jembatan Biru Laha sebagai desitinasi wisata harus tetap dalam kondisi bersih khususnya di sepanjang pantai agar terlihat lebih asri dan nyaman bagi wisatawan lokal dan mancanegara.

Disela-sela kegiatan, Komandan Korem 151/Binaiya, Brigjen TNI Arnold A.P Ritiauw menjelaskan, laut di Teluk Ambon (Laha) adalah tempat menyelam yang unik di dunia, karena terdapat binatang laut yang langka.

"Lokasi laut ini oleh Lanud dan Pemerintah Kota Ambon akan dilaksanakan lomba foto dalam laut, untuk itu Korem 151 Binaiya membantu dengan membersihkan dasar Laut sehingga pada saat pelaksanaan kegiatan laut tidak terlihat kotor,"kata Arnold kepada wartawan sebelum menyelam ke laut, Sabtu (06/03/2021).

Arnold mengatakan personil penyelam yang akan turun ambil bagian dalam pembersihan dalam laut sebanyak 25 orang yang terdiri dari personil TNI dan komunitas penyelam di Kota Ambon serta turut ambil bagian kedua putri Danrem serta istri.

Di tempat yang sama Abigail Ritiauw dan adiknya Rachel Ritiauw, notabene anak Danrem 151/Binaya juga ikut dalam aksi penyelaman bersih dasar laut. Dirinya sangat terkesan dengan keindahan laut di Maluku, karena sudah beberapa laut Maluku yang telah dijelajahinya yakni Laut Hukurila, Morela, Banda, dan diluar Maluku di perairan Gorontalo.

Namun, sangat disayangkan jika keindahan dalam laut yang begitu indah untuk diabadikan justru menjadi kotor. Untuk itu bersama adiknya mereka termotivasi ikut membersihkan pantai di Maluku.

Ia berharap bisa menjadi inspirasi bagi anak-anak muda agar dapat mencintai dan menjaga keindahan serta kebersihan laut di Maluku. Sama halnya dengan Rachel, yang kecintaannya ke laut sudah tumbuh mulai dari TK, karena sangat senang dengan keindahan laut di Maluku.

"Suasana dan keindahan dalam laut yang begitu indah dan tenang membuat saya merasa senang, untuk itu keindahan dalam laut harus dijaga dan dilestarikan," anjurnya. (BB-YP)