Sherly Annavita, Kritik Presiden Jokowi Soal Pemindahan Ibukota

Sherly Annavita, Kritik Presiden Jokowi Soal Pemindahan Ibukota
Sherly Annavita Rahmi

BERITABETA.COM– Sosok Sherly Annavita Rahmi mendadak jadi sorotan dalam program Indonesia Laywer Club (ILC) TV One semalam, Rabu (21/8/2019). Sherly menjadi pembicara mewakili millenial Influencer pada acara yang dipandu Karni Ilyas itu memberikan pandangan mengenai pemindahan ibu kota ke Kalimantan.

ILC yang menghadirkan sejumlah narasumber mumpuni antaranya penulis Prof Salim Said, budayawan Ridwan Saidi, pengamat Rocky Gerung, Gubernur Kalimantan Timur Isran Noor.

Politisi PDI Perjuangan Maruarar Sirait, politisi Gerindra Fadli Zon, politisi PKS Fahri Hamzah, politisi muda PSI Tsamara Amany, dan politisi Nasdem Teuku Taufiqulhadi.

Selain itu, Deputi IV Kantor Staf Presiden (KSP) Eko Sulistyo dan pengamat tata kota Yayat Supriatna. Namun, ribuan mata pemirsa lebih tersedot dengan tampilan Sherly yang berani dan memukau tadi malam.

Sherly dengan lantang menyindir gagasan presiden Jokowi soal pemindahan Ibukota. Lalu, siapakah Sherly?. Melalui akun instagramnya @sherlyannavita, dirinya mengunggah biodata terbarunya.

Di awal pemaparannya, Sherly menyampaikan pandangannya terkait rencana pemindahan ibu kota dari perspektif kalangan millenial.

“Sebagaimana kita ketahui pemindahan ibu kota ini bukan wacana baru kata Bang Fadli, ini sudah diwacanakan presiden-presiden sebelumnya,” kata Sherly.

“Namun alasan utama Presiden yang sama-sama kita saksikan di awal program ini setidaknya ada empat hal yang ingin saya highligt bang karni. Yang pertama alasannya terkait banjir, macet, polusi, da. perataan tanah,” ujarnya.

Menurut Sherly, alasan yang disampaikan Jokowi itu justru menohok kapasitasnya sendiri dalam memerintah.

“Alasan ini sebenarnya menohok kapasitas Pak Jokowi sendiri dalam memerintah,” ujarnya.

Sherly pun menyinggung program besar Jokowi saat mencalonkan diri sebagai gubernur hingga Presiden.

“Karena bukankah salah satu program besar Pak Jokowi mencalonkan diri jadi Gubernur dan menjadi Presiden adalah penanganan semua keruwetan Jakarta yang di dalamnya termasuk banjir, macet, polusi, dan lain-lain,” jelasnya.

“Jadi ketika sekarang beliau menjadikan alasan pindahnya ibu kota ini karena macet, banjir, dan polusi seperti yang tadi sama-sama kita dengar.

Maka seolah beliau sedang mengonfirmasi kegagalannya dalam memenuhi janji kampanye beliau saat Pilgub bahkan Pilpres,” kata Sherly disambut aplaus.

Dalam cuplikan video ILC TV One, Rocky Gerung yang duduk berdampingan Fadli Zon terlihat tertawa setelah Sherly menyampaikan sindiran itu.

“Atau kegagalan beliau sebagai seorang gubernur atau presiden?,” tanya Sherly lagi. (BB-DIO)

Sumber : indopolitika.com/tribun.com

Close Menu